Sahih al-Bukhari

Ekspedisi Militer yang dipimpin oleh Nabi (saw) (Al-Maghaazi)

كتاب المغازى

Bab 29: Perang Khandaq atau Perang Al-Ahzab

غَزْوَةُ الْخَنْدَقِ وَهْىَ الأَحْزَابُ

قَالَ مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ كَانَتْ فِي شَوَّالٍ سَنَةَ أَرْبَعٍ.
Sahih al-Bukhari 4115
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Umar

Ya‘qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami: Yahya bin Sa‘id menceritakan kepada kami, dari ‘Ubaidullah, dia berkata: Nafi‘ mengabarkan kepadaku, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam) menawarkannya pada perang Uhud ketika dia berumur empat belas tahun, dan beliau tidak mengizinkannya, dan menawarkannya pada perang Khandaq ketika dia berumur lima belas tahun, maka beliau mengizinkannya.

Sahih al-Bukhari 4116
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh `Abdullah

Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ menawarkannya (untuk ikut perang) pada perang Uhud ketika ia berumur empat belas tahun, dan beliau tidak mengizinkannya. Dan beliau menawarkannya pada perang Al-Khandaq ketika ia berumur lima belas tahun, dan beliau mengizinkannya.

Bab 30: Kembalinya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari Ahzab dan keluarnya beliau menuju Bani Quraizhah serta pengepungan beliau terhadap mereka.

بَابُ مَرْجَعِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الأَحْزَابِ وَمَخْرَجِهِ إِلَى بَنِي قُرَيْظَةَ وَمُحَاصَرَتِهِ إِيَّاهُمْ

Sahih al-Bukhari 4117
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh `Aisyah

Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kembali dari Perang Khandaq dan meletakkan senjatanya lalu mandi, Jibril 'alaihis salam datang menemuinya dan berkata, 'Apakah engkau telah meletakkan senjata? Demi Allah, para malaikat belum meletakkan senjata mereka. Keluarlah menuju mereka.' Nabi bertanya, 'Ke mana?' Jibril menjawab, 'Ke arah sini,' sambil menunjuk ke Bani Quraizhah. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berangkat menemui mereka.

Sahih al-Bukhari 4118
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Narasi Anas

Seolah-olah saya baru saja melihat debu yang naik di jalan Banu Ghanm (di Madinah) karena berbaris resimen Jibril ketika Rasulullah (ﷺ) berangkat ke Banu Quraiza (untuk menyerang mereka).

Sahih al-Bukhari 4119
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha

Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kembali dari Khandaq, meletakkan senjata dan mandi, Jibril 'alaihissalam datang kepadanya dan berkata: 'Engkau telah meletakkan senjata, padahal demi Allah, kami belum meletakkannya. Maka keluarlah menuju mereka.' Beliau bertanya: 'Menuju ke mana?' Jibril menjawab: 'Ke sana,' sambil menunjuk ke arah Bani Quraizhah. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menemui mereka.

Sahih al-Bukhari 4120
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisyah

Ketika Nabi (صلى الله عليه وسلم) kembali dari Perang Khandaq, beliau meletakkan senjata dan mandi. Lalu Jibril (alaihissalam) datang kepadanya dan berkata, “Apakah engkau telah meletakkan senjata? Demi Allah, kami belum meletakkannya. Keluarlah menuju mereka.” Beliau bertanya, “Ke mana?” Jibril menjawab, “Ke sana,” sambil menunjuk ke arah Bani Quraizhah. Maka Nabi (صلى الله عليه وسلم) keluar menuju mereka.

Sahih al-Bukhari 4121
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Aisyah (radhiyallahu 'anha)

Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abu Syaibah; telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair; dari Hisyam; dari ayahnya; dari Aisyah radhiyallahu 'anha; ia berkata: Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kembali dari perang Khandaq, meletakkan senjatanya dan mandi, Jibril 'alaihis salam datang kepadanya dan berkata: 'Engkau meletakkan senjata, padahal demi Allah, kami tidak meletakkannya. Keluarlah menuju mereka.' Beliau bertanya: 'Ke mana?' Jibril menjawab: 'Ke sana,' sambil menunjuk ke arah Bani Quraizhah. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menuju mereka.

