Ekspedisi Militer yang dipimpin oleh Nabi (saw) (Al-Maghaazi)
كتاب المغازى
Bab 10: Bab
Rasulullah ﷺ bersabda kepada kami pada hari Badar: “Apabila mereka mendekati kalian, maka panahlah mereka dan simpanlah (hematlah) anak panah kalian.”
Ibnu Umar pernah diberitahu bahwa Said bin Zaid bin 'Amr bin Nufail, salah satu prajurit Badr, jatuh sakit pada hari Jumat. Ibnu Umar menungganginya di sore hari. Waktu salat Jumat mendekat dan Ibnu Umar tidak mengambil bagian dalam shalat Jumat.
Abdullah bin Muhammad al-Ju'fi menceritakan kepadaku: Abu Ahmad az-Zubairi menceritakan kepada kami: Abdur-Rahman bin al-Ghasil menceritakan kepada kami, dari Hamzah bin Abi Usaid dan az-Zubair bin al-Mundhir bin Abi Usaid, dari Abu Usaid radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada kami pada hari Badar: 'Apabila mereka mendekati kalian, panahlah mereka, dan simpanlah anak panah kalian.'
Bab 11: Partisipasi para malaikat dalam (pertempuran) Badr
شُهُودِ الْمَلاَئِكَةِ بَدْرًا
Jibril (yang merupakan salah satu prajurit Badar) datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata, “Bagaimana kamu memandang para prajurit Badar di antara kamu?” Nabi (ﷺ) berkata, “Sebagai yang terbaik di antara umat Islam.” atau mengatakan pernyataan serupa. Mengenai hal itu, Jibril berkata, “Demikian juga para Malaikat yang berpartisipasi dalam Badar (pertempuran).
Rifa`a adalah salah satu prajurit Badar sementara (ayahnya) Rafi` adalah salah satu dari orang-orang Al-`Aqaba (yaitu mereka yang memberikan janji kesetiaan di Al-`Aqaba). Rafi` biasa berkata kepada putranya, “Saya tidak akan lebih bahagia jika saya mengambil bagian dalam pertempuran Badar daripada mengambil bagian dalam janji 'Aqaba.”
Orang yang bertanya (Nabi) adalah Jibril (lihat Hadis 5.327).
Nabi (ﷺ) berkata pada hari (pertempuran) Badr, “Ini adalah Jibril memegang kepala kudanya dan dilengkapi dengan senjata untuk pertempuran.
Bab 12: Kapitel
Abu Zaid meninggal dan tidak meninggalkan keturunan, dan dia adalah salah satu prajurit Badr.
Abu Sa'id bin Malik Al-Khudri kembali dari perjalanan dan keluarganya mempersembahkannya beberapa daging kurban yang dipersembahkan di `Id ul Adha. Pada saat itu ia berkata, “Aku tidak akan memakannya sebelum bertanya (apakah itu diperbolehkan).” Dia pergi ke saudara dari pihak ibu, Qatada bin Ni 'man, yang merupakan salah satu prajurit Badr, dan bertanya kepadanya tentang hal itu. Qatada berkata, “Setelah keberangkatanmu, sebuah perintah dikeluarkan oleh Nabi (ﷺ) yang membatalkan larangan makan kurban setelah tiga hari.”
Khalifah menceritakan kepadaku; Muhammad bin Abdullah al-Ansari menceritakan kepada kami, dari Sa'id, dari Qatadah, dari Anas (radhiyallahu 'anhu), ia berkata: Abu Zaid meninggal dunia dan tidak meninggalkan keturunan, dan ia termasuk orang yang ikut serta dalam Perang Badar.
Abu Zaid meninggal dunia dan tidak meninggalkan keturunan, dan dia termasuk salah seorang peserta perang Badar.
Telah menceritakan kepadaku Khalifah; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah al-Ansari; telah menceritakan kepada kami Sa'id, dari Qatadah, dari Anas (semoga Allah meridainya) ia berkata: "Abu Zaid meninggal dunia dan tidak meninggalkan keturunan, dan dia adalah salah seorang peserta Perang Badar."
Abu Zaid meninggal dunia dan tidak meninggalkan keturunan, dan dia adalah seorang Badri.
Khalifah menceritakan kepadaku, Muhammad bin Abdullah al-Ansari menceritakan kepada kami, Sa'id menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas (semoga Allah meridainya) berkata: Abu Zaid meninggal dan tidak meninggalkan keturunan, dan dia adalah seorang Badri.
Abu Zaid meninggal dunia tanpa meninggalkan keturunan, dan dia termasuk salah seorang yang ikut serta dalam Perang Badar.
Ali memimpin shalat pemakaman Sahl bin Hunaif dan berkata, “Dia adalah salah satu prajurit Badar.”
Khalifah menceritakan kepadaku: Muhammad bin Abdullah al-Ansari menceritakan kepada kami: Sa'id menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Abu Zaid meninggal dunia dan tidak meninggalkan keturunan, dan dia termasuk peserta Perang Badar.
Rasulullah SAW berkata, “Pengeluaran seseorang untuk keluarganya adalah amal.” ﷺ
Khalifah menceritakan kepadaku: Muhammad bin Abdullah al-Ansari menceritakan kepada kami: Sa‘id menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Abu Zaid meninggal dunia dan tidak meninggalkan keturunan, dan dia adalah salah seorang yang ikut perang Badar.
Abu Zaid meninggal dunia dan tidak meninggalkan keturunan, dan dia termasuk ahli Badar.