Sahabat Nabi
كتاب فضائل أصحاب النبى صلى الله عليه وسلم
Bab : Keutamaan ʿUmar bin al-Khaṭṭāb Abū Ḥafṣ al-Qurashī al-ʿAdawī (radhiyallahu ʿanhu)
Jâbir bin ʿAbdullāh (radhiyallahu ʿanhumā) berkata: Nabi ﷺ bersabda: „Aku bermimpi masuk surga, ternyata aku berada di sisi Rumaiṣā', istri Abū Ṭalḥah. Lalu aku mendengar suara langkah kaki. Aku bertanya: ‚Siapa ini?‘ Dijawab: ‚Ini Bilāl.‘ Kemudian aku melihat sebuah istana yang di halamannya terdapat seorang budak perempuan. Aku bertanya: ‚Istana ini milik siapa?‘ Dijawab: ‚Milik ʿUmar.‘ Aku ingin memasukinya dan melihatnya, tetapi aku teringat kecemburuanmu. Maka ʿUmar berkata: ‚Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, apakah aku cemburu kepadamu?‘
Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata, "Ketika seorang gembala berada di antara domba-dombanya, seekor serigala menyerang mereka dan mengambil seekor domba. Gembala mengejarnya dan membebaskan domba itu dari serigala. Serigala itu berbalik ke arah gembala dan berkata, 'Siapa yang akan menjaga domba-domba pada hari binatang buas ketika ia tidak akan memiliki gembala kecuali diriku sendiri?" Orang-orang berkata, "Dimuliakanlah Allah." Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Tetapi aku percaya padanya dan begitu juga Abu Bakar dan 'Umar meskipun Abu Bakar dan 'Umar tidak hadir di sana (di tempat terjadi).
Bab : Keutamaan kerabat Rasulullah ﷺ dan keutamaan Fatimah 'alaihassalam putri Nabi ﷺ.
Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib, dari Az-Zuhri, dia berkata: telah menceritakan kepadaku 'Urwah bin Az-Zubair, dari 'Aisyah, bahwa Fatimah 'alaihassalam mengirim utusan kepada Abu Bakar untuk menanyakan harta warisannya dari Nabi ﷺ berupa harta fai' yang Allah berikan kepada Rasul-Nya ﷺ, yaitu ia meminta sedekah Nabi ﷺ yang ada di Madinah, Fadak, dan sisa seperlima Khaibar.
Maka Abu Bakar berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Kami tidak diwarisi; apa yang kami tinggalkan adalah sedekah. Keluarga Muhammad hanya makan dari harta ini’ – maksudnya harta Allah – ‘dan mereka tidak boleh mengambil lebih dari sekadar makanan.’ Dan demi Allah, aku tidak akan mengubah sesuatu pun dari sedekah-sedekah Nabi ﷺ yang berlaku pada zaman Nabi ﷺ, dan sungguh aku akan mengelolanya sebagaimana Rasulullah ﷺ mengelolanya.”
Kemudian Ali bersyahadat, lalu berkata, “Wahai Abu Bakar, kami telah mengetahui keutamaanmu.” Dan dia menyebutkan kekerabatan mereka dengan Rasulullah ﷺ dan hak mereka.
Maka Abu Bakar berbicara dan berkata, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kerabat Rasulullah ﷺ lebih aku cintai untuk kusambung daripada kerabatku sendiri.”
Bab : Kelebihan Az-Zubair bin Al-'Awwam رضي الله عنه
Ketika aku bersama Utsman, seorang pria datang kepadanya dan berkata, "Tunjuklah penggantimu." Utsman berkata, "Apakah pengganti seperti itu telah dinamakan?" Dia menjawab, "Ya, Az-Zubair." Utsman berkata, tiga kali, "Demi Allah! Memang kamu tahu bahwa dia adalah yang terbaik darimu."
Pada hari pertempuran Al-Yarmuk, para sahabat Nabi (صلى الله عليه وسلم) berkata kepada Az-Zubair, "Maukah engkau menyerang musuh dengan penuh semangat sehingga kami dapat menyerang mereka bersama-sama denganmu?" Jadi Az-Zubair menyerang mereka, dan mereka menimbulkan dua luka di bahunya, dan di antara dua luka ini ada bekas luka tua yang dia terima pada hari pertempuran Badr Ketika saya masih kecil, saya biasa memasukkan jari-jari saya ke bekas luka yang sedang bermain.
Bab : (Narasi) tentang Talha bin 'Ubaidullah رضي الله عنه
Diriwayatkan 'Umar:
"Sebelum Nabi wafat, dia senang dengannya (Talha bin 'Ubaidullah).
Selama salah satu Ghazawat di mana Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) sedang berperang, tidak ada yang tersisa dengan Nabi (صلى الله عليه وسلم) selain Talha dan Sa'd.
