Sahih al-Bukhari

Keutamaan dan Kebaikan Nabi (saw) dan para sahabatnya

كتاب المناقب

Bab : Tanda-tanda Kenabian dalam Islam

Sahih al-Bukhari 3600
Diriwayatkan Sasaa

Abu Sa'id Al-Khudri berkata kepadaku, "Aku perhatikan bahwa engkau menyukai domba dan engkau memeliharanya; maka jagalah mereka dan makanan mereka, karena aku telah mendengar Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda, 'Suatu waktu akan tiba pada orang-orang ketika yang terbaik dari harta seorang Muslim adalah domba, yang akan dibawanya ke puncak gunung dan ke tempat-tempat hujan untuk melarikan diri dengan agamanya untuk menyelamatkannya dari penderitaan.' "

Sahih al-Bukhari 3601
Diriwayatkan oleh 'Imran bin Husain

Abu al-Walid menceritakan kepada kami, Salam bin Zarir, ia mendengar Abu Raja' berkata: 'Imran bin Husain menceritakan kepada kami, bahwa mereka pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Mereka berjalan semalaman hingga ketika masuk waktu subuh, mereka beristirahat, tetapi mereka tertidur pulas hingga matahari terbit. Orang yang pertama kali bangun dari tidurnya adalah Abu Bakar. Mereka tidak membangunkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari tidurnya hingga beliau bangun sendiri. Kemudian Umar terbangun. Abu Bakar duduk di dekat kepalanya lalu bertakbir dengan mengeraskan suaranya sampai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun.

Beliau turun dan mengimami kami salat Subuh. Seorang laki-laki dari kaum itu menjauh dan tidak salat bersama kami. Setelah selesai, beliau bersabda, "Wahai fulan, apa yang menghalangimu untuk salat bersama kami?" Dia menjawab, "Aku terkena junub." Maka beliau memerintahkannya untuk bertayamum dengan debu yang suci, lalu dia salat. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikanku di hadapannya di atas kendaraan.

Kami kehausan dengan sangat dahaga. Ketika kami sedang berjalan, tiba-tiba kami bertemu dengan seorang wanita yang menjulurkan kedua kakinya di antara dua geriba (wadah air). Kami bertanya kepadanya, "Di mana air?" Dia menjawab, "Tidak ada air." Kami bertanya, "Berapa jarak antara keluargamu dan air?" Dia menjawab, "Satu hari satu malam." Kami berkata, "Pergilah kepada Rasulullah." Dia berkata, "Apa itu Rasulullah?" Kami tidak membiarkannya pergi hingga kami membawanya menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia menceritakan kepada beliau seperti yang dia ceritakan kepada kami, hanya saja dia memberitahukan bahwa dia adalah seorang janda yang memiliki anak yatim.

Beliau memerintahkan untuk membawa kedua geribanya, lalu beliau mengusap pada kedua mulut geriba tersebut, maka kami minum, kami yang berjumlah empat puluh orang yang kehausan hingga kami puas. Kami memenuhi setiap geriba dan tempat minum yang kami bawa, tetapi kami tidak memberi minum unta. Dan geriba itu hampir pecah karena penuh. Kemudian beliau bersabda, "Berikanlah apa yang kalian miliki." Maka dikumpulkanlah untuknya potongan-potongan makanan dan kurma, sehingga ketika dia sampai kepada keluarganya dia berkata, "Aku telah bertemu dengan orang yang paling hebat sihirnya di antara manusia, atau dia adalah seorang nabi sebagaimana mereka katakan." Maka Allah memberi petunjuk kepada kabilah itu melalui wanita tersebut. Dia masuk Islam dan mereka pun masuk Islam.