Sahih al-Bukhari 4122
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Aisyah

Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abu Syaibah: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kembali dari Khandaq (Perang Parit) dan meletakkan senjatanya lalu mandi, Jibril 'alaihis salam datang kepadanya dan berkata: 'Engkau telah meletakkan senjata? Demi Allah, kami belum meletakkannya. Maka keluarlah engkau untuk (menyerang) mereka.' Beliau bertanya: 'Ke mana?' Jibril menjawab: 'Ke sana,' sambil menunjuk ke arah Bani Quraizah. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berangkat menyerang mereka.

Sahih al-Bukhari 4123
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisyah radhiyallahu 'anha

Ketika Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) kembali dari peperangan Khandaq, meletakkan senjata, dan mandi, Jibril 'alaihis salam datang kepadanya dan berkata, "Engkau telah meletakkan senjata, namun demi Allah kami belum meletakkannya. Keluarlah untuk menghadapi mereka." Beliau bertanya, "Ke mana?" Jibril menjawab, "Ke arah sana," sambil menunjuk ke arah Bani Quraizhah. Maka Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) keluar menuju mereka.

Sahih al-Bukhari 4124
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Al-Bara' bin `Azib berkata (melalui rantai sub-narator lain)

“Pada hari Quraiza (pengepungan), Rasulullah (ﷺ) berkata kepada Hassan bin Thabit, 'Pelecehan mereka (dengan puisi Anda), dan Jibril bersamamu. '”

Bab 31: Ghazwa dari Dhat-ur-Riqa

غَزْوَةُ ذَاتِ الرِّقَاعِ

وَهْيَ غَزْوَةُ مُحَارِبِ خَصَفَةَ مِنْ بَنِي ثَعْلَبَةَ مِنْ غَطَفَانَ، فَنَزَلَ نَخْلاً. وَهْيَ بَعْدَ خَيْبَرَ، لأَنَّ أَبَا مُوسَى جَاءَ بَعْدَ خَيْبَرَ.
Sahih al-Bukhari 4125
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Narasi Jabir bin Abdullah (ra)

Nabi (ﷺ) memimpin sahabatnya dalam Shalat Ketakutan di Ghazwa ketujuh yaitu Ghazwa Dhat-ur-Riqa. Ibnu Abbas berkata, “Nabi (ﷺ) mempersembahkan Shalat Ketakutan di sebuah tempat bernama Dhi-Qarad.”

Sahih al-Bukhari 4126
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Jabir mengatakan bahwa Nabi (ﷺ) memimpin orang-orang dalam Shalat Ketakutan pada hari Muharib dan Tha'laba (yaitu hari pertempuran Dhat-ur-Riqa').

Sahih al-Bukhari 4127
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Jabir bin Abdullah

Abdullah bin Raja' berkata: Imran al-Qathan mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abu Salamah, dari Jabir bin Abdullah (radhiyallahu 'anhuma) bahwa Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) shalat Khauf bersama para sahabatnya pada peperangan yang ketujuh, yaitu Ghazwah Dzat ar-Riqa'. Ibnu Abbas berkata: Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) shalat Khauf di Dzi Qarad.

Sahih al-Bukhari 4128
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Narasi Abu Burda

Abu Musa berkata, “Kami pergi bersama Nabi (ﷺ) untuk mendapatkan Ghazwa dan kami enam orang memiliki satu unta yang kami kendarai secara bergiliran. Jadi, (karena berjalan berlebihan) kaki kami menjadi tipis dan kaki saya menjadi tipis dan kuku saya jatuh, dan kami biasa membungkus kaki kami dengan potongan-potongan kain, dan untuk alasan ini, Ghazwa diberi nama Dhat-ur-Riqa ketika kami membungkus kaki kami dengan kain.” Ketika Abu Musa menceritakan hal ini (Hadis), dia merasa menyesal melakukannya dan berkata, seolah-olah dia tidak suka mengungkapkan perbuatan baiknya.

