Kitab Sunnah

كتاب المقدمة

Bab : Mengagungkan hadits Rasulullah saw dan menindak tegas orang-orang yang menentangnya

Diriwayatkan dari Ubaidullah bin Abu Rafi dari ayahnya bahwa

Rasulullah ( ﷺ ) bersabda: "Aku tidak ingin mendapati seorang di antara kalian bermalas-malasan di atas bantalnya, lalu apabila datang kepadanya kabar buruk tentang sesuatu yang aku perintahkan atau yang aku larang, dia berkata: 'Aku tidak tahu, apa saja yang kami dapati di dalam Kitabullah, akan kami ikuti.'"

Aisyah meriwayatkan bahwa

Rasulullah ( ﷺ ) bersabda: “Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami ini (yaitu Islam) yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak.”

Diriwayatkan dari Urwah bin Zubair bahwa Abdullah bin Zubair mengatakan kepadanya bahwa

Seorang laki-laki dari kaum Anshar berselisih dengan Zubair di hadapan Rasulullah ( ﷺ ) tentang sebuah sungai di Harrah yang mereka gunakan untuk mengairi pohon kurma. Kaum Anshar berkata: "Biarkan airnya mengalir," tetapi Zubair menolak. Maka mereka pun merujuk pertikaian itu kepada Rasulullah ( ﷺ ) yang bersabda: "Siramlah (tanahmu), wahai Zubair, dan biarkan airnya mengalir ke tetanggamu." Kaum Anshar menjadi marah dan berkata, "Wahai Rasulullah, apakah karena dia sepupumu?" Wajah Rasulullah ( ﷺ ) berubah warna (karena marah) dan ia berkata: "Wahai Zubair, siramlah (tanahmu) lalu halangi airnya hingga mengalir kembali ke dinding-dinding di sekitar pohon kurma." Zubair berkata: "Demi Allah, aku berpendapat bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan perkara ini. 'Demi Tuhanmu, mereka tidak akan beriman sampai mereka menjadikanmu (Muhammad) sebagai hakim dalam setiap perselisihan di antara mereka, dan mereka tidak menemukan dalam diri mereka halangan apa pun terhadap keputusanmu, dan mereka menerimanya dengan penuh ketundukan.'"

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa

Rasulullah ( ﷺ ) bersabda: "Janganlah kalian menghalangi hamba-hamba Allah yang perempuan untuk shalat di masjid." Salah seorang putranya berkata: "Kami pasti akan menghalangi mereka!" Ia menjadi sangat marah dan berkata: "Aku sampaikan kepadamu sebuah hadits dari Rasulullah ( ﷺ ) dan kamu berkata, "Kami pasti akan menghalangi mereka?!"

Diriwayatkan dari Sa’id bin Jubair bahwa

Abdullah bin Mughaffal sedang duduk di samping keponakannya, keponakannya melemparkan kerikil dan dia melarangnya melakukan itu, dan dia berkata: "Rasulullah ( ﷺ ) telah melarangnya. Dia (Nabi) berkata: 'Itu tidak dapat digunakan untuk berburu dan tidak dapat melukai musuh, tetapi dapat mematahkan gigi atau mencungkil mata." Dia berkata. Keponakannya melemparkan kerikil lain dan dia ("Abdullah bin Mughaffal) berkata: 'Aku katakan kepadamu bahwa Rasulullah melarang itu (dan kamu melempar kerikil lain)? Aku tidak akan pernah berbicara denganmu lagi.'"

Diriwayatkan dari Ishaq bin Qabisah dari ayahnya bahwa

Ubadah bin Samit Al-Ansari, kepala kesatuan militer, sahabat Rasulullah ( ﷺ ), melakukan kampanye militer bersama Mu'awiyah di negeri Bizantium. Ia melihat orang-orang menukar kepingan emas dengan Dinar dan kepingan perak dengan Dirham. Ia berkata: "Wahai manusia, kalian memakan Riba (riba)! Karena aku mendengar Rasulullah ( ﷺ ) bersabda: 'Janganlah kalian menjual emas dengan emas kecuali jika keduanya sepadan; tidak boleh ada penambahan dan tidak boleh ada penundaan (antara kedua transaksi).'" Mu'awiyah berkata kepadanya: "Wahai Abu Walid, menurutku tidak ada Riba yang terlibat dalam hal ini, kecuali dalam kasus-kasus yang ada penundaan." 'Ubadah berkata kepadanya: "Aku sampaikan kepadamu sebuah Hadits dari Rasulullah ( ﷺ ) dan katakan pendapatmu kepadaku! Jika Allah mengembalikanku dengan selamat, aku tidak akan pernah tinggal di negeri yang kamu kuasai atasku." Ketika ia kembali, ia tinggal di Madinah, dan Umar bin Khattab berkata kepadanya: "Apa yang membawamu ke sini, wahai Abu Walid?" Maka ia pun menceritakan kepadanya kisah tersebut, dan apa yang telah dikatakannya tentang tidak tinggal di negeri yang sama dengan Mu'awiyah. Umar berkata: "Kembalilah ke negerimu, wahai Abu Walid, karena betapa buruknya negeri yang tidak memilikimu dan orang-orang sepertimu." Kemudian ia menulis surat kepada Mu'awiyah dan berkata: "Kamu tidak memiliki wewenang atasnya; buatlah orang-orang mengikuti apa yang dikatakannya, karena ia benar."

Abdullah bin Mas'ud berkata

“Apabila aku sampaikan kepadamu sebuah hadits dari Rasulullah ( ﷺ ), maka anggaplah Rasulullah ( ﷺ ) sebagai orang yang terbaik, paling benar petunjuknya, dan paling bertakwa.”

Diriwayatkan bahwa Ali bin Abu Thalib berkata

“Apabila aku sampaikan sebuah hadits dari Rasulullah ( ﷺ ) kepadamu, maka anggaplah dia sebagai orang yang terbaik, paling benar petunjuknya, dan paling bertaqwa.”