Sahih al-Bukhari 3606
Diriwayatkan oleh 'Imran bin Husain

Abu al-Walid menceritakan kepada kami, Salam bin Zarir menceritakan kepada kami, aku mendengar Abu Raja' berkata: 'Imran bin Husain menceritakan kepada kami bahwa mereka pernah berada bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Mereka berjalan pada malam hari hingga tatkala fajar menyingsing, mereka berhenti untuk beristirahat, lalu rasa kantuk menguasai mereka sehingga mereka tertidur sampai matahari naik. Orang yang pertama kali bangun dari tidurnya adalah Abu Bakar. Adapun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya tidak dibangunkan dari tidurnya hingga beliau bangun sendiri. Maka 'Umar terbangun, lalu Abu Bakar duduk di dekat kepala beliau dan mulai bertakbir dengan mengeraskan suaranya, hingga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun. Lalu beliau turun dan mengimami kami salat Subuh. Seorang laki-laki dari kaum itu menyendiri dan tidak salat bersama kami. Ketika beliau selesai, beliau bersabda: “Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk salat bersama kami?” Dia menjawab: “Aku terkena junub.” Maka beliau memerintahkannya untuk bertayamum dengan tanah yang suci, kemudian dia salat.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikanku di atas kendaraan di hadapannya. Kami merasa sangat kehausan. Ketika kami sedang berjalan, tiba-tiba kami bertemu dengan seorang perempuan yang menjulurkan kedua kakinya di antara dua geriba. Kami bertanya kepadanya: “Di mana air?” Dia menjawab: “Tidak ada air.” Kami bertanya: “Berapa jarak antara keluargamu dan air?” Dia menjawab: “Satu hari satu malam.” Kami berkata: “Pergilah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” Dia berkata: “Apa itu Rasulullah?” Dan kami tidak membiarkannya memutuskan urusannya sendiri hingga kami membawanya menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia menceritakan kepada beliau seperti yang dia ceritakan kepada kami, hanya saja dia memberitahukan bahwa dia adalah seorang janda. Maka beliau memerintahkan untuk membawa kedua geribanya, lalu beliau mengusap kedua mulut geriba itu. Maka kami minum, kami empat puluh orang yang kehausan, hingga puas. Kami memenuhi setiap geriba dan wadah yang kami bawa, hanya saja kami tidak memberi minum seekor unta, sedangkan geriba-geriba itu hampir meluap karena penuhnya. Kemudian beliau bersabda: “Bawalah apa yang ada pada kalian.” Maka dikumpulkanlah untuknya potongan-potongan roti dan kurma, hingga dia sampai kepada keluarganya. Dia berkata: “Aku telah bertemu dengan manusia yang paling pandai sihir, atau dia adalah seorang nabi sebagaimana yang mereka katakan.” Maka Allah memberi petunjuk kepada kabilah itu melalui perempuan tersebut; dia masuk Islam dan mereka pun masuk Islam.

Bab : Sifat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

Sahih al-Bukhari 3544
Diriwayatkan oleh 'Uqbah bin Al-Harits

Abu 'Ashim menceritakan kepada kami dari 'Umar bin Sa'id bin Abi Husain, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari 'Uqbah bin Al-Harits, dia berkata: “Abu Bakar radhiyallahu 'anhu mengerjakan salat Asar, lalu keluar berjalan dan melihat Al-Hasan sedang bermain dengan anak-anak. Beliau menggendongnya di pundaknya sambil berkata: "Demi bapakku, dia mirip dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak mirip dengan 'Ali." Sementara 'Ali tertawa.

Sahih al-Bukhari 3550
Uqba ibn al-Harith

Abu Bakar radhiyallahu 'anhu melaksanakan salat Asar, kemudian keluar sambil berjalan. Ia melihat Al-Hasan bermain dengan anak-anak. Ia menggendongnya di atas pundaknya dan berkata, “Demi ayahku, dia mirip dengan Nabi, tidak mirip dengan Ali.” Sementara Ali tertawa.

Sahih al-Bukhari 3555
Diriwayatkan oleh 'Uqbah bin al-Harits

Abu Bakar (radhiyallahu 'anhu) shalat Asar, kemudian keluar berjalan dan melihat Al-Hasan sedang bermain dengan anak-anak. Dia menggendongnya di pundaknya dan berkata, "Demi bapakku, dia menyerupai Nabi, tidak menyerupai Ali." Dan Ali tertawa.

Sahih al-Bukhari 3564
Diriwayatkan 'Abdullah bin Malik bin Buhaina Al-Asdi

Ketika Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersujud, dia biasa memisahkan lengannya begitu lebar sehingga kita biasa melihat ketiaknya. (Sub-narator, Ibnu Bukair berkata, "Putihnya ketiak.")

