Sahabat Nabi
كتاب فضائل أصحاب النبى صلى الله عليه وسلم
Bab : Keutamaan Utsman bin Affan, Abu 'Amr Al-Qurasyi, radhiyallahu 'anhu
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masuk ke sebuah kebun dan memerintahkanku untuk menjaga pintunya. Lalu datang seorang laki-laki meminta izin. Beliau bersabda, 'Izinkan dia dan berilah kabar gembira kepadanya dengan surga.' Ternyata dia adalah Abu Bakar. Kemudian datang lagi seorang laki-laki meminta izin. Beliau bersabda, 'Izinkan dia dan berilah kabar gembira kepadanya dengan surga.' Ternyata dia adalah Umar. Kemudian datang lagi seorang laki-laki meminta izin. Beliau diam sejenak, lalu bersabda, 'Izinkan dia dan berilah kabar gembira kepadanya dengan surga, atas cobaan yang akan menimpanya.' Ternyata dia adalah Utsman bin Affan.
Hammad berkata, 'Ashim al-Ahwal dan Ali bin al-Hakam menceritakan kepada kami, keduanya mendengar Abu Utsman menceritakan dari Abu Musa dengan redaksi yang semisal, dan Ashim menambahkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sedang duduk di suatu tempat yang terdapat air, kedua lututnya (atau: lututnya) terbuka, dan ketika Utsman masuk, beliau menutupnya.'
Bab : Bab: Kisah Bai'at dan kesepakatan atas 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu.
Kami tidak pernah berhenti menjadi mulia sejak 'Umar masuk Islam.
Bab : Keutamaan ʿAlī bin Abī Ṭālib al-Qurasyī al-Hāsyimī Abū al-Ḥasan, raḍiyallāhu ʿanhu
Rasulullah ﷺ bersabda, 'Besok aku akan memberikan bendera ini kepada seorang laki-laki yang dengan tangannya Allah akan memberikan kemenangan.' Maka pada malam itu orang-orang berbincang-bincang tentang siapa di antara mereka yang akan diberi bendera itu. Ketika pagi tiba, mereka pergi kepada Rasulullah ﷺ dan masing-masing berharap akan diberi bendera tersebut. Beliau bertanya, 'Di mana ʿAlī bin Abī Ṭālib?' Mereka menjawab, 'Ia sedang mengeluh sakit mata, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Utuslah seseorang kepadanya dan bawalah dia kemari.' Ketika ʿAlī datang, Rasulullah ﷺ meludahi kedua matanya dan mendoakannya, lalu sembuhlah ia seakan-akan tidak sakit. Kemudian beliau memberikan bendera itu kepadanya. ʿAlī berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah aku harus memerangi mereka hingga mereka menjadi seperti kami?' Beliau menjawab, 'Teruslah berjalan dengan tenang hingga engkau tiba di dekat mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam dan beritahukanlah kepada mereka kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah di dalamnya. Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang saja melalui dirimu, itu lebih baik bagimu daripada memiliki unta-unta merah.'
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami 'Abdul-'Aziz, dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Sungguh, aku akan memberikan bendera ini besok kepada seorang laki-laki yang Allah akan memberikan kemenangan melalui kedua tangannya.' Ia (Sahl) berkata, 'Maka orang-orang bermalam-malam membicarakan di antara mereka, siapa di antara mereka yang akan diberi bendera itu. Ketika pagi hari, orang-orang berangkat menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, semuanya berharap akan diberi bendera itu. Beliau bersabda, 'Di mana 'Ali bin Abi Thalib?' Mereka menjawab, 'Dia sedang mengeluh sakit pada kedua matanya, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Utuslah seseorang kepadanya dan bawa dia kemari.' Ketika dia datang, beliau meludahi kedua matanya dan mendoakannya, maka sembuhlah ia seolah-olah tidak ada sakit. Lalu beliau memberikan bendera itu kepadanya. 'Ali berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah aku akan memerangi mereka hingga mereka menjadi seperti kami?' Beliau menjawab, 'Berangkatlah dengan tenang hingga engkau tiba di daerah mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam, dan beritahukanlah kepada mereka tentang hak Allah yang wajib mereka tunaikan. Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk melalui dirimu kepada seorang saja, itu lebih baik bagimu daripada engkau memiliki unta-unta merah.'
