Jasa Penolong di Madinah (Ansaar)
كتاب مناقب الأنصار
Bab : Hijrah Nabi ﷺ dan para sahabatnya ke Madinah.
Al-Humaidi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, al-A'masy menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Abu Wa'il berkata: Kami menjenguk Khabbab, lalu dia berkata: Kami berhijrah bersama Nabi ﷺ dengan mengharap wajah Allah. Maka pahala kami ditanggung oleh Allah. Di antara kami ada yang meninggal tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya, di antaranya Mush'ab bin 'Umar yang terbunuh pada perang Uhud, dan dia meninggalkan selembar kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya dengan kain itu, kedua kakinya terlihat, dan apabila kami menutup kedua kakinya, kepalanya terlihat. Maka Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan sesuatu dari idzkhir di atas kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang, lalu dia memetiknya.
Kami berhijrah bersama Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) dengan mengharap wajah Allah, maka pahala kami menjadi tanggungan Allah. Di antara kami ada yang telah meninggal dunia tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya; di antaranya Mush'ab bin Umair terbunuh pada Perang Uhud dan meninggalkan selembar kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya dengan kain itu, kedua kakinya terlihat; dan apabila kami menutup kedua kakinya, kepalanya terlihat. Maka Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan sesuatu dari idzkhir (rumput harum) di atas kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang dan ia sedang memetiknya.
Kami berhijrah bersama Nabi ﷺ dengan mengharap wajah Allah. Maka pahala kami diserahkan kepada Allah. Di antara kami ada yang telah meninggal dunia tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya; di antaranya Mush'ab bin 'Umair yang terbunuh pada hari Uhud. Ia hanya meninggalkan selembar kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya, maka kedua kakinya terlihat, dan apabila kami menutup kedua kakinya, maka kepalanya terlihat. Maka Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan sesuatu dari rumput idhkhir pada kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang, maka ia memetiknya.
Saya kemudian pergi bersama Abu Bakar ke rumahnya (membawa pelana itu) dan di sana saya melihat putrinya 'Aisha terbaring di tempat tidur karena demam berat dan saya melihat ayahnya Abu Bakar mencium pipinya dan berkata, "Apa kabar, putri kecil?"
Kami berhijrah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengharap wajah Allah. Maka pahala kami menjadi tanggungan Allah. Di antara kami ada yang wafat tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya, di antaranya Mush'ab bin Umair yang terbunuh pada perang Uhud. Ia meninggalkan sehelai kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya, kedua kakinya terlihat, dan apabila kami menutup kedua kakinya, kepalanya terlihat. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan sesuatu dari idzkhir di atas kedua kakinya.
Suatu kali seorang Badui datang kepada Nabi (صلى الله عليه وسلم) dan bertanya kepadanya tentang migrasi tersebut. Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Rahmat Allah ke atasmu! Migrasi adalah masalah yang cukup sulit. Apakah Anda punya beberapa unta?" Dia menjawab dengan setuju. Kemudian Nabi (صلى الله عليه وسلم) berkata, "Apakah kamu memberikan zakat mereka?" Dia menjawab dengan setuju. Nabi berkata, "Apakah kamu membiarkan orang lain mendapat manfaat dari susu mereka secara gratis?" Dia menjawab dengan setuju. Kemudian Nabi bertanya, "Apakah Anda memerah susu mereka pada hari-hari penyiraman mereka dan memberikan susunya kepada orang miskin dan membutuhkan?" Dia menjawab dengan setuju. Nabi, bersabda, "Teruslah melakukan seperti ini dari seberang lautan, dan tidak ada keraguan bahwa Allah tidak akan mengabaikan perbuatan baik Anda."
Bab : Kedatangan Nabi ﷺ dan para sahabatnya ke Madinah
Orang yang pertama kali datang kepada kami adalah Mush'ab bin 'Umair dan Ibnu Umm Maktum. Kemudian datang kepada kami 'Ammar bin Yasir dan Bilal, semoga Allah meridhai mereka.
Abu al-Walid menceritakan kepada kami: Syu'bah berkata kepada kami: Abu Ishaq mengabarkan kepada kami: Aku mendengar Al-Bara' radhiyallahu 'anhu berkata: “Orang pertama yang datang kepada kami adalah Mush'ab bin Umair dan Ibnu Ummi Maktum. Kemudian datang kepada kami 'Ammar bin Yasir dan Bilal radhiyallahu 'anhum.”
Bab : Tinggalnya muhajir di Makkah setelah menunaikan manasik hajinya
Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Hamzah, telah menceritakan kepada kami Hatim, dari 'Abdur-Rahman bin Humaid Az-Zuhri, dia berkata: Aku mendengar 'Umar bin 'Abdul-Aziz bertanya kepada As-Sa'ib, keponakan An-Nimr: "Apa yang kamu dengar tentang tinggal di Makkah?" Dia menjawab: "Aku mendengar Al-'Ala bin Al-Hadrami berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Tiga hari bagi muhajir setelah selesai (haji)'."
