Sahih al-Bukhari

Sahabat Nabi

كتاب فضائل أصحاب النبى صلى الله عليه وسلم

Bab 1: Keutamaan Para Sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

فَضَائِلِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

وَمَنْ صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ رَآهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَهْوَ مِنْ أَصْحَابِهِ.
Sahih al-Bukhari 3649
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Abu Sa'id Al-Khudri

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Akan datang kepada manusia suatu masa, ketika segolongan manusia berperang, lalu dikatakan kepada mereka, "Apakah di antara kalian ada orang yang pernah mendampingi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Mereka menjawab, "Ya." Maka mereka diberi kemenangan. Kemudian datang kepada manusia suatu masa, ketika segolongan manusia berperang, lalu dikatakan, "Apakah di antara kalian ada orang yang pernah mendampingi para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Mereka menjawab, "Ya." Maka mereka diberi kemenangan. Kemudian datang kepada manusia suatu masa, ketika segolongan manusia berperang, lalu dikatakan, "Apakah di antara kalian ada orang yang pernah mendampingi orang-orang yang pernah mendampingi para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Mereka menjawab, "Ya." Maka mereka diberi kemenangan.'

Sahih al-Bukhari 3650
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Jabir bin Abdullah meriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Akan datang suatu masa kepada manusia, lalu segolongan dari mereka berangkat berperang. Lalu dikatakan: ‘Apakah di antara kalian ada orang yang pernah menyertai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam?’ Mereka menjawab: ‘Ya.’ Maka kemenangan diberikan kepada mereka. Kemudian datang suatu masa kepada manusia, lalu segolongan dari mereka berangkat berperang. Lalu dikatakan: ‘Apakah di antara kalian ada orang yang pernah menyertai para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam?’ Mereka menjawab: ‘Ya.’ Maka kemenangan diberikan kepada mereka. Kemudian datang suatu masa kepada manusia, lalu segolongan dari mereka berangkat berperang. Lalu dikatakan: ‘Apakah di antara kalian ada orang yang pernah menyertai orang-orang yang pernah menyertai para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam?’ Mereka menjawab: ‘Ya.’ Maka kemenangan diberikan kepada mereka.”

Sahih al-Bukhari 3651
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Akan datang kepada manusia suatu masa, lalu sekelompok manusia berperang, lalu mereka berkata, 'Apakah di antara kalian ada orang yang pernah menemani Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?' Mereka menjawab, 'Ya.' Maka mereka diberi kemenangan. Kemudian datang kepada manusia suatu masa, lalu sekelompok manusia berperang, lalu dikatakan, 'Apakah di antara kalian ada orang yang pernah menemani para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?' Mereka menjawab, 'Ya.' Maka mereka diberi kemenangan. Kemudian datang kepada manusia suatu masa, lalu sekelompok manusia berperang, lalu dikatakan, 'Apakah di antara kalian ada orang yang pernah menemani orang yang menemani para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?' Mereka menjawab, 'Ya.' Maka mereka diberi kemenangan."

Bab 2: Keutamaan para muhajirin dan kelebihan mereka

مَنَاقِبِ الْمُهَاجِرِينَ وَفَضْلِهِمْ

مِنْهُمْ أَبُو بَكْرٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي قُحَافَةَ التَّيْمِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: {لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ} وَقَالَ: {إِلاَّ تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ} إِلَى قَوْلِهِ: {إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا}. قَالَتْ عَائِشَةُ وَأَبُو سَعِيدٍ وَابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْغَارِ.
Sahih al-Bukhari 3652
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Al-Bara'

