Sahih al-Bukhari

Ekspedisi Militer yang dipimpin oleh Nabi (saw) (Al-Maghaazi)

كتاب المغازى

Bab 1

غَزْوَةِ الْعُشَيْرَةِ أَوِ الْعُسَيْرَةِ

قَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ أَوَّلُ مَا غَزَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الأَبْوَاءَ، ثُمَّ بُوَاطَ، ثُمَّ الْعُشَيْرَةَ.
Sahih al-Bukhari 3949
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Abu Ishaq meriwayatkan, “Ketika aku duduk di samping Zaid bin al-Arqam, ia ditanya berapa banyak peperangan yang diikuti Nabi ﷺ. Ia menjawab, ‘Sembilan belas.’ Mereka bertanya dalam berapa banyak ia ikut serta. Ia menjawab, ‘Tujuh belas.’ Aku bertanya, ‘Mana yang pertama?’ Ia menjawab, ‘Al-ʿAsyirah atau al-ʿAsyir.’”

Bab 2

ذِكْرُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَنْ يُقْتَلُ بِبَدْرٍ

Sahih al-Bukhari 3950
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

ʿAbdullah bin Masʿud meriwayatkan dari Saʿd bin Muʿadz, “Saʿd dan Umayyah bin Khalaf adalah sahabat karib. Jika Umayyah melewati Madinah, ia tinggal bersama Saʿd; jika Saʿd pergi ke Makkah, ia tinggal bersama Umayyah. Setelah Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, Saʿd pergi ke Makkah untuk berumrah dan menginap di rumah Umayyah. Ia meminta Umayyah menunjukkan waktu ketika masjid sedang sepi agar ia dapat tawaf mengelilingi Kaʿbah. Sekitar tengah hari, Umayyah menemaninya. Abu Jahal bertemu mereka dan bertanya siapa lelaki yang bersama Umayyah. Setelah mengetahui bahwa ia Saʿd, Abu Jahal berkata bahwa Saʿd berjalan aman di Makkah padahal ia telah memberi perlindungan kepada orang-orang yang mengganti agama mereka dan berjanji menolong mereka. Abu Jahal berkata bahwa tanpa Abu Shafwan, Saʿd tidak akan dapat pulang dengan selamat kepada keluarganya. Saʿd meninggikan suaranya dan berkata, ‘Demi Allah, jika engkau menghalangiku tawaf, aku akan menghalangimu melakukan sesuatu yang lebih berharga bagimu, yaitu melewati Madinah.’ Umayyah meminta Saʿd agar tidak berbicara keras di hadapan Abu al-Hakam, pemimpin penduduk lembah. Saʿd berkata, ‘Umayyah, hentikan itu! Aku mendengar Rasulullah meramalkan bahwa kaum Muslimin akan membunuhmu.’ Umayyah bertanya, ‘Di Makkah?’ Saʿd menjawab bahwa ia tidak tahu. Umayyah sangat ketakutan. Setelah pulang, ia menceritakan ucapan Saʿd kepada istrinya, Ummu Shafwan, dan berkata bahwa ia tak akan pernah keluar dari Makkah. Namun, ketika tiba hari Perang Badar, Abu Jahal mengajak orang-orang pergi melindungi kafilah. Umayyah enggan berangkat. Abu Jahal terus mendesaknya dan berkata bahwa jika pemimpin penduduk lembah tidak ikut, yang lain pun akan tinggal. Umayyah akhirnya berkata kepada istrinya untuk menyiapkan keperluan perjalanan. Istrinya mengingatkan perkataan saudaranya dari Yatsrib; Umayyah menjawab bahwa ia hanya akan ikut bersama mereka untuk jarak pendek. Setiap kali rombongan berhenti, ia mengikat untanya. Ia terus melakukan itu sampai Allah menjadikannya terbunuh di Badar.”