Bab : Hijrah ke Habasyah
Ubaidullah bin Adi bin al-Khiyar mengabarkan bahwa Al-Miswar bin Makhramah dan Abdurrahman bin al-Aswad bin Abd Yaghuts berkata kepadanya: "Apa yang menghalangimu untuk berbicara kepada paman (dari ibu)mu, Utsman, tentang saudaranya Al-Walid bin Uqbah?" Padahal manusia paling banyak membicarakan tentang apa yang dia perbuat terhadapnya.
Ubaidullah berkata: Maka aku menunggu Utsman ketika dia keluar untuk shalat, lalu aku katakan kepadanya, "Sesungguhnya aku memiliki keperluan kepadamu, dan itu adalah nasihat." Dia berkata, "Wahai orang ini, aku berlindung kepada Allah darimu." Maka aku berpaling. Ketika aku selesai shalat, aku duduk di dekat Al-Miswar dan Ibnu Abd Yaghuts, lalu aku ceritakan kepada keduanya apa yang telah kukatakan kepada Utsman dan apa yang dia katakan kepadaku. Keduanya berkata, "Engkau telah menunaikan apa yang menjadi kewajibanmu." Ketika aku sedang duduk bersama keduanya, tiba-tiba utusan Utsman datang kepadaku, dan keduanya berkata, "Allah telah mengujimu." Maka aku berangkat hingga masuk ke dalam (rumahnya). Dia berkata, "Apa nasihatmu yang kau sebutkan tadi?" Aku bertasyahud, lalu aku berkata, "Sesungguhnya Allah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan menurunkan Kitab kepadanya. Engkau termasuk orang yang menyambut (seruan) Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, beriman kepadanya, berhijrah dengan dua hijrah yang pertama, dan menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam serta melihat petunjuknya. Manusia telah banyak membicarakan tentang perkara Al-Walid bin Uqbah. Maka wajib bagimu untuk menegakkan hukuman had atasnya."
Dia berkata kepadaku, "Wahai putra saudaraku, apakah engkau menjumpai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Aku menjawab, "Tidak. Akan tetapi telah sampai kepadaku dari ilmunya apa yang sampai kepada seorang gadis perawan di balik tabirnya."
Utsman bertasyahud lalu berkata, "Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dengan kebenaran dan menurunkan Kitab kepadanya. Aku termasuk orang yang menyambut (seruan) Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku beriman kepada apa yang dibawa oleh Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Aku berhijrah dengan dua hijrah yang pertama sebagaimana yang engkau katakan. Aku menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan membaiatnya. Demi Allah, aku tidak pernah bermaksiat kepadanya dan tidak pernah mengkhianatinya sampai Allah mewafatkannya. Kemudian Allah menjadikan Abu Bakar sebagai khalifah. Demi Allah, aku tidak bermaksiat kepadanya dan tidak mengkhianatinya. Kemudian Umar dijadikan khalifah. Demi Allah, aku tidak bermaksiat kepadanya dan tidak mengkhianatinya. Kemudian aku dijadikan khalifah. Tidakkah aku memiliki hak atas kalian seperti hak yang mereka miliki atas diriku?" Dia (Ubaidullah) berkata, "Benar." Dia berkata, "Lalu apa saja hadits-hadits yang sampai kepadaku dari kalian ini? Adapun yang engkau sebutkan tentang perkara Al-Walid bin Uqbah, insya Allah kami akan menanganinya dengan kebenaran."
Maka dia mencambuk Al-Walid empat puluh kali cambukan, dan dia memerintahkan Ali untuk mencambuknya, dan Alilah yang mencambuknya.
Yunus dan keponakan Az-Zuhri meriwayatkan dari Az-Zuhri: "Tidakkah aku memiliki hak atas kalian seperti hak yang mereka miliki?"
Abu Abdullah berkata: "Bala' dari Tuhan kalian" - yaitu ujian yang kalian ditimpa dengannya berupa kesulitan. Dan kata bala' bermakna ibtila' (ujian) dan tamhis (pemurnian). "Man balautuhu wa mahhashtuhu" artinya: Aku mengeluarkan apa yang ada padanya. Yablu artinya menguji. Mubtalikum adalah yang menguji kalian (mukhtabirukum). Adapun firman-Nya "bala' 'azhim" (ujian yang besar) adalah nikmat, dan itu dari "ablaytuhu" (Aku memberinya), dan itu dari "ibtalaytuhu" (Aku mengujinya).