Bab : Tanda-tanda Kenabian dalam Islam

Sahih al-Bukhari 3579
Diriwayatkan oleh ʻImran bin Hushain

Kami pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan. Mereka berjalan malam itu hingga ketika waktu Subuh hampir tiba, mereka berhenti, lalu mereka tertidur sampai matahari terbit. Orang yang pertama kali terbangun dari tidurnya adalah Abu Bakar. Biasanya Rasulullah ﷺ tidak dibangunkan dari tidurnya hingga beliau bangun sendiri. Kemudian ʻUmar terbangun, lalu Abu Bakar duduk di dekat kepala beliau sambil bertakbir dengan mengeraskan suaranya, sehingga Nabi ﷺ terbangun. Beliau turun dan salat Subuh bersama kami.

Seorang laki-laki dari kaum itu menjauh dan tidak salat bersama kami. Setelah selesai, beliau bersabda, “Wahai fulan, apa yang menghalangimu untuk salat bersama kami?” Ia menjawab, “Aku terkena junub.” Maka beliau memerintahkannya untuk bertayamum dengan debu yang suci, kemudian ia salat. Kemudian Rasulullah ﷺ menempatkanku di hadapannya di atas kendaraan, sementara kami sangat kehausan.

Ketika kami sedang berjalan, tiba-tiba kami bertemu dengan seorang wanita yang menjulurkan kedua kakinya di antara dua geriba (tempat air). Kami bertanya kepadanya, “Di mana air?” Ia menjawab, “Tidak ada air.” Kami bertanya, “Berapa jarak antara keluargamu dan air?” Ia menjawab, “Satu hari satu malam.” Kami berkata, “Pergilah menemui Rasulullah ﷺ.” Ia bertanya, “Apa itu Rasulullah?” Kami tidak membiarkannya memilih, hingga kami membawanya menghadap Nabi ﷺ. Ia menceritakan kepada beliau seperti yang ia ceritakan kepada kami, hanya saja ia juga memberitahukan bahwa ia seorang janda. Beliau memerintahkan untuk membawa kedua geribanya, lalu beliau mengusap kedua mulut geriba tersebut. Maka kami, empat puluh orang yang kehausan, minum hingga puas. Kami mengisi setiap tempat air dan wadah yang kami bawa, tetapi kami tidak memberi minum seekor unta pun, dan geriba itu hampir pecah karena penuh. Kemudian beliau bersabda, “Bawalah apa yang kalian punya.” Maka dikumpulkanlah untuknya potongan-potongan roti dan kurma, hingga ia kembali kepada keluarganya. Ia berkata, “Aku telah bertemu dengan orang yang paling pandai sihir di antara manusia, atau dia adalah seorang Nabi sebagaimana yang mereka klaim.” Maka Allah memberi petunjuk kepada kabilah itu melalui wanita tersebut; ia masuk Islam dan mereka pun masuk Islam.

Sahih al-Bukhari 3581
Diriwayatkan oleh ʿImran bin Husain

Kami pernah bersama Nabi shallallahu ʿalaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Kami berjalan sepanjang malam hingga ketika fajar menyingsing, kami singgah untuk beristirahat. Kantuk pun menguasai kami hingga matahari terbit. Orang yang pertama kali terbangun dari tidurnya adalah Abu Bakar. Dia tidak membangunkan Rasulullah shallallahu ʿalaihi wa sallam dari tidurnya hingga beliau bangun sendiri. Lalu Umar terbangun. Abu Bakar lalu duduk di dekat kepala beliau sambil bertakbir dengan suara keras hingga Nabi shallallahu ʿalaihi wa sallam terbangun. Beliau turun dan memimpin kami salat Subuh. Ada seorang laki-laki dari rombongan yang menyendiri dan tidak salat bersama kami. Setelah selesai, beliau bersabda, “Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk salat bersama kami?” Dia menjawab, “Aku terkena janabah.” Maka beliau memerintahkan dia untuk bertayamum dengan debu yang suci, lalu dia salat.

