Sahih al-Bukhari
Komentar Kenabian tentang Al-Qur'an (Tafsir Nabi (saw))
كتاب التفسير
Bab : “(Ingatlah), ketika Isa putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab Taurat yang telah datang sebelumku dan memberi kabar gembira dengan seorang utusan setelahku, namanya Ahmad.” (61:6)
قَوْلُهُ تَعَالَى {مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ}
Bab : “Dan apabila mereka melihat barang dagangan atau hiburan…” (QS. 62:11)
{وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً}
Bab : Firman Allah SWT: "Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad saw), mereka berkata: "Kami bersaksi bahwa sesungguhnya kamu adalah utusan Allah..." (QS. 63:1)
قَوْلِهِ {إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ} إِلَى {لَكَاذِبُونَ}.
Bab : “Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai kedok (untuk menutupi kemunafikan mereka).” (1) (63:2) (1): (QS. 2) An-Nifāq: (Kemunafikan itu ada dua macam, yaitu: A - Kemunafikan dalam keimanan dan B - Kemunafikan dalam perbuatan dan tindakan.)
{اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً} يَجْتَنُّونَ بِهَا
Bab : Firman Allah ta'ala: "Yang demikian itu adalah karena mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir; karena itu hati mereka telah terkunci rapat, karena itu mereka tidak dapat memahami." (QS. 63:3)
قَوْلِهِ {ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لاَ يَفْقَهُونَ}
Bab : "Dan ketika kamu melihat mereka, tubuh mereka menyenangkan kamu, dan ketika mereka berbicara, kamu mendengarkan kata-kata mereka." (Ayat 63:4)
{وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسِبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ}
Bab : Firman Allah Ta’ala: “Mereka (yaitu) orang-orang yang berkata: “Janganlah kamu memberikan nafkah kepada orang-orang yang bersama Rasulullah, sehingga mereka meninggalkannya.” (QS. 63:7)
قَوْلِهِ {هُمُ الَّذِينَ يَقُولُونَ لاَ تُنْفِقُوا عَلَى مَنْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّى يَنْفَضُّوا} يَنْفَضُّوا} وَيَتَفَرَّقُوا
Bab 408: “Dan kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya.” (63:7)
{وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لاَ يَفْقَهُونَ}
`Abdullah bin Al-Fadl memberi tahu saya bahwa Anas bin Malik berkata, "Saya sangat bersedih atas orang-orang yang terbunuh dalam Pertempuran Al-Harra. Ketika Zaid bin Arqarr mendengar kesedihan saya yang mendalam (atas orang-orang Ansar yang terbunuh), dia menulis surat kepada saya yang mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah ( ﷺ ) berkata, Ya Allah! Ampunilah orang-orang Ansar dan anak-anak Ansar. Subnarator, Ibn Al-Fadl, tidak yakin apakah Rasulullah ( ﷺ ) juga mengatakan, Dan cucu-cucu mereka." Beberapa orang yang hadir, bertanya kepada Anas (tentang Zaid). Dia berkata, "Dia (Zaid) adalah orang yang tentangnya Rasulullah ( ﷺ ) berkata, 'Dia adalah orang yang pendengarannya yang baik menjadi saksi bagi Allah.'
Kami berada di Ghazwa dan seorang laki-laki dari kaum muhajirin menendang seorang Anshar (pada pantatnya dengan kakinya). Lelaki Anshar itu berkata, "Wahai kaum Anshar! (Tolong!)" Kaum muhajirin itu berkata, "Wahai kaum muhajirin! (Tolong)." Ketika Rasulullah ( ﷺ ) mendengar itu, beliau berkata, "Apa itu?" Mereka berkata, "Seorang laki-laki dari kaum muhajirin menendang seorang laki-laki dari kaum Anshar (pada pantatnya dengan kakinya). Mendengar itu kaum Anshar berkata, 'Wahai kaum Anshar!' dan kaum muhajirin itu berkata, 'Wahai kaum muhajirin!" Nabi ( ﷺ ) berkata, 'Tinggalkanlah (seruan itu) karena itu adalah hal yang menjijikkan." Jumlah kaum Anshar lebih banyak (daripada jumlah kaum muhajirin) pada saat Nabi ( ﷺ ) datang ke Madinah, tetapi kemudian jumlah kaum muhajirin bertambah. Abdullah bin Ubai berkata, "Apakah mereka (para muhajirin) telah melakukan hal itu? Demi Allah, jika kita kembali ke Madinah, niscaya orang-orang yang lebih terhormat akan mengusir orang-orang yang lebih hina dari sana." Umar bin Khattab berkata, "Ya Rasulullah ( ﷺ )! Biarkan aku memenggal kepala orang munafik ini!" Nabi berkata, "Biarkan saja dia, jangan sampai orang-orang berkata bahwa Muhammad membunuh para sahabatnya."
