Sahih Muslim

Kitab Iman

كتاب الإيمان

Bab : Tentang (Pohon Teratai Batas Tertinggi)

Sahih Muslim 174a
Al-Shaibini melapor kepada kami

Saya bertanya pada Zirr b. Hubaish tentang firman Allah (Yang Maha Kuasa dan Maha Besar): "Maka dia (pada kejauhan) dua busur atau lebih dekat" (al-Qur'an, Iiii 8). Dia berkata: Ibnu Mas'ud memberitahukan kepadaku bahwa, sesungguhnya Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) melihat Jibril dan dia memiliki enam ratus sayap.

Sahih Muslim 174c
Zirr b. Hubaish meriwayatkannya tentang otoritas 'Abdullah (bahwa firman Allah)

"Sesungguhnya dia melihat tanda-tanda Allah yang terbesar" (al-Qur'an, liii. 18) menyiratkan bahwa dia melihat Jibril dalam bentuk (aslinya) dan dia memiliki enam ratus sayap.

Bab : Orang-orang unggul satu sama lain dalam iman, dan keunggulan orang-orang Yaman dalam iman

Sahih Muslim 52a
Diriwayatkan tentang kewibawaan Abu Huraira yang dirasakan oleh Rasulullah

Telah datang orang-orang Yaman; mereka lembut hati, kepercayaannya adalah orang Yaman, pemahaman (iman) adalah orang Yaman dan kebijaksanaan adalah orang Yaman.

Sahih Muslim 52c
Abu Huraira melaporkan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan: Datanglah kepadamu orang-orang dari Yaman; mereka lembut hati dan lembut perasaan, pengertiannya adalah Yaman, kebijaksanaannya adalah Yaman.

Sahih Muslim 52g
Hadis yang sama telah diriwayatkan oleh Zuhri dengan rantai otoritas yang sama dengan penambahan

Kepercayaan itu ada di antara orang Yaman, kebijaksanaan adalah orang Yaman.

Sahih Muslim 52j
Qutaiba b. Sa'id dan Zubair b. Harb mengatakan

Jarir menceritakan hal ini tentang otoritas A'mash dengan rantai perawi yang sama (seperti yang disebutkan di atas).

Sahih Muslim 52k
Shu'ba meriwayatkan hadis seperti yang dilaporkan oleh Jarir dengan rantai perawi yang sama dengan penambahan ini

Kesombongan dan kesombongan ada di antara pemilik unta dan ketenangan dan ketenangan ditemukan di antara pemilik domba.

Bab : Mengklarifikasi bahwa tidak ada yang akan masuk surga kecuali orang-orang percaya; mengasihi orang beriman adalah bagian dari iman dan menyebarkan Salam adalah sarana untuk mencapainya

Sahih Muslim 54a
Abu Huraira melaporkan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan: Kamu tidak akan masuk surga selama kamu tidak beriman (dalam segala hal yang menjadi pasal-pasal kepercayaan) dan kamu tidak akan beriman selama kamu tidak saling mengasihi. Tidakkah aku mengarahkan kamu kepada sesuatu yang, jika kamu melakukannya, akan menumbuhkan cinta di antara kamu: (yaitu) memberikan mata uang kepada (praktik memberi salam kepada satu sama lain dengan mengatakan) as-salamu alaikum.

Sahih Muslim 54b
Zuhair b. Kata Harb

Jarir melaporkan otoritas A'mash dengan rantai pemancar yang diamati oleh Rasulullah (صلى الله عليه وسلم): Olehnya di tangan-Nya hidupku, kamu tidak akan masuk surga kecuali kamu beriman. Sisa hadis tersebut sama dengan yang diriwayatkan oleh Abd Mu'awiyah dan Waki'.

Bab : Mengklarifikasi bahwa agama itu adalah keikhlasan

Sahih Muslim 56a

Diriwayatkan tentang kewibawaan Jarir bahwa ia mengamati bahwa aku telah bersumpah setia kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang ketaatan shalat, pembayaran zakat, dan keikhlasan dan harapan baik bagi setiap umat Islam.

