Pernikahan
كتاب النكاح
Nabi – semoga salawat dan salam Allah atas beliau – dibawakan semangkuk tsarid, lalu beliau bersabda: “Makanlah dari sisi-sisinya dan janganlah makan dari tengahnya, karena berkah turun di tengahnya.” [Diriwayatkan oleh Al-Arba‘ah; ini adalah lafaz An-Nasa’i dan sanadnya sahih.]
Rasulullah – semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya – tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau berselera terhadap sesuatu, beliau memakannya, dan jika beliau membencinya, beliau meninggalkannya. [Disepakati]
Nabi (ﷺ) bersabda: “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena setan makan dengan tangan kiri.” [Diriwayatkan oleh Muslim].
Nabi (ﷺ) bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian minum, maka janganlah ia bernapas di dalam bejana.” [Disepakati]
“atau meniup ke dalamnya,” [At-Tirmidhi menilainya sahih (autentik)].
Rasulullah – semoga selawat dan salam Allah tercurah atas beliau – biasa membagi dan berlaku adil, dan beliau berdoa: “Ya Allah, ini adalah pembagianku dalam apa yang aku miliki, maka janganlah Engkau mencelaku dalam apa yang Engkau miliki dan tidak aku miliki.”
Nabi (ﷺ) bersabda: “Barangsiapa memiliki dua istri lalu condong kepada salah satunya, ia akan datang pada Hari Kiamat dengan salah satu sisinya miring.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dan yang empat; sanadnya sahih (otentik)].
Ketika Nabi – semoga salawat dan salam Allah atas beliau – menikahinya, beliau tinggal bersamanya selama tiga hari.
Beliau bersabda: “Sesungguhnya tidak ada kehinaan bagimu dari pihak suamimu. Jika engkau mau, aku akan tinggal tujuh hari bersamamu, dan jika aku tinggal tujuh hari bersamamu, aku akan tinggal tujuh hari bersama istri-istriku.”
Saudah binti Zam'ah memberikan harinya kepada Aisyah, dan Nabi – semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya – membagi untuk Aisyah harinya dan hari Saudah. [Disepakati].
Aisyah berkata: “Wahai putra saudari perempuanku! Rasulullah – semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya – tidak pernah melebihkan sebagian kami atas sebagian yang lain dalam pembagian waktu tinggalnya bersama kami, dan hampir tidak ada satu hari pun kecuali beliau berkeliling mengunjungi kami semua, mendekati setiap istri tanpa menyentuhnya dengan hubungan intim, hingga sampai kepada yang sedang mendapatkan gilirannya, lalu beliau bermalam di tempatnya.”
Rasulullah – semoga salawat dan salam Allah atas beliau – bertanya selama sakitnya yang beliau wafat padanya: “Di mana aku besok?” Maksudnya: hari (giliran) ʿAisyah. Maka istri-istri beliau mengizinkan beliau untuk berada di mana saja yang beliau kehendaki, lalu beliau berada di rumah ʿAisyah. [Muttafaq ʿalaih.]
Ketika Rasulullah —semoga selawat dan salam Allah atas beliau— hendak melakukan perjalanan, beliau mengundi di antara istri-istrinya, lalu siapa di antara mereka yang keluar undiannya, maka beliau bepergian bersamanya. [Disepakati.]
Rasulullah – semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya – bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian mencambuk istrinya seperti mencambuk seorang budak.”
Istri Tsabit bin Qais datang kepada Nabi 2 semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya 2 lalu berkata: EWahai Rasulullah! Aku tidak mencela Tsabit bin Qais baik dalam akhlak maupun agamanya, tetapi aku membenci kekufuran dalam Islam.E
Rasulullah 2 semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya 2 bersabda: EMaukah engkau mengembalikan kebunnya kepadanya?E
Ia berkata: EYa.E
Rasulullah 2 semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya 2 bersabda: ETerimalah kebun itu dan ceraikanlah ia dengan satu talak.E
Istri Tsabit bin Qais melakukan khulu' darinya, lalu Nabi – shallallahu 'alaihi wa sallam – menetapkan masa iddahnya satu kali haid.
Tsabit bin Qais berwajah buruk, dan istrinya berkata: “Seandainya bukan karena takut kepada Allah, ketika ia masuk menemuiku, niscaya aku akan meludah ke wajahnya.”