Seorang pria datang kepada Ibnu 'Umar dan bertanya tentang Utsman dan Ibnu 'Umar menyebutkan perbuatan baiknya dan berkata kepada penanya. "Mungkin fakta-fakta ini membuatmu kesal?" Yang lain berkata, "Ya." Ibnu 'Umar berkata, "Semoga Allah menancapkan hidungmu ke dalam debu (yaitu merendahkanmu)!' Kemudian pria itu bertanya kepadanya tentang 'Ali. Ibnu 'Umar menyebutkan perbuatan baiknya dan berkata, "Itu semua benar, dan itu adalah rumahnya di tengah-tengah rumah-rumah Nabi. Mungkin fakta-fakta ini telah menyakiti Anda?" Penanya berkata, "Ya." Ibnu 'Umar berkata, "Semoga Allah menancapkan hidungmu ke dalam debu (yaitu merendahkanmu atau membuatmu melakukan hal-hal yang kamu benci)! Pergilah dan lakukan apa pun yang kamu bisa melawanku."
Dan meriwayatkan Sedih bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) berkata kepada 'Ali: "Tidakkah engkau senang karena engkau berkenan kepadaku seperti Harun kepada Musa?"
Bab : Keutamaan Ja'far bin Abi Thalib
Orang-orang biasa berkata, “Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadits.” Padahal aku senantiasa mendampingi Rasulullah ﷺ dengan perut yang kenyang, dan aku merasa puas dengan apa yang mengisi perutku. Aku tidak makan roti beragi, tidak memakai pakaian berhias bergaris, dan tidak seorang laki-laki atau perempuan pun yang melayaniku. Sering kali aku menempelkan perutku ke kerikil karena lapar. Dan aku pernah meminta seseorang membacakan satu ayat Al-Qur'an kepadaku padahal aku sudah hafal, agar ia membawaku pulang dan memberiku makan. Orang yang paling dermawan terhadap orang miskin adalah Ja'far bin Abi Thalib. Ia membawa kami ke rumahnya dan memberi kami makan apa yang ada di rumahnya, sampai-sampai ia mengeluarkan untuk kami wadah minyak yang kosong, lalu kami membelahnya dan menjilati isinya.
Bab : Penyebutan para menantu Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam), di antaranya Abu al-Ash bin ar-Rabi'
‘Ali meminang putri Abu Jahal. Fâtimah mendengar hal itu, lalu datang kepada Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) seraya berkata, “Kaummu mengira bahwa engkau tidak marah demi anak-anak perempuanmu. Ini ‘Ali akan menikahi putri Abu Jahal.” Maka Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) berdiri, dan aku mendengar beliau setelah bertasyahhud bersabda, “Amma ba‘du. Aku telah menikahkan salah seorang putriku dengan Abu al-‘Ash bin ar-Rabi‘, maka ia berbicara kepadaku lalu jujur kepadaku. Sesungguhnya Fâtimah adalah bagian dari diriku, dan aku benci jika ia disakiti. Demi Allah, putri Rasulullah dan putri musuh Allah tidak akan berkumpul pada satu orang laki-laki.” Maka ‘Ali pun meninggalkan lamarannya. Muhammad bin ‘Amr bin Halhalah menambahkan dari Ibnu Syihab dari ‘Ali dari Miswar: Aku mendengar Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam) menyebut seorang menantunya dari Bani ‘Abd-Syams, lalu beliau memujinya karena hubungan pernikahan itu dengan baik. Beliau bersabda, “Ia berbicara kepadaku lalu jujur kepadaku, dan ia berjanji kepadaku lalu menepati janjinya.”
Bab : Narasi tentang Usama bin Zaid
Budak Usama bin Zaid yang dibebaskan berkata, "Al-Hajjaj bin Aiman bin Um Aiman dan Aiman Ibnu Um Aiman adalah saudara Usama dari pihak ibu, dan dia adalah salah satu dari Ansar. Dia dilihat oleh Ibnu 'Umar tidak melakukan sujud dan sujud dengan cara yang sempurna. Jadi Ibnu 'Umar menyuruhnya untuk mengulangi shalatnya.
Bab : Keutamaan 'Ammar dan Hudzaifah radhiyallahu 'anhuma
Aku pergi ke Syam dan salat dua rakaat, kemudian aku berdoa, “Ya Allah, mudahkanlah bagiku teman duduk yang saleh.” Maka aku mendatangi suatu kaum dan duduk bersama mereka. Tiba-tiba seorang syaikh (orang tua) datang hingga duduk di sampingku. Aku bertanya, “Siapa ini?” Mereka menjawab, “(Ini) Abu Darda'.” Aku berkata (kepadanya), “Sesungguhnya aku berdoa kepada Allah agar memudahkan bagiku teman duduk yang saleh, maka Allah memudahkan engkau untukku.” Dia bertanya, “Dari mana engkau?” Aku menjawab, “Dari penduduk Kufah.” Dia berkata, “Bukankah di antara kalian ada Ibnu Ummi 'Abd, pemilik sandal, bantal, dan tempat wudu? Dan di antara kalian ada orang yang Allah lindungi dari setan melalui lisan Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam? Dan di antara kalian ada pemegang rahasia Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang tidak diketahui oleh seorang pun selain dia?” Kemudian dia bertanya, “Bagaimana Abdullah membaca
{وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى}
?” Maka aku membacakan di hadapannya:
{وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى * وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى * وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى}
Abu Darda' berkata, “Demi Allah, sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membacakannya kepadaku dari mulutnya ke mulutku.”
