Jasa Penolong di Madinah (Ansaar)
كتاب مناقب الأنصار
Bab : Hadits tentang Al-Isra (Perjalanan Malam)
Bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ketika kaum Quraisy tidak mempercayaiku, aku berdiri di Al-Hijr, lalu Allah menampakkan Baitul Maqdis kepadaku, maka aku mulai mengabarkan kepada mereka tentang tanda-tandanya sambil aku melihatnya."
Bab : Al-Mi'raj
Qutaibah menceritakan kepada kami, dari Laits, dari Yahya, dari Ibnul Musayyab, bahwa ia berkata: Sa'd bin Abi Waqqas (radhiyallahu 'anhu) berkata: « Rasulullah ﷺ telah mengumpulkan untukku kedua orang tuanya pada hari Uhud, yaitu ketika beliau bersabda: Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, saat beliau berperang. »
Bab : Hijrah Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) dan para sahabatnya ke Madinah.
Kami mengunjungi Khabbab, dia berkata: 'Kami berhijrah bersama Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) dengan mengharap wajah Allah. Maka pahala kami menjadi hak Allah. Di antara kami ada yang telah pergi tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya; di antaranya Mush'ab bin 'Umair yang terbunuh pada hari (perang) Uhud, dan ia meninggalkan selembar kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya dengan kain itu, kedua kakinya tampak; dan apabila kami menutup kedua kakinya, kepalanya tampak. Maka Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan sesuatu dari idzkhir (sejenis rumput) di atas kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang, dan ia sedang memetiknya.'
Kami berhijrah bersama Nabi ﷺ dengan mengharap wajah Allah. Maka pahala kami menjadi tanggungan Allah. Di antara kami ada yang telah pergi tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya, di antaranya Mush'ab bin 'Umair yang terbunuh pada perang Uhud dan meninggalkan selembar kain bergaris. Apabila kami menutupi kepalanya dengan kain itu, kedua kakinya terlihat, dan apabila kami menutupi kedua kakinya, kepalanya terlihat. Maka Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk menutupi kepalanya dan meletakkan sesuatu dari rumput idzkhir pada kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah masak, maka ia memetiknya.
Kami berhijrah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengharap wajah Allah, maka pahala kami menjadi pasti di sisi Allah. Di antara kami ada yang meninggal tanpa mengambil sedikit pun pahalanya di dunia ini. Di antaranya Mush'ab bin 'Umair, yang gugur pada hari perang Uhud. Kami tidak menemukan kain untuk mengafaninya selain sehelai kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya, kedua kakinya kelihatan, dan apabila kami menutup kedua kakinya, kepalanya kelihatan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan idzkhir (sejenis rumput) di atas kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang dan sedang memetiknya.
Kami mengunjungi Khabbab, lalu ia berkata, "Kami berhijrah bersama Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) dengan mengharap wajah Allah. Maka pahala kami menjadi tanggungan Allah. Di antara kami ada yang telah wafat tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya. Di antaranya adalah Mush'ab bin 'Umair, yang terbunuh pada perang Uhud. Ia meninggalkan selembar kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya dengan kain itu, kedua kakinya tampak; dan apabila kami menutup kedua kakinya, kepalanya tampak. Maka Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan sesuatu dari rumput idzkhir pada kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang, dan ia sedang memetiknya."
Bab : Kedatangan Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) dan para sahabatnya ke Madinah
Orang-orang pertama yang datang kepada kami (di Madinah) adalah Mus`ab bin `Umar dan Ibnu Ummi Maktum. Kemudian datang kepada kami `Ammar bin Yasir dan Bilal (radhiyallahu 'anhum).
Abu al-Walid menyampaikan kepada kami, Syu'bah berkata: Abu Ishaq mengabarkan kepada kami bahwa ia mendengar al-Bara' (radhiyallahu 'anhu) berkata, "Orang yang pertama kali datang kepada kami adalah Mush'ab bin 'Umair dan Ibnu Ummi Maktum. Kemudian datang kepada kami 'Ammar bin Yasir dan Bilal (radhiyallahu 'anhum)."
Bab : Kapan kalender Muslim dimulai?
Sahabat Nabi tidak mengambil sebagai tanggal mulai kalender Muslim, hari, Nabi (ﷺ) telah dikirim sebagai Rasul atau hari kematiannya, tetapi hari kedatangannya di Madinah.
