Sunan Ibn Majah
Zuhd
كتاب الزهد
Bab 38
صِفَةِ النَّارِ
Abu Bakr bin Abi Syaibah meriwayatkan kepada kami: Abdullah bin Idris menyampaikan kepada kami dari al-A'masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Neraka mengadu kepada Tuhannya seraya berkata, “Wahai Tuhanku, sebagian dariku memakan sebagian yang lain.” Maka Allah memberinya dua hembusan: satu pada musim dingin dan satu pada musim panas. Rasa dingin yang sangat kalian rasakan berasal dari dinginnya yang membekukan (zamharir), dan rasa panas yang sangat kalian rasakan berasal dari angin panasnya yang membakar (samum).»
Al-Abbas bin Muhammad ad-Duri meriwayatkan kepada kami: Yahya bin Abi Bukair meriwayatkan kepada kami: Syarik menyampaikan kepada kami dari Ashim, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam), beliau bersabda: «Neraka dinyalakan selama seribu tahun hingga menjadi putih. Kemudian dinyalakan selama seribu tahun hingga menjadi merah. Lalu dinyalakan selama seribu tahun hingga menjadi hitam. Neraka itu hitam seperti malam yang gelap gulita.»
Al-Khalil bin Amr meriwayatkan kepada kami: Muhammad bin Salamah al-Harrani menyampaikan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Humaid ath-Thawil, dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Pada Hari Kiamat, orang kafir yang paling sejahtera hidupnya di dunia akan didatangkan, lalu dikatakan, “Celupkan dia sekali ke dalam Neraka.” Ia pun dicelupkan ke dalamnya. Kemudian dikatakan kepadanya, “Wahai fulan, pernahkah engkau merasakan kenikmatan?” Ia menjawab, “Tidak, aku tidak pernah merasakan kenikmatan.” Lalu didatangkan orang beriman yang paling berat penderitaan dan ujiannya. Dikatakan, “Celupkan dia sekali ke dalam surga.” Ia dicelupkan ke dalamnya, lalu dikatakan kepadanya, “Wahai fulan, pernahkah engkau mengalami kesusahan atau cobaan?” Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengalami kesusahan ataupun cobaan.”»
Abu Bakr bin Abi Syaibah meriwayatkan kepada kami: Bakr bin Abdurrahman meriwayatkan kepada kami: Isa bin al-Mukhtar menyampaikan kepada kami dari Muhammad bin Abi Laila, dari Athiyyah al-Aufi, dari Abu Sa'id al-Khudri, dari Nabi (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam), beliau bersabda: «Pada Hari Kiamat, tubuh orang kafir akan menjadi sangat besar hingga gerahamnya lebih besar daripada Gunung Uhud. Perbandingan tubuhnya terhadap geraham itu seperti perbandingan tubuh salah seorang di antara kalian terhadap gerahamnya.»
Abu Bakr bin Abi Syaibah meriwayatkan kepada kami: Abdurrahim bin Sulaiman menyampaikan kepada kami dari Dawud bin Abi Hind. Abdullah bin Qais berkata: Suatu malam aku berada di rumah Abu Burdah. Al-Harits bin Uqais masuk menemui kami, lalu malam itu ia menyampaikan bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Di antara umatku ada orang-orang yang masuk surga melalui syafaat beliau, jumlah mereka lebih banyak daripada Bani Mudhar. Dan di antara umatku ada seseorang yang akan menjadi sangat besar bagi Neraka hingga ia menjadi salah satu sudutnya.»
Muhammad bin Abdullah bin Numair meriwayatkan kepada kami: Muhammad bin Ubaid menyampaikan kepada kami dari al-A'masy, dari Yazid ar-Raqasyi, dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Tangisan akan ditimpakan kepada para penghuni Neraka. Mereka menangis sampai air mata mereka habis, lalu mereka menangis dengan darah hingga di wajah mereka terbentuk alur seperti parit. Seandainya kapal-kapal dilayarkan di sana, niscaya kapal itu akan dapat berlayar.»
Muhammad bin Basysyar meriwayatkan kepada kami: Ibnu Abi Adi menyampaikan kepada kami dari Syu'bah, dari Sulaiman, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) membaca ayat: «Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.» Kemudian beliau bersabda: «Seandainya setetes zaqqum jatuh ke bumi, niscaya ia akan merusak penghidupan penduduk dunia. Lalu bagaimana keadaan orang yang tidak memiliki makanan selain itu?»
Muhammad bin Abadah al-Wasithi meriwayatkan kepada kami: Ya'qub bin Muhammad az-Zuhri meriwayatkan kepada kami: Ibrahim bin Sa'd menyampaikan kepada kami dari az-Zuhri, dari Atha bin Yazid, dari Abu Hurairah, dari Nabi (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam), beliau bersabda: «Api akan membakar anak Adam kecuali bekas sujud. Allah mengharamkan api untuk membakar bekas sujud.»
