Komentar Kenabian tentang Al-Qur'an (Tafsir Nabi (saw))

كتاب التفسير

Bab : “(Ingatlah), ketika Isa putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab Taurat yang telah datang sebelumku dan memberi kabar gembira dengan seorang utusan setelahku, namanya Ahmad.” (61:6)

Diriwayatkan oleh Jubair bin Mut`im

Aku mendengar Rasulullah ( ﷺ ) bersabda, 'Aku mempunyai beberapa nama: Aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahi, yang dengannya Allah melenyapkan kekufuran, aku adalah Al-Hashir (pengumpul), yang di kakinya (yakni di belakangnya) manusia akan dikumpulkan (pada hari kiamat), dan aku adalah Al-Aqib (yakni yang menggantikan para nabi dalam membawa kebaikan).

Bab : Firman Allah ta'ala: "Yang demikian itu adalah karena mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir; karena itu hati mereka telah terkunci rapat, karena itu mereka tidak dapat memahami." (QS. 63:3)

Diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam

Ketika `Abdullah bin Ubai berkata, "Janganlah kamu memberikan nafkah kepada orang-orang yang bersama Rasulullah ( ﷺ )," dan juga berkata, "Jika kita kembali ke Madinah," aku memberi tahu Rasulullah ( ﷺ ) tentang perkataannya. Kaum Ansar menyalahkanku atas perkataan itu, dan `Abdullah bin Ubai bersumpah bahwa dia tidak mengatakannya. Aku kembali ke rumahku dan tidur. Rasulullah ( ﷺ ) kemudian memanggilku dan aku pun pergi kepadanya. Beliau berkata, "Allah telah membenarkan perkataanmu." Ayat: "Mereka adalah orang-orang yang berkata: Janganlah kamu memberikan nafkah... (63.7) diturunkan.

Bab : Firman Allah Ta’ala: “Sama saja bagi mereka, jika kamu (Muhammad saw) memintakan ampun kepada mereka…” (QS. 63:6)

Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah

Kami berada di Ghazwa (Sufyan pernah berkata, dalam sebuah pasukan) dan seorang lelaki dari kaum Muhajirin menendang seorang lelaki Anshar (di pantat dengan kakinya). Lelaki Anshar itu berkata, "Wahai kaum Anshar! (Tolong!)" dan kaum Muhajirin itu berkata. "Wahai kaum Muhajirin! (Tolong!) Rasulullah ( ﷺ ) mendengar itu dan berkata, "Untuk apa seruan ini, yang merupakan ciri khas masa jahiliyah?" Mereka berkata, "Wahai Rasulullah ( ﷺ )! Seorang lelaki dari kaum Muhajirin menendang seorang Anshar (di pantat dengan kakinya)." Rasulullah ( ﷺ ) berkata, "Biarkan saja (seruan itu) karena itu adalah hal yang menjijikkan." `Abdullah bin Ubai mendengar itu dan berkata, 'Apakah (para Muhajirin) telah melakukannya? Demi Allah, jika kita kembali ke Madinah, niscaya, orang yang lebih terhormat akan mengusir orang yang lebih hina darinya." Ketika pernyataan ini sampai kepada Nabi. Umar berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah ( ﷺ )! Biarkan aku memenggal kepala orang munafik ini (`Abdullah bin Ubai)!" Nabi ( ﷺ ) berkata, "Biarkan saja dia, jangan sampai orang-orang berkata bahwa Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya." Jumlah kaum Ansar saat itu lebih banyak daripada kaum Muhajirin ketika kaum Muhajirin datang ke Madinah, tetapi kemudian jumlah kaum Muhajirin bertambah.

Bab : “Dan Manat (berhala lain dari orang-orang Arab kafir) sepertiga lainnya.” (QS. 53:20)