Rasulullah shallallahu ʿalaihi wa sallam menempatkanku di atas kendaraan di hadapannya. Kami kehausan dengan kehausan yang sangat. Ketika kami sedang berjalan, tiba-tiba kami bertemu dengan seorang wanita yang menggelantungkan kedua kakinya di antara dua geriba (tempat air dari kulit). Kami bertanya kepadanya, “Di mana ada air?” Dia menjawab, “Tidak ada air.” Kami bertanya, “Berapa jarak antara keluargamu dan air?” Dia menjawab, “Satu hari satu malam.” Kami berkata, “Pergilah kepada Rasulullah shallallahu ʿalaihi wa sallam.” Dia berkata, “Apa itu Rasulullah?” Kami tidak membiarkan urusannya begitu saja sehingga kami membawanya menghadap Nabi shallallahu ʿalaihi wa sallam. Dia menceritakan kepada beliau seperti yang dia ceritakan kepada kami, hanya saja dia menceritakan bahwa dia adalah seorang janda. Maka beliau memerintahkan (untuk membawa) kedua geribanya, lalu beliau mengusap kedua mulut (lubang) geriba itu. Maka kami yang kehausan minum, empat puluh orang, hingga kami puas. Kami mengisi setiap geriba dan setiap tempat air kecil yang kami bawa, hanya saja kami tidak memberi minum seekor unta, dan (geriba itu) hampir pecah karena penuh. Kemudian beliau bersabda, “Bawakan apa yang kalian miliki.” Maka dikumpulkan untuknya potongan-potongan (roti) dan kurma. Ketika dia sampai kepada keluarganya, dia berkata, “Aku telah bertemu dengan manusia yang paling pandai menyihir, atau dia adalah seorang nabi sebagaimana yang mereka duga.” Maka Allah memberi petunjuk kepada kabilah itu melalui wanita tersebut, lalu dia masuk Islam dan mereka pun masuk Islam.

Sahih al-Bukhari 3583
Diceritakan oleh `Imran bin Husain

Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Kami berjalan pada malam hari hingga menjelang fajar, lalu kami singgah, dan kami semua tertidur sehingga matahari telah tinggi. Orang yang pertama kali terjaga dari tidurnya adalah Abu Bakar. Beliau tidak pernah membangunkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari tidurnya hingga beliau bangun sendiri. Lalu Umar terbangun. Abu Bakar lalu duduk di dekat kepala beliau dan bertakbir dengan suara yang keras, sehingga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun. Beliau turun dan mengimami kami salat Subuh. Ada seorang laki-laki dari kaum itu yang menyendiri dan tidak salat bersama kami. Ketika selesai, beliau bersabda, “Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk salat bersama kami?” Ia menjawab, “Aku dalam keadaan junub.” Maka beliau memerintahkan dia untuk bertayamum dengan debu, lalu dia salat. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikanku di hadapannya di atas kendaraan. Kami sangat kehausan. Saat kami berjalan, tiba-tiba kami bertemu seorang wanita yang menjulurkan kedua kakinya di antara dua geriba. Kami bertanya kepadanya, “Di mana air?” Ia menjawab, “Tidak ada air.” Kami bertanya, “Berapa jauh jarak antara keluargamu dan air?” Ia menjawab, “Satu hari satu malam.” Kami berkata, “Pergilah menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” Ia berkata, “Apa itu Rasulullah?” Kami tidak membiarkannya hingga kami membawanya menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia menceritakan kepada beliau sebagaimana ia menceritakan kepada kami, hanya saja ia mengabarkan kepada beliau bahwa ia adalah seorang janda yang memiliki anak yatim. Maka beliau memerintahkan untuk membawa dua geribanya, lalu beliau mengusap pada mulut kedua geriba itu. Kamipun minum, kami yang berjumlah empat puluh orang yang kehausan, sampai kami puas, dan kami mengisi setiap geriba dan bejana yang kami bawa. Hanya saja kami tidak memberi minum unta. Hampir saja kedua geriba itu pecah karena penuh. Kemudian beliau bersabda, “Berikanlah apa yang kalian punya.” Maka dikumpulkan untuknya potongan-potongan roti dan kurma. Hingga ia sampai di keluarganya, ia berkata, “Aku telah bertemu dengan penyihir paling hebat, atau dia adalah seorang nabi sebagaimana yang mereka katakan.” Maka Allah memberikan petunjuk kepada kelompok itu melalui wanita tersebut, lalu ia masuk Islam dan mereka pun masuk Islam.

Sahih al-Bukhari 3585
Diriwayatkan Anas bin Malik

Bahwa dia mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata, "Atap Masjid dibangun di atas batang pohon kurma yang berfungsi sebagai pilar. Ketika Nabi (صلى الله عليه وسلم) menyampaikan khotbah, dia biasa berdiri di dekat salah satu batang itu sampai mimbar dibuat untuknya, dan dia menggunakannya sebagai gantinya. Kemudian kami mendengar belalai itu mengirim suara seperti unta betina yang hamil sampai Nabi (صلى الله عليه وسلم) datang ke sana, dan meletakkan tangannya di atasnya, lalu menjadi sunyi."