Bab : Firman Allah ta'ala: "Mereka (orang-orang munafik) berkata: "Jika kita kembali ke Madinah, niscaya orang-orang yang lebih mulia akan mengusir orang-orang yang lebih hina dari sana..." (QS. 63:8)
قَوْلِهِ {يَقُولُونَ لَئِنْ رَجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الأَعَزُّ مِنْهَا الأَذَلَّ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لاَ يَعْلَمُونَ}
Bab : "... Dan bagi orang-orang yang sedang hamil, baik yang telah diceraikan maupun yang telah meninggal suaminya, maka masa 'iddah mereka adalah sampai mereka selesai melahirkan. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, niscaya Allah akan memudahkan urusannya." (QS. 65:4)
{وَأُولاَتُ الأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا}. وَأُولاَتُ الأَحْمَالِ وَاحِدُهَا ذَاتُ حَمْلٍ
Bab : “Boleh jadi, jika dia menceraikan kamu sekalian, maka Tuhannya akan memberikan kepadanya sebagai pengganti kamu, istri-istri yang lebih baik dari kamu... (QS. 66:5)
قَوْلِهِ {عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبَدِّلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا}
Bab : "(Ingatlah) akan hari (ketika) tulang kering tersingkap..." (QS. 68:42)
{يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ}
Bab : "Dan janganlah kamu tinggalkan Wadd, Suwa, Yaguth, Ya'uq dan Nasr..." (QS. 71:23)
{وَدًّا وَلاَ سُوَاعًا وَلاَ يَغُوثَ وَيَعُوقَ}
Bab
Bab : "Dan jauhilah Ar-Rujz (berhala)" (QS. 74:5)
قَوْلِهِ {وَالرِّجْزَ فَاهْجُرْ}
Bab 439: “Dan tanggung jawab Kamilah untuk mengumpulkannya, dan Kami berikan kepadamu (Muhammad) kemampuan untuk membacanya.” (QS. 75:17)
{إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ}
Bahwa ia bertanya kepada Sa`id bin Jubair tentang (firman Allah). 'Janganlah kamu gerakkan lidahmu tentang (Al-Qur'an) untuk tergesa-gesa dengannya.' Ia berkata, "Ibn `Abbas berkata bahwa Nabi ( ﷺ ) biasa menggerakkan bibirnya ketika Wahyu Ilahi diwahyukan kepadanya. Maka Nabi ( ﷺ ) diperintahkan untuk tidak menggerakkan lidahnya, yang biasa ia lakukan, agar tidak ada beberapa kata yang luput dari ingatannya. 'Bagi Kami untuk mengumpulkannya' berarti, Kami akan mengumpulkannya di dadamu;' dan bacaannya' berarti, Kami akan membuatmu membacanya. 'Tetapi ketika Kami membacanya (yaitu ketika ia diwahyukan kepadamu), ikutilah bacaannya; adalah bagi Kami untuk menjelaskannya dan menjadikannya jelas,' (yaitu Kami akan menjelaskannya melalui lidahmu).
Bab : “Dan apabila Kami telah membacakannya kepadamu (Muhammad) melalui perantara Jibril, maka ikutilah bacaannya.” (QS. 75:18)
قَوْلِهِ {فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ}
Bab : Firman Allah SWT: "Itu adalah suatu hari ketika mereka tidak dapat berbicara (pada sebagiannya)." (QS. 77:35)
قَوْلِهِ {هَذَا يَوْمُ لاَ يَنْطِقُونَ}
Bab : "(Yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka kamu keluar berbondong-bondong." (QS. 78:18)
{يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا} زُمَرًا