Komentar Kenabian tentang Al-Qur'an (Tafsir Nabi (saw))

كتاب التفسير

Bab : "Kejam dan terlebih lagi hina (lahir di luar nikah)." (Ayat 68:13)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

(mengenai Ayat): - 'Kejam sesudah semua itu, anak haram.' (68.13) Ia diturunkan sehubungan dengan seorang laki-laki dari Quraisy yang memiliki tanda yang menonjol (Zanamah) seperti tanda yang menonjol yang biasanya digantungkan pada leher seekor kambing (untuk mengenalinya).

Diriwayatkan Haritha bin Wahb Al-Khuza`i

Aku mendengar Rasulullah ( ﷺ ) bersabda, "Bolehkah aku ceritakan tentang para penghuni surga? Setiap orang yang lemah, miskin, dan tidak dikenal, yang dipandang rendah oleh manusia, tetapi sumpahnya akan dipenuhi oleh Allah jika ia bersumpah untuk melakukan sesuatu. Dan bolehkah aku ceritakan tentang para penghuni neraka? Mereka semua adalah orang-orang yang keras kepala, sombong, dan keras kepala."

Bab : "Dan janganlah kamu tinggalkan Wadd, Suwa, Yaguth, Ya'uq dan Nasr..." (QS. 71:23)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

Semua berhala yang disembah oleh kaum Nuh kemudian disembah oleh bangsa Arab. Adapun berhala Wadd, disembah oleh suku Kalb di Daumat-al-Jandal; Suwa` adalah berhala (suku) Hudhail; Yaghouth disembah oleh (suku) Murad dan kemudian oleh Bani Ghutaif di Al-Jurf dekat Saba; Ya`uq adalah berhala Hamdan, dan Nasr adalah berhala Himyar, cabang Dhi-al-Kala`. Nama-nama (berhala) sebelumnya milik beberapa orang saleh dari kaum Nuh, dan ketika mereka meninggal, Setan mengilhami kaum mereka untuk (mempersiapkan dan menempatkan berhala di tempat-tempat di mana mereka biasa duduk, dan menyebut berhala-berhala itu dengan nama-nama mereka. Kaum itu melakukannya, tetapi berhala-berhala itu tidak disembah sampai orang-orang (yang memulainya) itu meninggal dan asal usul berhala-berhala itu menjadi tidak jelas, sehingga orang-orang mulai menyembahnya.

Bab

Bab

Diriwayatkan oleh Yahya bin Abi Katsir

Aku bertanya kepada Aba Salama bin `Abdur-Rahman tentang Surah pertama yang diturunkan dalam Al-Qur'an. Ia menjawab, "Hai kamu, orang yang terbungkus (yakni Al Muddaththir)." Aku berkata, "Mereka mengatakan, 'Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan,' (yaitu Surat Al-`Alaq (Darah)." Mengenai hal itu, Abu Salama berkata, "Aku bertanya kepada Jabir bin `Abdullah tentang hal itu, dan ia mengatakan hal yang sama seperti yang telah engkau katakan, lalu ia berkata, 'Aku tidak akan memberitahumu kecuali apa yang telah Rasulullah ( ﷺ ) sampaikan kepada kami. Rasulullah ( ﷺ ) berkata, "Aku sedang menyendiri di gua Hiram', dan setelah aku menyelesaikan masa menyendiri yang terbatas itu. Aku turun (dari gua) dan mendengar suara memanggilku. Aku menoleh ke kanan, tetapi tidak melihat apa pun. Kemudian aku mendongak dan melihat sesuatu. Maka aku pergi kepada Khadijah (istri Nabi) dan menyuruhnya untuk membungkusku dan menyiramku dengan air dingin. Maka mereka membungkusku dan menyiramku dengan air dingin." Kemudian, 'Hai kamu, (Muhammad) yang telah dibungkus! Bangunlah dan berilah peringatan,' (Surat Al Muddaththir) diturunkan." (74.1)

Bab : Firman Allah Ta’ala: “Bangunlah dan berilah peringatan.” (QS. 74:3)

Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah

Nabi ( ﷺ ) bersabda, “Aku sedang menyendiri di gua Hira...” (mirip dengan riwayat yang diriwayatkan oleh `Ali bin Al-Mubarak, 444 di atas).

Bab : Firman Allah SWT: “Dan agungkanlah Tuhanmu (Allah)!” (QS. 74:3)

Dikisahkan Yahya

Aku bertanya kepada Aba Salama, "Surat Al-Qur'an manakah yang diturunkan pertama kali?" Ia menjawab, "Hai orang-orang yang terbungkus (Al-Muddaththir)." Aku berkata, "Telah diberitahu kepadaku bahwa itu adalah, 'Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan (yaitu Surat Al-Alaq)...serupa dengan riwayat yang diriwayatkan oleh `Ali bin Al-Mubarak, 444 di atas).