Dikisahkan oleh `Urwa

Saya bertanya kepada `Aisha (mengenai Sai antara As-Safa dan Al-Marwa). Dia berkata, "Karena rasa hormat kepada berhala Manat yang ditempatkan di Al-Mushailal, mereka yang biasa mengenakan Ihram atas namanya, tidak biasa melakukan Sai antara As-Safa dan Al-Marwa, maka Allah menurunkan: 'Sesungguhnya! As-Safa dan Al-Marwa (dua gunung di Mekkah) termasuk di antara simbol-simbol Allah.' (2.158). Setelah itu, Rasulullah ( ﷺ ) dan kaum Muslim biasa melakukan Sai (di antara keduanya)." Sufyan berkata: (Berhala) Manat berada di Al-Mushailal di Qudaid. `Aisha menambahkan, "Ayat itu diturunkan sehubungan dengan Ansar. Mereka dan (suku) Ghassan biasa mengenakan lhram atas nama Manat sebelum mereka memeluk Islam." Aisyah menambahkan, "Dahulu ada beberapa orang dari kaum Ansar yang biasa melakukan ihram atas nama Manat yang merupakan berhala antara Mekkah dan Madinah. Mereka berkata, "Wahai Rasulullah ( ﷺ )! Kami dulu tidak melakukan Tawaf (Sai) antara As-Safa dan Al-Marwa karena rasa hormat kepada Manat."

Bab : “Maka, sujudlah kamu kepada Allah dan sembahlah Dia.” (QS. 53:62)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

Nabi ( ﷺ ) bersujud setelah selesai membaca Surat An-Najm, dan seluruh kaum muslimin, kaum kafir, jin dan manusia pun turut bersujud bersamanya.

Bab : "...Dan bulan telah terbelah (penduduk Mekkah meminta Nabi Muhammad saw untuk memperlihatkan kepada mereka sebuah mukjizat, maka beliau memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan). Dan jika mereka melihat suatu tanda, mereka berpaling..." (QS. 54:1,2)

Diriwayatkan oleh Abdullah

Ketika kami bersama Nabi, bulan terbelah menjadi dua bagian. Nabi ( ﷺ ) berkata, Saksikanlah, saksikanlah (mukjizat ini).

Bab : "... Seakan-akan mereka adalah pelepah pohon kurma yang telah dicabut. Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku?" (QS. 54: 20, 21)

Diriwayatkan oleh Abu Is-haq

Seseorang bertanya kepada Al-Aswad, 'apakah itu 'Fahal min-Muddakir' atau '..Mudhdhakir?" Al Aswad menjawab, 'Saya mendengar `Abdullah bin Masud membacanya, 'Fahal-min Muddakir'; saya juga mendengar Nabi ( ﷺ ) membacanya 'Fahal-min-Muddakir' dengan 'd'.

Bab : "Dan sesungguhnya mereka telah ditimpa azab yang kekal pada waktu pagi. Maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku." (QS. 54:38, 39)

Diriwayatkan oleh Abdullah

Nabi ( ﷺ ) membaca: 'Fahal-min Muddakir': 'Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat seperti kamu; maka adakah di antara mereka yang mau mengambil pelajaran?' (54.51)

Bab : "Dan telah Kami binasakan umatmu, maka adakah yang mengambil pelajaran?"

Diriwayatkan oleh Abdullah

Aku membacakan Al-Quran di hadapan Nabi ( ﷺ ) ‘Fahal-min-Mudhdhakir’. Nabi ( ﷺ ) berkata, “Itu adalah Fahal-min Muddakir.”

Bab : Firman Allah SWT: "Dan di samping kedua surga itu ada dua surga lagi." (QS. 55:62)

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Qais

Rasulullah ( ﷺ ) bersabda, "Dua buah surga yang perkakas dan isinya terbuat dari perak, dan dua buah surga yang perkakas dan isinya terbuat dari emas. Tidak ada yang menghalangi penduduk surga Adn untuk melihat Rabb mereka kecuali tabir kemuliaan yang menutupi wajah-Nya."

Bab : Firman Allah Ta’ala: “Dan di bawah naungan yang panjang.” (QS.56:30)

Bab : "Hai Nabi, apabila datang kepadamu wanita-wanita mukmin untuk memberikan baiat kepadamu..." (QS. 60:12)

Dikisahkan Um Atiya

Kami telah bersumpah setia kepada Rasulullah ( ﷺ ) dan beliau membacakan kepada kami: 'Mereka tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu pun,' dan melarang kami untuk meratapi orang yang telah meninggal. Kemudian seorang wanita menarik tangannya (menahan diri untuk tidak bersumpah setia), dan berkata, "Namun wanita itu telah meratapi salah seorang kerabatku, maka aku harus memberi pahala (yang sama terhadap kerabatnya yang telah meninggal)." Nabi ( ﷺ ) tidak keberatan dengan hal itu, maka ia pergi (ke sana) dan kembali kepada Nabi ( ﷺ ) maka beliau menerima sumpah setianya.