Abu Bakar radhiyallahu 'anhu membeli pelana dari 'Azib seharga tiga belas dirham. Abu Bakar berkata kepada 'Azib, "Suruhlah Al-Bara' untuk membawanya kepadaku." 'Azib berkata, "Tidak, kecuali engkau ceritakan kepadaku apa yang telah kamu lakukan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika kalian keluar dari Mekkah sedangkan orang-orang musyrik mencari kalian." Abu Bakar berkata, "Kami berangkat dari Mekkah, lalu kami berjalan terus sepanjang malam dan siang hingga masuk waktu tengah hari. Aku mengarahkan pandanganku mencari naungan untuk berteduh, ternyata ada sebuah batu besar. Aku mendatanginya dan kuperhatikan sisa naungannya, lalu kumeratakan. Kemudian aku menghamparkan alas untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di bawahnya, lalu aku berkata, 'Berbaringlah, wahai Nabi Allah.' Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berbaring. Kemudian aku pergi melihat sekelilingku, adakah seorang pengejar yang terlihat. Ternyata aku melihat seorang penggembala kambing yang menggiring kambingnya menuju batu besar itu, dia menginginkan darinya sesuatu yang kami inginkan. Aku bertanya kepadanya, 'Kambing ini milik siapa, wahai anak muda?' Dia menjawab, 'Milik seorang laki-laki dari Quraisy.' Dia menyebut namanya, lalu aku mengenalnya. Aku bertanya, 'Apakah kambingmu ada susunya?' Dia menjawab, 'Ya.' Aku berkata, 'Maukah engkau memerah susu untuk kami?' Dia menjawab, 'Ya.' Maka aku perintahkan dia untuk mengikat seekor kambing dari kambingnya, kemudian aku perintahkan dia untuk membersihkan puting susunya dari debu, kemudian aku perintahkan dia untuk membersihkan kedua telapak tangannya. Dia pun melakukannya dengan menepukkan kedua telapak tangannya, lalu dia memerah untukku sedikit susu. Padahal aku telah menyiapkan untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebuah tempat air yang mulutnya ditutup dengan kain. Aku menuangkan air ke atas susu itu hingga bagian bawahnya dingin. Lalu aku membawanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku mendapatinya sudah terbangun. Aku berkata, 'Minumlah, wahai Rasulullah.' Maka beliau minum hingga aku merasa puas. Kemudian aku berkata, 'Sungguh, sudah tiba waktunya untuk berangkat, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Ya.' Maka kami berangkat, sedangkan orang-orang mencari kami, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang mengejar kami kecuali Suraqah bin Malik bin Ju'shum di atas kudanya. Aku berkata, 'Ini pengejaran telah sampai kepada kami, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.'"

Sahih al-Bukhari 3653
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Al-Bara' bin 'Azib

Telah menceritakan kepada kami ʿAbdullah bin Rajaʿ, telah menceritakan kepada kami Isrāʾīl, dari Abū Isḥāq, dari Al-Barāʾ, dia berkata:

Abū Bakar radliallahu ʿanhu membeli pelana dari ʿĀzib seharga tiga belas dirham. Lalu Abū Bakar berkata kepada ʿĀzib, “Suruh Al-Barāʾ membawakan pelanaku.” ʿĀzib berkata, “Tidak, sampai engkau ceritakan kepada kami apa yang engkau dan Rasulullah ﷺ lakukan ketika kalian keluar dari Mekah dan orang-orang musyrik mencari kalian.”

Dia berkata, “Kami berangkat dari Mekah, lalu kami berjalan malam dan siang hari hingga waktu zhuhur. Aku lihat-lihat sekeliling untuk mencari tempat berteduh. Ternyata ada sebuah batu besar, lalu aku mendatanginya dan kelihatan masih ada sisa naungannya, lalu aku meratakannya. Kemudian aku hamparkan sesuatu untuk Nabi ﷺ, lalu aku katakan, ‘Berbaringlah wahai Nabi Allah.’ Maka Nabi ﷺ berbaring. Kemudian aku pergi melihat sekelilingku, apakah ada salah seorang pengejar yang terlihat. Ternyata ada seorang penggembala yang menggiring kambingnya menuju batu itu, dia menginginkan (naungan) seperti yang kami inginkan. Aku bertanya, ‘Untuk siapa kamu wahai anak muda?’ Dia menjawab, ‘Untuk seorang laki-laki dari Quraisy,’ lalu dia menyebutkan namanya, dan aku mengenalnya. Aku berkata, ‘Apakah kambingmu ada susunya?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Aku berkata, ‘Apakah engkau bersedia memerah susu untuk kami?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Aku perintahkan dia lalu dia menahan seekor kambing dari gembalaannya. Kemudian aku perintahkan dia untuk mengibas-ngibaskan kantung susunya dari debu, kemudian aku perintahkan dia untuk mengibas-ngibaskan kedua telapak tangannya. Lalu dia memukulkan satu telapak tangan ke telapak tangan yang lain, lalu dia memerah susu untukku sedikit susu. Aku telah menyiapkan sebuah wadah air untuk Rasulullah ﷺ yang mulutnya ditutup kain. Lalu aku menuangkan air di atas susu tersebut hingga bagian bawahnya menjadi dingin. Kemudian aku membawanya kepada Nabi ﷺ dan mendapati beliau sudah terjaga. Aku berkata, ‘Minumlah wahai Rasulullah.’ Beliau minum hingga aku merasa puas. Kemudian aku berkata, ‘Sudah waktunya berangkat wahai Rasulullah.’ Beliau menjawab, ‘Ya.’ Maka kami berangkat sementara orang-orang mengikuti kami. Tidak ada seorang pun dari mereka yang dapat menyusul kami kecuali Suraqah bin Malik bin Juʿsyum yang mengendarai kudanya. Aku berkata, ‘Orang yang mengejar ini sudah sampai kepada kami wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda:

“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”

Bab 3: "Tutup gerbang (di Masjid), kecuali gerbang Abu Bakar."

قَوْلِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: «سُدُّوا الأَبْوَابَ إِلاَّ بَابُ أَبِي بَكْرٍ»

قَالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Sahih al-Bukhari 3654
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Sa'id Al-Khudri

Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berbicara kepada orang-orang dengan mengatakan, "Allah telah memberikan pilihan kepada seorang budak untuk memilih dunia ini atau apa yang ada bersama-Nya. Budak telah memilih apa yang ada di tangan Allah." Abu Bakar menangis, dan kami terkejut dengan tangisannya yang disebabkan oleh apa yang disebutkan oleh Nabi (صلى الله عليه وسلم) tentang seorang Budak (Allah) yang telah ditawari pilihan, (kita ketahui kemudian) bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) sendiri adalah orang yang diberi pilihan, dan bahwa Abu Bakar paling tahu dari kita semua. Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) menambahkan, "Orang yang paling berjasa kepadaku baik dengan kebersamaan dan kekayaannya, adalah Abu Bakar. Jika saya mengambil Khalil selain Tuhan saya, saya akan mengambil Abu Bakar seperti itu, tetapi (yang berhubungan dengan kita) adalah persaudaraan dan persahabatan Islam. Semua gerbang Masjid harus ditutup kecuali gerbang Abu Bakar."

Bab 4: Keutamaan Abu Bakar setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

فَضْلِ أَبِي بَكْرٍ بَعْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

Sahih al-Bukhari 3655
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu `Umar

Kami biasa membandingkan orang-orang pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mengetahui siapa yang lebih baik. Kami menganggap Abu Bakar yang paling baik, kemudian `Umar, kemudian `Utsman.

Bab 5: "Jika saya mengambil Khalil ..."

قَوْلِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلاً ‏"‏ قَالَهُ أَبُو سَعِيدٍ

Sahih al-Bukhari 3656
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Jika saya mengambil seorang Khalil, saya akan mengambil Abu Bakar, tetapi dia adalah saudara saya dan teman saya (dalam Islam).

Sahih al-Bukhari 3657
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Aiyub

Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Jika saya mengambil seorang Khalil, saya akan menganggapnya (yaitu Abu Bakar) sebagai seorang Khalil, tetapi persaudaraan Islam lebih baik."

Sahih al-Bukhari 3658
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas (radhiyallahu 'anhuma)

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari 'Ikrimah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: 'Jika aku mengambil seorang khalil dari umatku, niscaya aku mengambil Abu Bakar, tetapi dia adalah saudara dan sahabatku.'

Sahih al-Bukhari 3659
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Jubair bin Mut'im

Seorang wanita datang kepada Nabi (صلى الله عليه وسلم) yang memerintahkannya untuk kembali kepadanya lagi. Dia berkata, "Bagaimana jika saya datang dan tidak menemukan Anda?" seolah-olah dia ingin berkata, "Jika saya menemukan Anda mati?" Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Jika kamu tidak menemukan aku, pergilah ke Abu Bakar."

Sahih al-Bukhari 3660
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Ammar

Saya melihat Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) dan tidak ada yang bersamanya kecuali lima budak, dua wanita dan Abu Bakar (yaitu mereka adalah satu-satunya yang masuk Islam saat itu).

Sahih al-Bukhari 3661
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas (semoga Allah meridhoi keduanya), dari Nabi (ﷺ), beliau bersabda: "Seandainya aku mengambil seorang Khalil dari umatku, niscaya aku akan mengambil Abu Bakar, tetapi dia adalah saudara dan sahabatku."

Sahih al-Bukhari 3662
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas radliallahu 'anhuma, dari Nabi ﷺ bersabda: "Dan sekiranya aku mengambil seorang kekasih dari umatku, niscaya aku mengambil Abu Bakar, akan tetapi dia adalah saudara dan sahabatku."

Sahih al-Bukhari 3663
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari 'Ikrimah, dari Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhuma, dari Nabi ﷺ bersabda: “Dan jika aku mengambil seorang khalil dari umatku, niscaya aku akan mengambil Abu Bakar, akan tetapi dia adalah saudara dan sahabatku.”

Sahih al-Bukhari 3664
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas

Nabi ﷺ bersabda: 'Seandainya aku mengambil seorang kekasih dari umatku, niscaya aku mengambil Abu Bakar, tetapi dia adalah saudaraku dan sahabatku.'

Sahih al-Bukhari 3665
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Umar

Bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Allah tidak akan melihat pada hari kiamat pada orang yang menyeret jubahnya (di belakangnya) karena sombong." Abu Bakar berkata, "Satu sisi jubahku mengendur, kecuali aku sangat berhati-hati tentang hal itu." Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata, "Tetapi kamu tidak melakukan itu dengan sombong."