Sahih al-Bukhari 4129
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Salih bin Khawwat

Mengenai orang-orang yang menyaksikan Shalat Takut yang dilakukan dalam pertempuran Dhat-urriqa' bersama Rasulullah (ﷺ); satu kelompok berbaris di belakangnya sementara kelompok lain (berbaris) menghadap musuh. Nabi (ﷺ) memimpin rombongan yang bersamanya dalam satu raka'at, dan dia tetap berdiri sementara itu menyelesaikan shalat (dua rakat) mereka sendiri dan pergi, berbaris di wajah musuh, sementara kelompok lainnya datang dan dia (yaitu Nabi) mempersembahkan sisa raka'atnya bersama mereka, kemudian duduk sampai mereka menyelesaikan shalat mereka sendiri, kemudian dia menyelesaikan shalat mereka dengan Tash. Saya bersama mereka.

Sahih al-Bukhari 4130
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Az-Zubair

Jabir berkata, “Kami bersama Nabi (ﷺ) di Nakhl,” dan kemudian dia menyebutkan doa Ketakutan. Diriwayatkan Al-Qasim bin Muhammad: Nabi (ﷺ) mempersembahkan shalat Ketakutan di Ghazwa Banu Anmar.

Sahih al-Bukhari 4131
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Narasi Sahl bin Abi Hathma

(Menggambarkan shalat Takut): Imam berdiri menghadap kiblat dan satu kelompok dari mereka (yaitu tentara) (dari dua) shalat bersamanya dan kelompok lainnya menghadap musuh. Imam mempersembahkan satu raka'at dengan kelompok pertama mereka sendiri berdiri sendiri dan menawarkan satu sujud dan dua sujud sementara mereka masih di tempatnya, kemudian pergi untuk meringankan batch kedua, dan kelompok kedua datang (dan menggantikan kelompok pertama dalam shalat di belakang Imam) dan dia menawarkan raka'at kedua bersama mereka. Maka ia menyelesaikan dua raka'atnya dan kemudian kelompok kedua membungkuk dan bersujud dua kali (yaitu menyelesaikan raka'at kedua mereka dan dengan demikian semua menyelesaikan shalat mereka).

(Hadis ini juga telah diceritakan melalui dua rantai lainnya oleh Sahl b. Abi Hathma)

Sahih al-Bukhari 4132
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Jabir ibn Abdullah

Abdullah bin Rajaa berkata: Imran al-Qattan mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abi Kathir, dari Abu Salama, dari Jabir bin Abdullah — semoga Allah meridai keduanya — bahwa Nabi (shallallahu alaihi wa sallam) salat khauf bersama para sahabatnya pada peperangan yang ketujuh, yaitu Ghazwa Dhat-ur-Riqa.

Ibnu Abbas berkata: Nabi (shallallahu alaihi wa sallam) salat khauf di Dhi Qarad.

Sahih al-Bukhari 4133
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah

Abdullah bin Raja' berkata: Imran al-Qattan mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abi Kathir, dari Abu Salama, dari Jabir bin Abdullah (radhiyallahu 'anhuma) bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) shalat khauf bersama para sahabatnya pada peperangan yang ketujuh, yaitu peperangan Dhat-ur-Riqa.

Ibnu Abbas berkata: Nabi (صلى الله عليه وسلم) shalat khauf di Dzi Qarad.

Sahih al-Bukhari 4134
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abdullah bin Raja'

Abdullah bin Raja' berkata: 'Imran al-Qaththan mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abu Salamah, dari Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat khauf bersama para sahabatnya pada peperangan yang ketujuh, yaitu peperangan Dzatur-Riqa'. Ibnu Abbas berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat khauf di Dzi Qarad.