Bab 3

قِصَّةُ غَزْوَةِ بَدْرٍ

وَقَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى: {وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلاَثَةِ آلاَفٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مُنْزَلِينَ بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلاَفٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مُسَوَّمِينَ وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلاَّ بُشْرَى لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُمْ بِهِ وَمَا النَّصْرُ إِلاَّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ}. وَقَالَ وَحْشِيٌّ: قَتَلَ حَمْزَةُ طُعَيْمَةَ بْنَ عَدِيِّ بْنِ الْخِيَارِ يَوْمَ بَدْرٍ. وَقَوْلُهُ تَعَالَى: {وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ} الآيَةَ.
Sahih al-Bukhari 3951
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Kaʿb bin Malik meriwayatkan, “Aku tidak pernah absen dari satu pun peperangan Rasulullah ﷺ selain Perang Tabuk. Namun, aku juga tidak ikut Perang Badar, tetapi orang yang tidak ikut Badar tidak dicela, sebab Rasulullah berangkat untuk menemui kafilah Quraisy, lalu Allah mempertemukan kaum Muslimin dengan musuh mereka secara tak terduga dan tanpa rencana sebelumnya.”

Bab 4

قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلاَّ بُشْرَى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ وَمَا النَّصْرُ إِلاَّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأَقْدَامَ إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلاَئِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ}

Sahih al-Bukhari 3952
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ibn Masʿud meriwayatkan, “Aku menyaksikan peristiwa al-Miqdad bin al-Aswad yang lebih kusukai daripada apa pun seandainya aku menjadi tokoh utama peristiwa itu. Ia datang kepada Nabi ﷺ ketika beliau mendorong kaum Muslimin untuk memerangi kaum musyrik. Al-Miqdad berkata, ‘Kami tidak akan mengatakan seperti yang dikatakan kaum Musa kepadanya: “Pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah kalian berdua” (Al-Ma'idah 5:24). Sebaliknya, kami akan berperang di sebelah kananmu, sebelah kirimu, di depanmu, dan di belakangmu.’ Aku melihat wajah Nabi ﷺ berseri-seri karena gembira mendengar perkataan itu.”

Sahih al-Bukhari 3953
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ibn ʿAbbas meriwayatkan, “Pada hari Perang Badar, Nabi ﷺ berdoa, ‘Ya Allah, aku memohon kepada-Mu demi janji dan ikatan-Mu. Ya Allah, jika Engkau menghendaki agar tak seorang pun menyembah-Mu, maka menangkanlah kaum musyrik.’ Abu Bakar lalu memegang tangan beliau dan berkata, ‘Cukuplah.’ Nabi keluar sambil membaca, ‘Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan berbalik melarikan diri.’ (Al-Qamar 54:45).”

Bab 5

Sahih al-Bukhari 3954
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ibn ʿAbbas meriwayatkan, “Orang-orang beriman yang tidak ikut dalam Perang Badar tidak sama pahalanya dengan mereka yang turut serta.”

Bab 6

عِدَّةِ أَصْحَابِ بَدْرٍ

Sahih al-Bukhari 3955
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Al-Bara meriwayatkan, “Aku dan Ibn ʿUmar dianggap masih terlalu muda untuk ikut dalam Perang Badar.”

Sahih al-Bukhari 3956
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Al-Bara meriwayatkan, “Aku dan Ibn ʿUmar dianggap masih terlalu muda untuk ikut Perang Badar. Jumlah pejuang Muhajirin lebih dari enam puluh orang, sedangkan kaum Anshar lebih dari 249 orang.”

Sahih al-Bukhari 3957
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Al-Bara meriwayatkan, “Para sahabat Muhammad ﷺ yang ikut Perang Badar memberitahuku bahwa jumlah mereka sama dengan jumlah sahabat Talut (Saul) yang menyeberangi sungai bersamanya, yakni lebih dari tiga ratus sepuluh orang. Demi Allah, tidak seorang pun yang menyeberangi sungai bersamanya kecuali seorang mukmin.” (Lihat Al-Baqarah 2:249).

Sahih al-Bukhari 3958
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Al-Bara meriwayatkan, “Kami, para sahabat Muhammad ﷺ, biasa mengatakan bahwa jumlah pejuang Badar sama dengan jumlah sahabat Talut (Saul) yang menyeberangi sungai bersamanya. Tak seorang pun yang menyeberangi sungai bersamanya kecuali orang beriman, dan jumlah mereka lebih dari tiga ratus sepuluh orang.”