Bab : Kematian An-Najashi (Negus)
Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) memimpin shalat pemakaman untuk Negus dan membuat kami berdiri berbaris di belakangnya dan saya berada di baris kedua atau ketiga.
Nabi (صلى الله عليه وسلم) mempersembahkan shalat pemakaman untuk Asyama, Negus, dengan empat Takbir.
Bab : Kedatangan utusan kaum Ansar kepada Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) di Makkah, dan baiat al-Aqabah.
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair, telah menceritakan kepada kami Al-Laits, dari 'Uqail, dari Ibnu Syihab. (Dan diriwayatkan pula) telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih, telah menceritakan kepada kami 'Anbasah, telah menceritakan kepada kami Yunus, dari Ibnu Syihab, dia berkata: Telah mengabarkan kepadaku 'Abdurrahman bin 'Abdullah bin Ka'b bin Malik, bahwa 'Abdullah bin Ka'b – dan dia adalah pemandu Ka'b ketika matanya buta – berkata: Aku mendengar Ka'b bin Malik menceritakan tentang ketika dia tidak ikut serta bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam Perang Tabuk, secara panjang lebar. Ibnu Bukair berkata dalam haditsnya: Sungguh aku ikut hadir bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada malam al-Aqabah ketika kami berjanji setia di atas Islam, dan aku tidak ingin dengan malam itu aku mendapatkan kehadiran pada Perang Badar, meskipun Badar lebih disebut-sebut orang daripada malam itu.
'Abdullah bin Ka'b berkata: Aku mendengar Ka'b bin Malik menceritakan ketika dia tertinggal dari Nabi (sallallahu 'alaihi wa sallam) dalam Perang Tabuk, dan dia menceritakannya secara panjang lebar. Ibnu Bukair berkata dalam hadisnya: "Sungguh aku pernah hadir bersama Nabi (sallallahu 'alaihi wa sallam) pada malam al-'Aqabah ketika kami berjanji setia untuk memeluk Islam. Dan aku tidak suka jika hadir di Badar sebagai gantinya, meskipun Badar lebih terkenal di kalangan manusia daripada malam itu."
Yahya bin Bukayr menceritakan kepada kami: al-Layth menceritakan kepada kami dari 'Uqayl, dari Ibnu Syihab; Ahmad bin Salih menceritakan kepada kami: 'Anbasah menceritakan kepada kami: Yunus menceritakan kepada kami dari Ibnu Syihab, dia berkata: 'Abdurrahman bin 'Abdullah bin Ka'b bin Malik mengabarkan kepadaku bahwa 'Abdullah bin Ka'b – yang menjadi penuntun Ka'b ketika dia buta – berkata: Aku mendengar Ka'b bin Malik bercerita ketika dia tertinggal dari Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) pada perang Tabuk, secara panjang. Ibnu Bukayr berkata dalam riwayatnya: 'Sungguh aku turut hadir bersama Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) pada malam al-'Aqabah ketika kami mengikat perjanjian atas Islam, dan aku tidak suka jika sebagai gantinya aku menghadiri Badr, meskipun Badr lebih disebut-sebut di kalangan manusia.'
Bab : Pernikahan Nabi (ﷺ) dengan Aisyah, kedatangannya ke Madinah, dan malam pertamanya dengannya.
Nabi (ﷺ) menikahiku ketika aku berusia enam tahun. Kami tiba di Madinah dan tinggal di perkampungan Bani al-Harits bin Khazraj. Aku sakit dan rambutku rontok, lalu tumbuh kembali dan lebat. Ibuku, Ummu Ruman, datang kepadaku ketika aku sedang bermain ayunan bersama beberapa teman perempuanku. Dia memanggilku, lalu aku menemuinya tanpa tahu apa yang akan dia lakukan. Dia memegang tanganku dan membawaku ke pintu rumah. Aku terengah-engah, dan ketika napasku tenang, dia mengambil air lalu mengusap wajah dan kepalaku. Kemudian dia membawaku masuk ke rumah, ternyata di dalam rumah ada beberapa wanita Ansar. Mereka berkata, 'Semoga kebaikan dan keberkahan serta sebaik-baik nasib.' Dia lalu menyerahkanku kepada mereka, dan mereka mempersiapkanku. Tidak lama kemudian, Rasulullah (ﷺ) datang kepadaku pada waktu dhuha, lalu ibuku menyerahkanku kepadanya. Saat itu aku berusia sembilan tahun.