Bab : Bab: Keutamaan Sa'd bin Abi Waqqas az-Zuhri dan Bani Zuhra, paman-paman dari pihak ibu Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam), dan dia adalah Sa'd bin Malik.
Muḥammad bin al-Muthannā menceritakan kepadaku; ʿAbd al-Wahhāb menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Yaḥyā berkata: Aku mendengar Saʿīd bin al-Musayyab berkata: Aku mendengar Saʿd berkata: Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) mengumpulkan kedua orang tuanya untukku pada hari Uḥud.
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin al-Mutsanna; telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab; dia berkata: Aku mendengar Yahya; dia berkata: Aku mendengar Sa'id bin al-Musayyab; dia berkata: Aku mendengar Sa'd berkata: 'Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengumpulkan kedua orang tuanya untukku pada hari Uhud.'
Bab : Kebajikan Zaid bin Haritha
Aisha berkata, "Seorang Qaif (yaitu orang yang terampil dalam mengenali garis keturunan seseorang melalui Fisiognomi dan melalui pemeriksaan bagian tubuh bayi) datang kepadaku sementara Nabi (صلى الله عليه وسلم) hadir, dan Usama bin Zaid dan Zaid bin Haritha sedang tertidur. Kata Qa'if. Kaki ini (Usama dan ayahnya) adalah orang-orang yang berasal dari garis keturunan yang sama.' " Nabi (صلى الله عليه وسلم) senang dengan perkataan itu yang memenangkan kekagumannya, dan dia menceritakan kepada 'Aisyah tentang hal itu.
Bab : Narasi tentang Usama bin Zaid
Aisha
berkata, "Seorang wanita dari Bani Makhzumiya melakukan pencurian dan orang-orang berkata, 'Siapa yang dapat menjadi perantara kepada Nabi (صلى الله عليه وسلم) untuknya?' Jadi tidak ada yang berani berbicara kepadanya (yaitu Nabi) tetapi Usama bin Zaid berbicara kepadanya. Nabi bersabda, 'Jika seorang yang bereputasi di antara bani Bani Israel melakukan pencurian, mereka biasa mengampuninya, tetapi jika orang miskin melakukan pencurian, mereka akan memotong tangannya. Tetapi aku akan memotong bahkan tangan Fatima (yaitu putri Nabi) jika dia melakukan pencurian."
Suatu hari Ibnu 'Umar, ketika berada di Masjid, melihat seorang pria yang sedang menyeret pakaiannya sambil berjalan di salah satu sudut Masjid Dia berkata, "Lihat siapa itu. Saya berharap dia dekat dengan saya." Seseorang kemudian berkata (kepada Ibnu 'Umar), "Tidakkah kamu mengenalnya, wahai Abu 'Abdur-Rahman? Dia adalah Muhammad bin Usama." Pada saat itu Ibnu 'Umar menundukkan kepalanya dan menggali tanah dengan tangannya dan kemudian, berkata, "Jika Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) melihatnya, dia akan mencintainya."
Bab : Keutamaan Abdullah bin Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhuma
Pada masa hidup Nabi ﷺ, jika seseorang bermimpi, ia menceritakannya kepada Nabi ﷺ. Aku berkeinginan untuk bermimpi sesuatu yang dapat kuceritakan kepada Nabi ﷺ. Saat itu aku masih remaja lajang dan aku tidur di masjid pada masa Nabi ﷺ. Maka aku bermimpi seolah-olah dua malaikat membawaku dan pergi bersamaku menuju Neraka. Ternyata Neraka itu terlipat seperti sumur, memiliki dua sisi seperti sisi sumur, dan di dalamnya ada orang-orang yang kukenal. Aku pun mulai mengucapkan: 'Aku berlindung kepada Allah dari Neraka, aku berlindung kepada Allah dari Neraka.' Lalu seorang malaikat lain menemui keduanya dan berkata kepadaku: 'Kamu tidak akan ditakuti.'
Aku menceritakan mimpiku kepada Hafshah, lalu Hafshah menceritakannya kepada Nabi ﷺ. Beliau bersabda: 'Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah sekiranya ia mau shalat malam.' (Salim berkata: 'Maka setelah itu Abdullah tidak tidur di malam hari kecuali sedikit.')
Bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) telah berkata kepadanya, "'Abdullah adalah orang yang saleh."