Sahih al-Bukhari 3959
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Al-Bara meriwayatkan, “Kami biasa mengatakan bahwa para pejuang Badar berjumlah lebih dari tiga ratus sepuluh orang, sebanyak para sahabat Talut yang menyeberangi sungai bersamanya; tak seorang pun yang menyeberang bersamanya kecuali orang beriman.”

Bab 7

دُعَاءُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم عَلَى كُفَّارِ قُرَيْشٍ شَيْبَةَ وَعُتْبَةَ وَالْوَلِيدِ وَأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ وَهَلَاكِهِمْ

Sahih al-Bukhari 3960
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

ʿAbdullah bin Masʿud meriwayatkan, “Nabi ﷺ menghadap Kaʿbah dan mendoakan keburukan atas beberapa tokoh Quraisy: Syaibah bin Rabiʿah, ʿUtbah bin Rabiʿah, al-Walid bin ʿUtbah, dan Abu Jahal bin Hisyam. Demi Allah, aku melihat mereka semua telah mati dan membusuk di bawah terik matahari, sebab hari itu sangat panas.”

Bab 8

قَتْلِ أَبِي جَهْلٍ

Sahih al-Bukhari 3961
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

ʿAbdullah meriwayatkan bahwa pada hari Badar ia mendapati Abu Jahal sedang sekarat. Abu Jahal berkata, “Jangan kalian berbangga karena telah membunuhku, dan aku tidak malu dibunuh oleh kaumku sendiri.”

Sahih al-Bukhari 3962
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Anas meriwayatkan, “Nabi ﷺ bertanya, ‘Siapa yang mau melihat apa yang terjadi pada Abu Jahal?’ Ibn Masʿud pergi dan mendapati bahwa dua putra ʿAfra telah melukainya dengan parah hingga ia sekarat. ʿAbdullah bin Masʿud berkata kepadanya, ‘Engkaukah Abu Jahal?’ lalu memegang janggutnya. Abu Jahal menjawab, ‘Adakah orang yang lebih mulia daripada orang yang kalian bunuh atau yang dibunuh oleh kaumnya sendiri?’”

Sahih al-Bukhari 3963
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Anas meriwayatkan, “Pada hari Badar, Nabi ﷺ bertanya, ‘Siapa yang mau melihat apa yang terjadi pada Abu Jahal?’ Ibn Masʿud pergi dan mendapati bahwa dua putra ʿAfra telah melukainya hingga sekarat. ʿAbdullah bin Masʿud memegang janggutnya dan bertanya, ‘Engkaukah Abu Jahal?’ Ia menjawab, ‘Adakah orang yang lebih mulia daripada orang yang dibunuh oleh kaumnya sendiri—atau kalian bunuh?’”

Sahih al-Bukhari 3963b
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Anas bin Malik meriwayatkan: “Seperti hadis nomor 301 di atas.”

Sahih al-Bukhari 3964
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

ʿAbdurrahman bin ʿAuf, kakek Salih bin Ibrahim, meriwayatkan kisah Perang Badar tentang putra-putra ʿAfra.”

Sahih al-Bukhari 3965
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Abu Mijlaz meriwayatkan dari Qais bin ʿUbad bahwa ʿAli bin Abu Thalib berkata, “Aku akan menjadi orang pertama yang berlutut di hadapan Ar-Rahman agar Dia memutuskan perkara demi kemenanganku pada Hari Kiamat.” Qais bin ʿUbad juga berkata bahwa ayat berikut turun berkenaan dengan mereka: “Inilah dua golongan yang berselisih tentang Tuhan mereka.” (Al-Hajj 22:19). Yang dimaksud adalah orang-orang yang berperang pada Perang Badar: Hamzah, ʿAli, ʿUbaidah atau Abu ʿUbaidah bin al-Harits, Syaibah bin Rabiʿah, ʿUtbah, dan al-Walid bin ʿUtbah.

Sahih al-Bukhari 3966
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Abu Dzarr meriwayatkan bahwa ayat, “Inilah dua golongan yang berselisih tentang Tuhan mereka” (Al-Hajj 22:19), turun mengenai enam orang Quraisy: ʿAli, Hamzah, ʿUbaidah bin al-Harits, Syaibah bin Rabiʿah, ʿUtbah bin Rabiʿah, dan al-Walid bin ʿUtbah.