Farwah bin Abi al-Mughra' menceritakan kepadaku: Ali bin Mushir menceritakan kepada kami, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menikahiku ketika aku berusia enam tahun. Kami tiba di Madinah dan singgah di perkampungan Bani al-Harits bin Khazraj. Aku menderita sakit demam sehingga rambutku rontok, lalu tumbuh kembali menjadi rambut yang indah. Ibuku, Ummu Ruman, datang menemuiku ketika aku sedang berada di atas ayunan bersama teman-temanku. Ia memanggilku, lalu aku menemuinya tanpa mengetahui apa yang ia inginkan dariku. Ia memegang tanganku dan membawaku hingga ke pintu rumah. Aku dalam keadaan terengah-engah sampai nafasku tenang kembali. Kemudian ia mengambil sedikit air dan mengusap wajah serta kepalaku, lalu memasukkanku ke dalam rumah. Ternyata di dalam rumah ada beberapa wanita Anshar. Mereka berkata: “Semoga ini membawa kebaikan, keberkahan, dan sebaik-baik pertanda.” Ia menyerahkanku kepada mereka, lalu mereka memperbaiki penampilanku. Tidak ada yang mengejutkanku kecuali kedatangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di waktu dhuha. Ia menyerahkanku kepada beliau, dan saat itu aku berusia sembilan tahun.”
Farwah bin Abi al-Mughirah menceritakan kepadaku: ‘Ali bin Mushir menceritakan kepada kami, dari Hisyam, dari ayahnya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku ketika aku berusia enam tahun. Kami tiba di Madinah dan singgah di perkampungan Bani al-Harits bin Khazraj. Aku menderita demam sehingga rambutku rontok, lalu tumbuh kembali hingga tebal. Ibuku, Ummu Ruman, datang kepadaku ketika aku sedang berada di ayunan bersama teman-temanku. Ia memanggilku, lalu aku menemuinya tanpa mengetahui apa yang ia inginkan. Ia memegang tanganku sampai membawaku ke depan pintu rumah, dan aku masih terengah-engah hingga napasku tenang. Kemudian ia mengambil air, mengusap wajah dan kepalaku, lalu memasukkanku ke dalam rumah. Ternyata di dalam rumah ada beberapa wanita Ansar. Mereka mengucapkan: “Semoga ini membawa kebaikan dan keberkahan, dan semoga menjadi pertanda yang baik.” Ia menyerahkanku kepada mereka, lalu mereka merapikan aku. Tidak ada yang mengejutkanku kecuali kedatangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu Dhuha. Ia menyerahkanku kepada beliau, dan saat itu aku berusia sembilan tahun.
Bab : Hijrah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya ke Madinah.
Kami mengunjungi Khabbab (yang sedang sakit). Dia berkata: “Kami berhijrah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mencari keridaan Allah. Maka pahala kami menjadi tanggungan Allah. Di antara kami ada yang meninggal tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya. Di antaranya adalah Mush'ab bin Umair, yang terbunuh pada perang Uhud, dan dia hanya meninggalkan sehelai kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya dengan kain itu, kedua kakinya terlihat, dan apabila kami menutup kedua kakinya, kepalanya terlihat. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan idzkhir di kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang dan sedang memetiknya.”
Telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dia berkata: Aku mendengar Abu Wa'il berkata: Kami mengunjungi Khabbab, lalu dia berkata: Kami berhijrah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengharap wajah Allah. Maka pahala kami ada di sisi Allah. Di antara kami ada yang telah meninggal tanpa mengambil sedikit pun pahalanya, di antaranya Mush'ab bin Umair yang terbunuh pada perang Uhud dan meninggalkan selembar kain bergaris. Apabila kami menutupi kepalanya dengan kain itu, kedua kakinya terlihat, dan apabila kami menutupi kedua kakinya, kepalanya terlihat. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menutupi kepalanya dan meletakkan sedikit rumput idzkhir di atas kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang, lalu dia memetiknya.
Kami berhijrah bersama Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) dengan mengharap wajah Allah. Maka pahala kami menjadi tanggungan Allah. Di antara kami ada yang telah meninggal tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya; di antaranya Mus'ab bin 'Umar, yang terbunuh pada perang Uhud dan meninggalkan selembar kain bergaris. Apabila kami menutupi kepalanya, kedua kakinya terlihat, dan apabila kami menutupi kedua kakinya, kepalanya terlihat. Maka Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) memerintahkan kami untuk menutupi kepalanya dan meletakkan sesuatu dari rumput idhkhir pada kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang, dan ia sedang memetiknya.