Sahih al-Bukhari 3666
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Huraira

Aku mendengar Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata, "Barangsiapa membelanjakan sepasang sesuatu untuk Perjuangan Allah akan dipanggil dari semua pintu surga, "Wahai hamba Allah! Ini bagus.' Dia yang berada di antara orang-orang yang berdoa akan dipanggil dari pintu shalat (di surga) dan dia yang berasal dari orang-orang Jihad akan dipanggil dari pintu gerbang Jihad, dan dia yang berasal dari orang-orang yang bersedekah (yaitu Zakat) akan dipanggil dari pintu amal, dan dia yang berada di antara orang-orang yang berpuasa akan dipanggil dari pintu puasa. gerbang Raiyan." Abu Bakar berkata, "Dia yang dipanggil dari semua gerbang itu tidak akan membutuhkan apa-apa," Dia menambahkan, "Apakah ada yang dipanggil dari semua gerbang itu, wahai Rasulullah (صلى الله عليه وسلم)?" Dia berkata, "Ya, dan saya harap Anda akan berada di antara mereka, wahai Abu Bakar."

Sahih al-Bukhari 3667, 3668
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

Rasulullah, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya, wafat ketika Abu Bakar berada di As-Sunah —Ismail berkata: yakni di Al-ʿAliyah—, lalu ʿUmar berdiri dan berkata: “Demi Allah! Rasulullah, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya, tidak wafat!”

Ia berkata: Dan ʿUmar berkata: “Demi Allah! Tidak terlintas dalam jiwaku kecuali itu, dan Allah benar-benar akan membangkitkannya lalu ia akan memotong tangan dan kaki sejumlah orang.”

Lalu Abu Bakar datang, menyingkap wajah Rasulullah, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya, menciumnya dan berkata: “Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu! Engkau baik ketika hidup maupun ketika wafat. Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya! Allah tidak akan pernah membuatmu merasakan dua kematian.”

Kemudian ia keluar lalu berkata: “Wahai orang yang bersumpah, tenanglah!”

Ketika Abu Bakar berbicara, ʿUmar duduk.

Lalu Abu Bakar memuji Allah dan menyanjung-Nya dan berkata: “Ketahuilah! Barangsiapa biasa menyembah Muhammad, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat; dan barangsiapa biasa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup, tidak mati.”

“Sesungguhnya engkau akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati.”

“Dan Muhammad hanyalah seorang rasul yang sebelumnya telah berlalu rasul-rasul. Apakah jika ia wafat atau terbunuh kalian akan berbalik ke belakang? Dan barangsiapa berbalik ke belakang, ia tidak akan membahayakan Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

Lalu orang-orang menangis dengan isak tangis yang keras. Dan kaum Anshar berkumpul kepada Saʿd bin ʿUbada di saqifah Bani Saʿidah lalu berkata: “Dari kami seorang pemimpin dan dari kalian seorang pemimpin.”

Lalu Abu Bakar, ʿUmar bin Al-Khaththab dan Abu ʿUbaidah bin Al-Jarrah pergi menemui mereka. ʿUmar hendak berbicara, lalu Abu Bakar mendiamkannya. Dan ʿUmar biasa berkata: “Demi Allah! Aku tidak menginginkan dengan itu kecuali sesuatu yang telah kusiapkan berupa ucapan yang telah menakjubkanku, dan aku khawatir Abu Bakar tidak menyampaikannya. Kemudian Abu Bakar berbicara, dan ia berbicara sebagai manusia yang paling fasih, lalu berkata dalam ucapannya: “Kami adalah para pemimpin dan kalian adalah para pembantu.”

Lalu Hubab bin Al-Mundzir berkata: “Tidak, demi Allah! Kami tidak akan melakukannya. Dari kami seorang pemimpin dan dari kalian seorang pemimpin.”

Lalu Abu Bakar berkata: “Tidak, tetapi kamilah para pemimpin dan kalianlah para pembantu. Mereka adalah yang paling tengah di antara orang Arab tempat tinggalnya, dan yang paling mulia nasabnya. Maka berbaiatlah kepada ʿUmar atau kepada Abu ʿUbaidah.”

Lalu ʿUmar berkata: “Bahkan kami membaiatmu. Karena engkau adalah pemimpin kami, yang terbaik di antara kami, dan yang paling kami cintai di sisi Rasulullah, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya.” Lalu ʿUmar memegang tangannya dan membaiatnya, dan orang-orang pun membaiatnya. Lalu seseorang berkata: “Kalian telah membunuh Saʿd bin ʿUbada.” Lalu ʿUmar berkata: “Allah telah membunuhnya.”