Bab : Keutamaan ‘Ammar dan Hudzaifah (رضي الله عنهما)
‘Alqamah berkata: Aku tiba di Syam, lalu salat dua rakaat, kemudian aku berdoa, “Ya Allah, mudahkanlah bagiku teman duduk yang saleh.” Maka aku mendatangi suatu kaum dan duduk bersama mereka. Tiba-tiba seorang syekh datang dan duduk di dekatku. Aku bertanya, “Siapa ini?” Mereka menjawab, “Abu Darda.” Aku berkata, “Sesungguhnya aku memohon kepada Allah agar dimudahkan bagiku teman duduk yang saleh, maka Allah memudahkanmu untukku.” Dia bertanya, “Engkau dari mana?” Aku menjawab, “Dari penduduk Kufah.” Dia berkata, “Apakah tidak ada di antara kalian Ibnu Ummi ‘Abd, pemilik sandal, bantal, dan bejana wudu? Dan di antara kalian ada orang yang Allah lindungi dari setan melalui lisan Nabi-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam)? Dan tidakkah di antara kalian ada pemegang rahasia Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang tidak diketahui seorang pun selain dia?” Kemudian dia berkata, “Bagaimana Abdullah membaca: ‘Demi malam apabila menutupi’?” Maka aku membacakan kepadanya ayat-ayat ini:
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى
yaitu: “Demi malam apabila menutupi, demi siang apabila terang benderang, dan demi laki-laki dan perempuan.” Dia berkata, “Demi Allah, Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) membacakannya kepadaku dari mulutnya ke mulutku.”
Bab : Sabda Nabi ﷺ: 'Seandainya aku mengambil seorang Khalil' – dikatakan oleh Abu Sa'id
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: 'Seandainya aku mengambil seorang kekasih (khalil) dari umatku, niscaya aku mengambil Abu Bakar, tetapi dia adalah saudara dan sahabatku.'
Bab : Kelebihan 'Umar bin Al-Khattab رضي الله عنه
Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Aku melihat diriku (dalam mimpi) memasuki Firdaus, dan lihatlah! Aku melihat Ar-Rumaisa', istri Abu Talha. Saya mendengar langkah kaki. Saya bertanya, Siapa itu? Seseorang berkata, 'Ini Bilal' Kemudian saya melihat sebuah istana dan seorang wanita duduk di halamannya. Saya bertanya, 'Untuk siapa istana ini?' Seseorang menjawab, 'Ini untuk 'Umar.' Aku berniat untuk memasukinya dan melihatnya, tetapi aku memikirkan Gheramu ('Umar) (dan menyerah dalam upaya itu)." 'Umar berkata, "Biarlah orang tuaku dikorbankan untukmu, ya Rasulullah (صلى الله عليه وسلم)! Beraninya saya berpikir tentang Ghira (harga diri) saya tersinggung oleh Anda?
Nabi ﷺ bersabda: “Aku melihat diriku masuk surga, ternyata di sana ada Ar-Rumaisa', istri Abu Thalhah. Aku mendengar suara gemerisik, maka aku bertanya: “Siapa ini?” Dikatakan: “Ini Bilal.” Dan aku melihat sebuah istana yang di halamannya ada seorang gadis, maka aku bertanya: “Milik siapa ini?” Dikatakan: “Untuk 'Umar.” Aku ingin memasukinya dan melihatnya, tetapi aku teringat kecemburuanmu.” Maka 'Umar berkata: “Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, apakah aku cemburu kepadamu?”
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Aku melihat diriku masuk surga, ternyata di sana ada ar-Rumaisa', istri Abu Thalhah. Lalu aku mendengar suara langkah kaki, maka aku bertanya: Siapa ini? Dijawab: Ini Bilal. Dan aku melihat sebuah istana yang di halamannya ada seorang gadis, maka aku bertanya: Untuk siapa ini? Dijawab: Untuk Umar. Aku ingin memasukinya untuk melihatnya, tetapi aku teringat kecemburuanmu.' Maka Umar berkata: 'Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, apakah aku cemburu kepadamu?'
Nabi ﷺ bersabda: “Aku melihat diriku masuk surga, ternyata di sana ada ar-Rumaysa, istri Abu Thalhah. Lalu aku mendengar suara langkah kaki, maka aku bertanya: ‘Siapa ini?’ Dikatakan: ‘Ini Bilal.’ Dan aku melihat sebuah istana yang di halamannya terdapat seorang gadis, maka aku bertanya: ‘Ini milik siapa?’ Dikatakan: ‘Milik Umar.’ Aku ingin masuk untuk melihatnya, tetapi aku teringat kecemburuanmu.” Maka Umar berkata: “Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, apakah aku cemburu kepadamu?”
Aku bermimpi memasuki surga, ternyata aku berada di dekat Ar-Rumaisa', istri Abu Thalhah, dan aku mendengar suara langkah kaki. Aku bertanya, 'Siapa ini?' Dikatakan, 'Ini Bilal.' Dan aku melihat sebuah istana yang di halamannya terdapat seorang gadis. Aku bertanya, 'Istana siapa ini?' Dikatakan, 'Milik 'Umar.' Aku ingin memasukinya untuk melihatnya, tetapi aku teringat kecemburuanmu.
'Umar berkata, 'Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, apakah aku cemburu kepadamu?'