Sahih al-Bukhari 3586
Diriwayatkan oleh 'Imran bin Husain

Telah menceritakan kepada kami Abu al-Walid, telah menceritakan kepada kami Salm bin Zarir, aku mendengar Abu Raja' berkata, telah menceritakan kepada kami 'Imran bin Husain bahwa mereka pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Mereka berjalan sepanjang malam hingga ketika fajar mulai menyingsing, mereka berhenti, lalu rasa kantuk menguasai mereka sampai matahari terbit. Orang yang pertama kali tersadar dari tidurnya adalah Abu Bakar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa tidak dibangunkan dari tidurnya hingga beliau bangun sendiri. Kemudian 'Umar bangun, lalu Abu Bakar duduk di dekat kepalanya dan mulai bertakbir dengan mengeraskan suaranya hingga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun. Beliau turun dan mengimami kami shalat Subuh. Seorang laki-laki dari kaum itu menyendiri dan tidak ikut shalat bersama kami. Ketika selesai, beliau bertanya: "Wahai fulan, apa yang menghalangimu untuk shalat bersama kami?" Dia menjawab, "Aku terkena janabah." Maka beliau memerintahkannya untuk bertayammum dengan debu, kemudian dia shalat. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikanku di hadapannya (ikut menaiki kendaraan), sedangkan kami dalam keadaan sangat kehausan. Saat kami berjalan, tiba-tiba kami bertemu dengan seorang wanita yang kedua kakinya menggantung di antara dua geriba (tempat air). Kami bertanya kepadanya, "Di mana air?" Dia menjawab, "Tidak ada air." Kami bertanya, "Berapa jauh antara keluargamu dan air?" Dia menjawab, "Satu hari satu malam." Kami berkata, "Pergilah menemui Rasulullah." Dia bertanya, "Apa itu Rasulullah?" Kami tidak memberikan pilihan kepadanya hingga kami membawanya menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau menceritakan kepadanya sebagaimana dia menceritakan kepada kami, hanya saja dia memberitahu beliau bahwa dia adalah seorang ibu yang memiliki anak yatim. Maka beliau memerintahkan (untuk membawa) dua geribanya, lalu beliau mengusap (tangannya) pada kedua mulut geriba tersebut, lalu kami minum, empat puluh orang, hingga kami puas, dan kami memenuhi setiap geriba dan setiap bejana yang kami bawa, hanya saja kami tidak memberi minum unta, dan hampir saja geriba itu pecah karena penuh. Kemudian beliau bersabda: "Bawalah apa yang kalian miliki." Maka mereka mengumpulkan untuknya remah-remah roti dan kurma hingga dia kembali kepada keluarganya. Dia berkata, "Aku telah bertemu dengan orang yang paling pandai sihir, atau dia adalah seorang nabi sebagaimana mereka klaim." Maka Allah memberi petunjuk kepada kaum itu melalui wanita tersebut; dia masuk Islam dan mereka pun masuk Islam.

Sahih al-Bukhari 3587
Diriwayatkan Abu Huraira

Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Waktu tidak akan ditetapkan sampai kamu melawan bangsa yang mengenakan sepatu berbulu, dan sampai kamu melawan Turki, yang akan memiliki mata kecil, wajah merah dan hidung datar; dan wajah mereka akan seperti perisai datar. Dan Anda akan menemukan bahwa orang-orang terbaik adalah mereka yang membenci tanggung jawab memerintah sampai mereka dipilih untuk menjadi penguasa. Dan orang-orang memiliki sifat yang berbeda: Yang terbaik di periode pra-lslamic adalah yang terbaik dalam Islam. Saatnya akan tiba ketika siapa pun dari kalian akan senang melihat saya daripada memiliki keluarga dan harta bendanya berlipat ganda."

Sahih al-Bukhari 3590
Diriwayatkan Abu Huraira

Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Waktu tidak akan ditetapkan sampai kamu berperang dengan Khudh dan Kirman dari antara orang-orang non-Arab. Mereka akan berwajah merah, hidung datar dan mata kecil; wajah mereka akan terlihat seperti perisai datar, dan sepatu mereka akan berbulu."