Bab : Mengklarifikasi bahwa iman berkurang karena ketidaktaatan dan meniadakan iman dari orang yang melakukan tindakan ketidaktaatan, dengan arti meniadakan penyempurnaannya

Sahih Muslim 57a
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah mengamati

Orang yang berzina bukanlah orang percaya selama dia melakukannya dan tidak ada pencuri yang mencuri adalah orang percaya selama dia melakukan pencurian, dan tidak ada pemabuk yang minum anggur adalah orang percaya selama dia meminumnya. 'Abdul-Malik b. Abi Bakar' meriwayatkan hal ini tentang otoritas Abu Bakar b. Abdur-Rahman b. Harith dan kemudian berkata: Abu Huraira membuat penambahan ini: Tidak ada orang yang menjarah barang berharga yang menarik perhatian orang adalah orang mukmin selama dia melakukan perbuatan ini.

Bab : Ciri-ciri munafik

Sahih Muslim 59a
Dilaporkan tentang kewibawaan Abu Huraira bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

Tiga adalah tanda-tanda seorang munafik: ketika dia berbicara dia berbohong, ketika dia membuat janji dia bertindak khianat terhadapnya, ketika dia dipercaya dia mengkhianati.

Bab : Mengklarifikasi kondisi iman bagi orang yang berkata kepada saudara muslimnya: "Wahai ()."

Sahih Muslim 60a
Dilaporkan tentang otoritas Ibnu 'Umar bahwa Rasul (shallallahu 'alaihi wa sallam) mengamati

Ketika seseorang menyebut saudaranya sebagai orang yang tidak percaya, itu kembali (setidaknya) kepada salah satu dari mereka.

Bab : Mengklarifikasi makna dari Pernyataan Nabi (saws): "Jangan kembali ke (Kuffar) setelah Aku Pergi, saling memukul leher"

Sahih Muslim 66b

Diriwayatkan tentang otoritas Abdullah b. Umar, bahwa Rasul (semoga shallallahu 'alaihi wa sallam baginya) merayakan pada kesempatan Ziarah Perpisahan, Celakalah kamu kesusahan bagimu! Jangan berbalik sebagai orang yang tidak percaya setelah aku dengan saling memukul leher.

Bab : Menyebut budak yang melarikan diri sebagai kafirg

Sahih Muslim 68
Diriwayatkan tentang otoritas Jarir bahwa dia mendengar (Nabi Suci) berkata, "Budak yang melarikan diri dari tuannya melakukan perbuatan selama dia tidak mau kembali kepadanya. Mansur mengamati

Demi Tuhan, hadits ini diriwayatkan dari Rasul (semoga shallallahu 'alaihi wa sallam), tetapi saya tidak suka bahwa ini harus diriwayatkan tentang otoritas saya di sini di Basra.

Bab : Mengklarifikasi Kufr dari seseorang yang berkata: "Kami mendapat hujan karena bintang-bintang."

Sahih Muslim 72b
Dilaporkan tentang kewibawaan Abu Huraira bahwa Rasulullah -radhiyallahu 'alaihi wa sallam mengamati

Allah tidak mencurahkan nikmat-Nya dari surga sehingga pada pagi hari sekelompok orang (menjadi berkah dari Allah). Allah menurunkan hujan, tetapi mereka (orang-orang) berkata: Bintang ini dan itu (bertanggung jawab atas itu).

Bab : Bukti bahwa cinta kepada Ansar dan Ali (r.a.) adalah bagian dari iman dan tandanya; Membenci mereka adalah tanda kemunafikan

Sahih Muslim 74b
Diriwayatkan tentang otoritas Anas bahwa Rasul (semoga shallallahu 'alaihi wa sallam) berkata

Cinta Ansar adalah tanda iman dan kebencian terhadap mereka adalah tanda ketidaksamaan.

Sahih Muslim 75
Al-Bara melaporkan dari Rasulullah (semoga shallallahu 'alaihi wa sallam) bahwa dia berkomentar sehubungan dengan Ansar

"Tidak ada kecuali orang percaya yang mengasihi mereka, tidak ada kecuali orang munafik yang membenci mereka. Dia yang mencintai mereka mencintai Allah dan dia yang membenci mereka membenci Allah." Aku (perawi) berkata: Apakah kamu mendengar hadits ini dari al-Bara'? Dia berkata: Dia menceritakannya kepada saya.

Sahih Muslim 76
Dilaporkan tentang kewibawaan Abu Huraira bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

Seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir tidak pernah menyimpan dendam terhadap Ansar.

Sahih Muslim 77
Diriwayatkan tentang kewibawaan Abu Sa'id Khudri yang dirasakan oleh Rasulullah

Orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir tidak pernah menyimpan dendam terhadap Ansar.