Bab : Firman Allah ta'ala: "Dan (Allah juga mengutusnya kepada) orang-orang lain di antara mereka (umat Islam) yang belum bergabung dengan mereka..." (QS. 62:3)

Diriwayatkan oleh Abu Huraira

Ketika kami sedang duduk bersama Nabi ( ﷺ ) Surat Al-Jumu'a diwahyukan kepadanya, dan ketika ayat, "Dan Dia (Allah) telah mengutusnya (Muhammad) juga kepada (umat Muslim) yang lain.....' (62.3) dibacakan oleh Nabi, aku berkata, "Siapakah mereka, wahai Rasulullah ( ﷺ )?" Nabi ( ﷺ ) tidak menjawab sampai aku mengulangi pertanyaanku tiga kali. Pada saat itu, Salman Al-Farisi bersama kami. Maka Rasulullah ( ﷺ ) meletakkan tangannya pada Salman, seraya berkata, "Jika Iman berada di (tempat) Ath-Thuraiya (pleiades, bintang tertinggi), bahkan saat itu (beberapa orang atau laki-laki dari orang-orang ini (yaitu kaum Salman) akan mencapainya."

Diriwayatkan oleh Abu Huraira

Nabi ( ﷺ ) bersabda, “Maka sebagian laki-laki dari orang-orang ini akan mencapainya.”

Bab : “Dan apabila mereka melihat barang dagangan atau hiburan…” (QS. 62:11)

Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah

Suatu kafilah dagang tiba di Madinah pada hari Jumat saat kami bersama Nabi ( ﷺ ). Semua orang meninggalkan (Nabi ( ﷺ ) dan menuju kafilah tersebut) kecuali dua belas orang. Kemudian Allah berfirman:-- "Dan apabila mereka melihat suatu tawar-menawar atau suatu hiburan, mereka pun bergegas ke sana." (62.11)

Bab : Firman Allah SWT: "Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad saw), mereka berkata: "Kami bersaksi bahwa sesungguhnya kamu adalah utusan Allah..." (QS. 63:1)

Diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam

Ketika aku sedang mengikuti Ghazwa, aku mendengar Abdullah bin Ubai (bin Abi Salul) berkata, "Janganlah kalian memberikan nafkah kepada orang-orang yang bersama Rasulullah ( ﷺ ), agar mereka bubar dan menjauh dari beliau. Jika kita kembali (ke Madinah), niscaya orang-orang yang lebih terhormat akan mengusir orang-orang yang lebih hina di antara mereka." Aku melaporkan (perkataan) itu kepada pamanku atau kepada Umar yang kemudian memberitahukan hal itu kepada Nabi ( ﷺ ). Nabi ( ﷺ ) memanggilku dan aku menceritakan kepadanya seluruh kisah itu. Kemudian Rasulullah ( ﷺ ) memanggil Abdullah bin Ubai dan para sahabatnya, dan mereka bersumpah bahwa mereka tidak mengatakan hal itu. Maka Rasulullah ( ﷺ ) mengingkari perkataanku dan mempercayai perkataannya. Aku merasa sangat sedih, yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Aku tinggal di rumah dan pamanku berkata kepadaku. “Kamu hanya ingin agar Rasulullah ( ﷺ ) tidak mempercayai ucapanmu dan membencimu.” Maka Allah menurunkan (Surat yang dimulai dengan) ‘Ketika orang-orang munafik datang kepadamu.’ (63.1) Maka Rasulullah ( ﷺ ) memanggilku dan membacakannya seraya berkata, “Hai Zaid! Allah telah membenarkan ucapanmu.”

Bab : “Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai kedok (untuk menutupi kemunafikan mereka).” (1) (63:2) (1): (QS. 2) An-Nifāq: (Kemunafikan itu ada dua macam, yaitu: A - Kemunafikan dalam keimanan dan B - Kemunafikan dalam perbuatan dan tindakan.)

Bab : "Dan ketika kamu melihat mereka, tubuh mereka menyenangkan kamu, dan ketika mereka berbicara, kamu mendengarkan kata-kata mereka." (Ayat 63:4)