Bab : Kebaikan Abu 'Ubaida bin Al-Jarrah رضي الله عنه
Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata, "Setiap bangsa memiliki orang yang sangat dapat dipercaya, dan orang yang dapat dipercaya dari bangsa ini (yaitu Muslim) adalah Abu 'Ubaida bin Al-Jarrah."
Bab : Jasa-jasa Bilal bin Rabah, budak Abu Bakar yang dibebaskan رضي الل<span translate="no">ه عنه
Nabi berkata (kepada Bilal) "Aku
mendengar suara sepatumu di Paradise tepat di depanku."
Bilal berkata kepada Abu Bakar, "Jika engkau telah membeli aku untuk dirimu sendiri, maka simpanlah aku (untuk dirimu sendiri), tetapi jika engkau telah membeli aku untuk Allah, maka tinggalkan aku untuk Pekerjaan Allah."
Bab : Kelebihan Al-Hasan dan Al-Husain رضي ا<span translate="no">لله عنهما
Saya melihat Nabi (صلى الله عليه وسلم) menggendong Al-Hasan di bahunya sambil berkata, "Ya Allah! Aku mencintainya, jadi tolong cintai dia."
Bab 24: Riwayat tentang Ibnu 'Abbas رضي ا<span translate="no">لله عنهما
Hal yang sama tetapi berkata, "Ya Allah, ajarkan kepadanya (Ibnu Abbas) Kitab (yaitu pemahaman pengetahuan Al-Qur'an)."
Diriwayatkan Khalid:Seperti di atas.
Bab : Jasa-jasa Salim, budak Abu Hudhaifa yang dibebaskan رضي الله عنه
'Abdullah (bin Mas'ud) disebutkan sebelum 'Abdullah bin 'Amr. Yang terakhir berkata, "Itu adalah orang yang terus saya cintai karena saya mendengar Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata, 'Belajarlah pembacaan Al-Qur'an dari (salah satu dari ini) empat orang: 'Abdullah bin Masud, Salim budak Abu Hudhaifa yang dibebaskan, Ubai bin Ka'b, dan Mu'adh bin Jabal." Saya tidak ingat apakah dia menyebutkan Ubai terlebih dahulu atau Mu'adh.
Bab : Kelebihan 'Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه
Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) tidak berbicara dengan cara yang menghina dan tidak pernah berbicara jahat dengan sengaja. Dia biasa berkata, "Yang paling saya cintai di antara Anda adalah orang yang memiliki karakter dan sopan santun terbaik." Dia menambahkan, "Belajarlah Al-Qur'an dari (salah satu dari mereka) empat orang. 'Abdullah bin Mas'ud, Salim budak Abu Hudhaifa yang dibebaskan, Ubai bin Ka'b, dan Mu'adh bin Jabal."
Bab : Keunggulan 'Aishah رضي الله عنها
Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Keunggulan 'Aisyah atas wanita lain adalah seperti keunggulan Tharid terhadap makanan lain."
Bahwa dia meminjam kalung dari Asma dan itu hilang. Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) mengirim beberapa sahabatnya untuk mencarinya. Selama perjalanan mereka, waktu shalat telah tiba dan mereka berdoa tanpa wudhu. Ketika mereka kembali kepada Nabi (صلى الله عليه وسلم) mereka mengeluh tentang hal itu. Jadi Ayat Ilahi Tayammum diturunkan. Usaid bin Hudair berkata (kepada 'Aisha), "Semoga Allah memberimu hadiah yang lumayan. Demi Allah, setiap kali kamu mengalami kesulitan, Allah membawa kamu keluar dari sana dan membawa bersamanya, sebuah Rahmat bagi umat Islam."
Bab : Kelebihan Al-Hasan dan Al-Husain رضي ا<span translate="no">لله عنهما
Bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) biasa membawanya dan Al-Hasan, dan biasa berkata, "Ya Allah! Saya mencintai mereka, jadi tolong cintai mereka," atau mengatakan sesuatu yang serupa.
Anas bin Malik berkata, "Kepala Al-Husain dibawa ke 'Ubaidullah bin Ziyad dan dimasukkan ke dalam nampan, dan kemudian Ibnu Ziyad mulai bermain dengan tongkat di hidung dan mulut kepala Al-Husain dan mengatakan sesuatu tentang ciri-cirinya yang tampan." Anas kemudian berkata (kepadanya), "Al-Husain lebih menyerupai Nabi daripada yang lain." Anas menambahkan, "Rambutnya (yaitu Al-Husain) diwarnai dengan Wasma (yaitu sejenis tanaman yang digunakan sebagai pewarna).