Sahih al-Bukhari 3604
Diriwayatkan oleh 'Imran bin Husain

Abu al-Walid menceritakan kepada kami; Sallam bin Zarir menceritakan kepada kami; aku mendengar Abu Raja' berkata: 'Imran bin Husain menceritakan kepada kami bahwa mereka pernah bersama Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Mereka berjalan pada malam hari, dan ketika fajar hampir tiba, mereka singgah untuk beristirahat, lalu mereka tertidur pulas hingga matahari meninggi. Orang yang pertama kali terbangun dari tidurnya adalah Abu Bakar. Ia tidak membangunkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari tidurnya hingga beliau terbangun sendiri. Lalu 'Umar terbangun. Abu Bakar duduk di dekat kepala beliau sambil bertakbir dan meninggikan suaranya, hingga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun. Beliau turun dan salat Subuh bersama kami. Seseorang dari kaum itu menjauh dan tidak salat bersama kami. Setelah selesai, beliau bersabda, 'Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk salat bersama kami?' Ia menjawab, 'Aku terkena janabah.' Maka beliau memerintahkannya untuk bertayamum dengan tanah yang suci, lalu ia salat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menempatkanku di hadapannya di atas kendaraan, padahal kami sangat kehausan. Saat kami berjalan, tiba-tiba kami bertemu seorang wanita yang menjulurkan kedua kakinya di antara dua geriba air. Kami bertanya, 'Di mana air?' Ia menjawab, 'Tidak ada air.' Kami bertanya, 'Berapa jarak antara keluargamu dan air?' Ia menjawab, 'Satu hari satu malam.' Kami berkata, 'Pergilah menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.' Ia bertanya, 'Apa itu Rasulullah?' Kami tidak membiarkannya begitu saja hingga kami membawanya menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia menceritakan kepada beliau seperti yang ia ceritakan kepada kami, hanya saja ia juga memberitahukan bahwa ia seorang janda. Maka beliau memerintahkan [untuk membawa] dua geribanya, lalu beliau mengusap kedua mulut geriba itu. Kami yang berjumlah empat puluh orang yang kehausan pun minum sampai puas. Kami memenuhi setiap geriba dan tempat air yang kami bawa, namun kami tidak memberi minum seekor unta pun, dan geriba itu hampir pecah karena penuh. Kemudian beliau bersabda, 'Berikanlah apa yang kalian miliki.' Maka dikumpulkanlah untuknya potongan-potongan roti dan kurma, hingga ia sampai kepada keluarganya. Wanita itu berkata, 'Aku telah bertemu dengan tukang sihir yang paling hebat di antara manusia — atau dia benar-benar seorang nabi, sebagaimana yang mereka klaim.' Maka Allah memberi petunjuk kepada kabilah itu melalui wanita tersebut; ia masuk Islam dan mereka pun masuk Islam.

Sahih al-Bukhari 3605
Diriwayatkan Sa'id Al-Umawi

Saya bersama Marwan dan Abu Huraira dan mendengar Abu Huraira berkata, "Saya mendengar orang yang dapat dipercaya dan benar-benar diilhami (yaitu Nabi (صلى الله عليه وسلم) berkata, 'Kehancuran pengikutku akan terjadi oleh tangan beberapa anak muda dari Quraisy." Marwan bertanya, "Anak-anak muda?" Abu Huraira berkata, "Jika kamu mau, aku akan menyebutkan nama mereka: Mereka adalah anak-anak dari orang ini dan anak-anak dari orang ini."

Sahih al-Bukhari 3616
Diriwayatkan oleh 'Imran bin Husain

Abu al-Walid menceritakan kepada kami, Salm bin Zarir menceritakan kepada kami, aku mendengar Abu Raja' berkata, 'Imran bin Husain menceritakan kepada kami bahwa mereka sedang bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan. Mereka berjalan sebagian malam hingga ketika waktu subuh hampir tiba, mereka singgah untuk beristirahat, lalu tertidur pulas sampai matahari terbit. Orang yang pertama kali terjaga dari tidurnya adalah Abu Bakar. Adapun Rasulullah ﷺ, beliau tidak dibangunkan dari tidurnya melainkan beliau sendiri yang terjaga. Maka 'Umar terbangun, lalu Abu Bakar duduk di dekat kepalanya dan bertakbir dengan suara keras, hingga Nabi ﷺ terbangun. Beliau turun dan mengimami kami salat Subuh.