Bab : “Dan apabila Kami telah membacakannya kepadamu (Muhammad) melalui perantara Jibril, maka ikutilah bacaannya.” (QS. 75:18)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

(mengenai) Pernyataan Allah: "Jangan gerakkan lidahmu tentang (Al-Qur'an) untuk bersegera dengannya." (75.16) Ketika Jibril mengungkapkan Wahyu Ilahi kepada Utusan Allah ( ﷺ ), dia (Utusan Allah ( ﷺ )) menggerakkan lidah dan bibirnya, dan keadaan itu sangat sulit baginya, dan gerakan itu menunjukkan bahwa wahyu sedang berlangsung. Jadi Allah mengungkapkan dalam Surat Al-Qiyama yang dimulai: 'Aku bersumpah demi Hari Kebangkitan...' (75) Ayat-ayat: -- 'Jangan gerakkan lidahmu tentang (Al-Qur'an) untuk bersegera dengannya. Adalah untuk Kami mengumpulkannya (Al-Qur'an) dalam pikiranmu, dan memberimu kemampuan untuk membacanya dengan hati. (75.16-17) Ibnu Abbas menambahkan: "Bagi Kamilah (Al-Qur'an) itu (di dalam pikiranmu) dan memberimu kemampuan untuk membacanya di luar kepala. Artinya: "Apabila Kami menurunkannya, maka dengarkanlah. Kemudian, bagi Kamilah (Kami) yang menjelaskannya." Artinya: "Bagi Kamilah (Kami) yang menjelaskannya melalui lisanmu." Maka setiap kali Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah ( ﷺ ), ia akan diam (dan mendengarkan), dan ketika Malaikat itu pergi, maka Rasulullah ( ﷺ ) akan membacakan wahyu itu sebagaimana yang dijanjikan Allah kepadanya.

Bab : "(Yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka kamu keluar berbondong-bondong." (QS. 78:18)

Diriwayatkan oleh Al-A`mash

Abu Hurairah berkata, "Rasulullah ( ﷺ ) bersabda, 'Di antara dua bunyi terompet, akan ada empat puluh." Seseorang bertanya kepada Abu Hurairah, "Empat puluh hari?" Namun ia menolak menjawab. Kemudian ia bertanya, "Empat puluh bulan?" Ia menolak menjawab. Kemudian ia bertanya, "Empat puluh tahun?" Sekali lagi, ia menolak menjawab. Abu Hurairah menambahkan. "Kemudian (setelah periode ini) Allah akan mengirimkan air dari langit dan kemudian mayat-mayat akan tumbuh seperti tumbuhnya tanaman, Tidak ada satu pun dari tubuh manusia yang tidak membusuk kecuali satu tulang; yaitu tulang kecil di ujung tulang ekor yang darinya tubuh manusia akan diciptakan kembali pada Hari Kiamat." (Lihat Hadits No. 338)

Bab : “(Yaitu) pada hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.” (QS. 83:6)

Bab : “Kamu pasti akan berjalan dari satu tahap ke tahap yang lain (di dunia dan di akhirat)” (QS. 84:19)

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Zama

Bahwa dia mendengar Nabi ( ﷺ ) menyampaikan khotbah, dan dia menyebutkan unta betina dan orang yang melumpuhkannya. Rasulullah ( ﷺ ) membacakan: -- 'Ketika, orang yang paling jahat di antara mereka keluar (untuk melumpuhkan unta betina).' (91.12.) Kemudian dia berkata, "Seorang pria tangguh yang setara dengannya langka dan yang menikmati perlindungan rakyatnya, seperti Abi Zama pergi untuk (melumpuhkannya)." Nabi ( ﷺ ) kemudian menyebutkan tentang wanita (dalam khotbahnya). "Tidaklah bijaksana bagi siapa pun dari kalian untuk mencambuk istrinya seperti seorang budak, karena dia mungkin tidur dengannya malam itu juga." Kemudian dia menyarankan mereka untuk tidak tertawa ketika seseorang kentut dan berkata, "Mengapa seseorang harus menertawakan apa yang dia sendiri lakukan?"

Bab : "Demi Dia yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan." (QS. 92:3)

Dikisahkan Ibrahim

Para sahabat Abdullah bin Mas`ud mendatangi Abu Darda' (dan sebelum mereka tiba di rumahnya), ia mencari mereka dan menemukan mereka. Kemudian ia bertanya kepada mereka, "Siapa di antara kalian yang dapat membaca (Al-Qur'an) sebagaimana Abdullah membacanya?" Mereka menjawab, "Kami semua." Ia bertanya, "Siapa di antara kalian yang hafal Al-Qur'an?" Mereka menunjuk Alqama. Kemudian ia bertanya kepada Alqama. "Bagaimana kalian mendengar Abdullah bin Mas`ud membaca Surat Al-Lail (Malam)?" Alqama membaca: "Demi laki-laki dan perempuan." Abu Ad-Darda berkata, "Aku bersaksi bahwa aku mendengar Nabiku membacanya juga, tetapi orang-orang ini ingin aku membacanya: -- 'Dan demi Dia yang menciptakan laki-laki dan perempuan.' tetapi demi Allah, aku tidak akan mengikuti mereka."