Bab : Kematian An-Najashi (Negus)
Ketika Negus meninggal, Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Hari ini seorang yang saleh telah meninggal. Jadi bangunlah dan ucapkan doa pemakaman untuk saudaramu Ashama."
Telah menceritakan kepada kami Abu ar-Rabi', telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Uyainah, dari Ibnu Juraij, dari 'Atha', dari Jabir (radhiyallahu 'anhu) dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ketika an-Najasyi meninggal: “Hari ini telah wafat seorang laki-laki yang saleh, maka berdirilah dan salatkanlah (jenazah) saudara kalian, Ashamah.”
Bab : Sumpah orang-orang musyrik terhadap Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam)
Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) ketika hendak pergi ke Hunain bersabda, “Tempat persinggahan kita besok, insya Allah, adalah di Khaif Bani Kinanah, yaitu tempat mereka saling bersumpah di atas kekufuran (terhadap Nabi, dengan memboikot Bani Hasyim).”
Bab : Kisah Abu Thalib
Bahwa dia berkata kepada Nabi (صلى الله عليه وسلم) "Kamu tidak berguna bagi pamanmu (Abu Thalib) (meskipun) oleh Allah, dia biasa melindungimu dan biasa menjadi marah atas namamu." Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Dia berada di dalam api yang dangkal, dan jika bukan karena aku, dia akan berada di dasar Api (Neraka)."
Bab : Hijrah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya ke Madinah.
Kami mengunjungi Khabbab, lalu ia berkata: 'Kami berhijrah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengharap wajah Allah. Maka pahala kami diserahkan kepada Allah. Di antara kami ada yang meninggal dunia tanpa mengambil sesuatu pun dari pahalanya, di antaranya Mush'ab bin 'Umayr yang terbunuh pada hari Uhud. Ia meninggalkan selembar kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya dengan kain itu, kedua kakinya tampak, dan apabila kami menutup kedua kakinya, kepalanya tampak. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan idzkhir pada kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang, lalu ia memetiknya.'
Telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dia berkata: Aku mendengar Abu Wail berkata: Kami menjenguk Khabbab, lalu dia berkata: “Kami berhijrah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengharap wajah Allah. Maka pahala kami menjadi tanggungan Allah. Di antara kami ada yang telah pergi (meninggal) tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya, di antaranya Mush'ab bin 'Umair. Dia gugur pada hari Uhud dan meninggalkan sehelai kain bergaris. Apabila kami menutupkan kain itu ke kepalanya, maka kedua kakinya terlihat, dan apabila kami menutupkan ke kedua kakinya, maka kepalanya terlihat. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan idzkhir di atas kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah masak, maka ia memetiknya.”
Kami berhijrah bersama Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) untuk mencari wajah Allah, maka pahala kami menjadi tanggungan Allah. Di antara kami ada yang telah pergi tanpa mengambil sedikit pun dari pahalanya, di antaranya Mush'ab bin 'Umar yang terbunuh pada perang Uhud, dan ia meninggalkan selembar kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya, kedua kakinya terlihat, dan apabila kami menutup kedua kakinya, kepalanya terlihat. Maka Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan sesuatu dari rumput idzkhir di atas kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah matang, lalu ia memetiknya.
Al-Humaidi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Al-A'masy menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Abu Wa'il berkata: Kami mengunjungi Khabbab, lalu dia berkata: Kami berhijrah bersama Nabi (shallallahu 'alaihi wasallam) mencari wajah Allah. Maka pahala kami terserah kepada Allah. Di antara kami ada yang meninggal tanpa mengambil sedikit pun pahalanya, di antaranya Mush'ab bin Umair, yang terbunuh pada hari Uhud, dan meninggalkan sehelai kain bergaris. Apabila kami menutup kepalanya, kedua kakinya tampak, dan apabila kami menutup kedua kakinya, kepalanya tampak. Maka Rasulullah (shallallahu 'alaihi wasallam) memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan sesuatu dari rumput idzkhir pada kedua kakinya. Dan di antara kami ada yang buahnya telah masak, lalu dia memetiknya.
Bab : Kedatangan Nabi (saws) dan para sahabatnya di Madinah
Abu al-Walid menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Ishaq mengabarkan kepada kami, ia mendengar Al-Bara' (radhiyallahu 'anhu) berkata: Orang-orang yang pertama kali datang kepada kami adalah Mush'ab bin 'Umair dan Ibnu Ummi Maktum. Kemudian 'Ammar bin Yasir dan Bilal (radhiyallahu 'anhum) datang kepada kami.
Orang yang pertama kali datang kepada kami adalah Mush'ab bin 'Umair dan Ibnu Umm Maktum. Kemudian datang kepada kami 'Ammar bin Yasir dan Bilal (radhiyallahu 'anhum).