Seorang laki-laki dari kaum itu menyendiri dan tidak salat bersama kami. Setelah selesai, beliau bersabda, “Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk salat bersama kami?” Ia menjawab, “Aku terkena junub.” Maka beliau memerintahkannya untuk bertayamum dengan tanah suci, lalu ia salat.

Rasulullah ﷺ menempatkan aku di depannya di atas kendaraannya. Kami telah kehausan dengan sangat. Ketika kami sedang berjalan, tiba-tiba kami berpapasan dengan seorang wanita yang menjulurkan kedua kakinya di antara dua geriba. Kami bertanya kepadanya, “Di mana air?” Ia menjawab, “Tidak ada air.” Kami bertanya, “Berapa jauh antara keluargamu dan air?” Ia menjawab, “Satu hari satu malam.” Kami berkata, “Pergilah kepada Rasulullah ﷺ.” Ia bertanya, “Apa itu Rasulullah?” Kami tidak memberi pilihan kepadanya dalam urusannya, hingga kami membawanya menghadap Nabi ﷺ.

Wanita itu menceritakan kepada beliau seperti apa yang ia ceritakan kepada kami, hanya saja ia memberitahukan bahwa ia adalah seorang janda. Maka beliau menyuruh membawa kedua geribanya, lalu beliau mengusap kedua mulut geriba tersebut. Maka kami, empat puluh orang yang haus, minum sampai puas. Kami memenuhi setiap geriba dan bejana yang ada pada kami, tetapi kami tidak memberi minum seekor unta pun, sedangkan geriba-geriba itu hampir meluap karena penuh. Kemudian beliau bersabda, “Bawalah apa yang ada padamu.” Maka dikumpulkanlah untuknya potongan roti dan kurma, hingga ia kembali kepada keluarganya. Ia berkata, “Aku telah bertemu dengan manusia yang paling pandai menyihir, atau dia adalah seorang nabi sebagaimana yang mereka katakan.” Maka Allah memberi petunjuk kepada kaum itu melalui wanita tersebut, lalu ia dan mereka masuk Islam.

Sahih al-Bukhari 3608
Diriwayatkan Abu Huraira

Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Hari kiamat tidak akan ditetapkan sampai terjadi perang antara dua kelompok yang klaimnya (atau agama) akan sama."

Sahih al-Bukhari 3617
Riwayat Anas

Ada seorang Kristen yang memeluk Islam dan membaca Surat-al-Baqara dan Al-'Imran, dan dia biasa menulis (wahyu) untuk Nabi. Kemudian dia kembali ke agama Kristen lagi dan dia biasa berkata: "Muhammad tidak tahu apa-apa selain apa yang telah saya tulis untuknya." Kemudian Allah menyebabkan dia mati, dan orang-orang menguburkannya, tetapi pada pagi hari mereka melihat bahwa bumi telah melemparkan tubuhnya. Mereka berkata, "Ini adalah tindakan Muhammad dan teman-temannya. Mereka menggali kuburan rekan kami dan mengeluarkan tubuhnya karena dia telah melarikan diri dari mereka." Mereka kembali menggali kuburan itu dalam-dalam untuknya, tetapi di pagi hari mereka kembali melihat bahwa bumi telah melemparkan tubuhnya. Mereka berkata, "Ini adalah tindakan Muhammad dan teman-temannya. Mereka menggali kuburan rekan kami dan melemparkan tubuhnya ke luar, karena dia telah melarikan diri dari mereka." Mereka menggali kuburan untuknya sedalam mungkin, tetapi di pagi hari mereka kembali melihat bahwa bumi telah melemparkan tubuhnya. Jadi mereka percaya bahwa apa yang menimpanya tidak dilakukan oleh manusia dan harus membiarkannya terlempar (ke tanah).

Bab : Bab

Sahih al-Bukhari 3641
Diriwayatkan Muawiya

Aku mendengar Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Sekelompok orang di antara pengikutku akan tetap taat pada perintah Allah dan mereka tidak akan dirugikan oleh siapa pun yang tidak mau menolong mereka atau yang akan menentang mereka, sampai perintah Allah (Hari Akhir) datang ke atas mereka sementara mereka masih berada di jalan yang benar."