Bab : Pernyataan Allah SWT: '... dan beriman kepada Al-Husna." (1)(QS. 92:6) (1): (Ch.) Yang terbaik (yakni, Laa ilaha illallah: tidak ada yang berhak disembah selain Allah) atau pahala dari Allah (yakni, Allah akan mengganti apa yang dibelanjakannya di jalan Allah atau memberkatinya dengan surga).

Diriwayatkan oleh Abu Abdur-Rahman

`Ali berkata, "Kami sedang duduk bersama Nabi," (Dia kemudian menyebutkan hadits di atas (469).

Bab : Pernyataan Allah SWT: "Dan mendustakan Al-Husna..." (QS.92:9).

Diriwayatkan oleh Ali

Ketika kami sedang dalam prosesi pemakaman di Baqi Al-Gharqad, Rasulullah ( ﷺ ) datang dan duduk, dan kami duduk di sekelilingnya. Beliau memegang sebatang tongkat kecil di tangannya dan menundukkan kepalanya serta mulai menggaruk tanah dengan tongkat itu. Beliau kemudian berkata, "Tidak seorang pun di antara kalian, dan tidak ada satu makhluk pun yang diciptakan kecuali telah dituliskan tempatnya di Surga atau di Neraka, dan telah dituliskan pula nasibnya yang bahagia atau sengsara (di akhirat)." Seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah ( ﷺ )! Haruskah kita bergantung kepada apa yang telah dituliskan untuk kita dan meninggalkan amal-amal? Karena barangsiapa di antara kita yang ditakdirkan beruntung (di akhirat), maka ia akan bergabung dengan orang-orang yang beruntung dan barangsiapa di antara kita yang ditakdirkan sengsara, maka ia akan melakukan perbuatan-perbuatan yang merupakan ciri-ciri orang-orang yang ditakdirkan untuk sengsara." Nabi ( ﷺ ) bersabda, “Orang-orang yang ditakdirkan bahagia (di akhirat) akan merasa mudah dan senang melakukan amal-amal yang menjadi ciri orang-orang yang ditakdirkan bahagia, sedangkan orang-orang yang ditakdirkan sengsara (di akhirat), akan merasa mudah melakukan amal-amal yang menjadi ciri orang-orang yang ditakdirkan sengsara.” Kemudian beliau membaca: ‘Adapun orang yang bersedekah dan bertakwa kepada Allah serta beriman kepada pahala yang sebaik-baiknya dari Allah,’ (92.5-6)

Bab : Firman Allah Ta’ala: “Tuhanmu (Muhammad saw) tidak meninggalkanmu dan tidak (pula) membencimu.” (QS. 93:1-3)

Diriwayatkan Jundub Al-Bajali

Seorang wanita berkata, "Wahai Rasulullah ( ﷺ )! Aku melihat temanmu telah menunda (menyampaikan Al-Qur'an) kepadamu." Maka diturunkanlah wahyu: "Tuhanmu (wahai Muhammad) tidak meninggalkanmu dan tidak membencimu." (93.1-3)

Bab : “Dan kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya.” (63:7)

Diriwayatkan oleh Musa bin Uqba

`Abdullah bin Al-Fadl memberi tahu saya bahwa Anas bin Malik berkata, "Saya sangat bersedih atas orang-orang yang terbunuh dalam Pertempuran Al-Harra. Ketika Zaid bin Arqarr mendengar kesedihan saya yang mendalam (atas orang-orang Ansar yang terbunuh), dia menulis surat kepada saya yang mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah ( ﷺ ) berkata, Ya Allah! Ampunilah orang-orang Ansar dan anak-anak Ansar. Subnarator, Ibn Al-Fadl, tidak yakin apakah Rasulullah ( ﷺ ) juga mengatakan, Dan cucu-cucu mereka." Beberapa orang yang hadir, bertanya kepada Anas (tentang Zaid). Dia berkata, "Dia (Zaid) adalah orang yang tentangnya Rasulullah ( ﷺ ) berkata, 'Dia adalah orang yang pendengarannya yang baik menjadi saksi bagi Allah.'

Bab : "Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan (bagi dirimu) apa yang telah Allah halalkan bagimu?..." (QS. 66:1)

Diriwayatkan oleh `Aisha

Rasulullah ( ﷺ ) biasa minum madu di rumah Zainab, putri Jahsh, dan akan tinggal di sana bersamanya. Maka Hafsa dan aku sepakat secara diam-diam bahwa, jika ia datang kepada salah satu dari kami, ia akan berkata kepadanya, "Sepertinya kamu telah memakan Maghafir (sejenis damar yang berbau tidak sedap), karena aku mencium bau Maghafir di dalam dirimu," (Kami pun melakukannya) dan ia menjawab, "Tidak, tetapi aku sedang minum madu di rumah Zainab, putri Jahsh, dan aku tidak akan meminumnya lagi. Aku telah bersumpah mengenai hal itu, dan kamu tidak boleh memberi tahu siapa pun tentang hal itu."