Abu Bakr bin Abi Syaibah meriwayatkan kepada kami: Muhammad bin Bisyr menyampaikan kepada kami dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Pada Hari Kiamat, kematian akan didatangkan lalu ditegakkan di atas Sirat. Kemudian diserukan, “Wahai penghuni surga!” Mereka pun memandang dengan takut dan cemas, khawatir akan dikeluarkan dari tempat mereka. Lalu diserukan, “Wahai penghuni Neraka!” Mereka memandang dengan penuh harap dan gembira, berharap dikeluarkan dari tempat mereka. Kemudian ditanyakan, “Apakah kalian mengenali ini?” Mereka menjawab, “Ya, ini adalah kematian.” Lalu diperintahkan agar kematian itu disembelih di atas Sirat. Setelah itu dikatakan kepada kedua golongan, “Kalian akan kekal dalam keadaan yang kalian dapati; tidak akan ada kematian lagi selama-lamanya.”»
Bab 39
صِفَةِ الْجَنَّةِ
Abu Bakr bin Abi Syaibah meriwayatkan kepada kami: Abu Muawiyah menyampaikan kepada kami dari al-A'masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia berfirman, “Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.”» Abu Hurairah berkata, «Selain itu, ada pula yang telah Allah perlihatkan kepada kalian. Bacalah jika kalian mau: “Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui berbagai penyejuk mata yang disembunyikan bagi mereka sebagai balasan atas apa yang dahulu mereka kerjakan.”» Abu Hurairah membacanya dengan bentuk jamak, «penyejuk-penyejuk mata».
Abu Bakr bin Abi Syaibah meriwayatkan kepada kami: Abu Muawiyah menyampaikan kepada kami dari Hajjaj, dari Athiyyah, dari Abu Sa'id al-Khudri, dari Nabi (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam), beliau bersabda: «Sejengkal tempat di surga lebih baik daripada bumi dan segala yang ada di atasnya—dunia ini beserta segala isinya.»
Hisyam bin Ammar meriwayatkan kepada kami: Zakariyya bin Manzhur meriwayatkan kepada kami: Abu Hazim menyampaikan kepada kami dari Sahl bin Sa'd, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Tempat seluas sebatang cambuk di surga lebih baik daripada dunia dan segala isinya.»
Suwaid bin Sa'id meriwayatkan kepada kami: Hafsh bin Maisarah menyampaikan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Atha bin Yasar, bahwa Mu'adz bin Jabal berkata: Aku mendengar Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Surga memiliki seratus tingkatan; setiap tingkatan berjarak antara langit dan bumi. Tingkatan yang paling tinggi adalah al-Firdaus, dan bagian tengahnya adalah al-Firdaus. Di atas al-Firdaus terdapat Arasy, dan darinya memancar sungai-sungai surga. Jika kalian memohon kepada Allah, mohonlah al-Firdaus.»
Al-Abbas bin Utsman ad-Dimasyqi meriwayatkan kepada kami: al-Walid bin Muslim meriwayatkan kepada kami: Muhammad bin Muhajir al-Anshari meriwayatkan kepada kami: adh-Dhahhak al-Ma'afiri menyampaikan kepadaku dari Sulaiman bin Musa, dari Kuraib, maula Ibnu Abbas. Ia berkata: Usamah bin Zaid menyampaikan kepadaku bahwa pada suatu hari Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) berkata kepada para sahabatnya: «Adakah orang yang bersungguh-sungguh berjuang demi surga? Surga tidak tertandingi. Demi Tuhan Ka'bah, surga adalah cahaya yang berkilauan, tumbuhan harum yang bergoyang, istana yang megah, sungai yang mengalir, buah-buahan yang banyak dan matang, pasangan yang cantik dan elok, serta pakaian yang berlimpah; tempat tinggal abadi dalam kebahagiaan dan kesejukan, di hunian yang tinggi, aman, dan indah.» Mereka berkata, «Kami akan bersungguh-sungguh untuk meraihnya, wahai Rasulullah.» Beliau bersabda, «Katakanlah: “Jika Allah menghendaki.”» Kemudian beliau menyebut jihad dan mendorong mereka untuk melakukannya.
Abu Bakr bin Abi Syaibah meriwayatkan kepada kami: Muhammad bin Fudhail menyampaikan kepada kami dari Umarah bin al-Qa'qa', dari Abu Zur'ah, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Kelompok pertama yang masuk surga akan berwajah seperti bulan pada malam purnama. Kelompok setelah mereka bersinar seperti bintang paling terang di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak mengeluarkan ingus, dan tidak meludah. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka beraroma kesturi, dan tempat pembakaran dupa mereka berisi kayu gaharu. Pasangan mereka adalah para bidadari bermata indah. Bentuk mereka seperti satu orang, menyerupai rupa bapak mereka, Adam, yang tingginya enam puluh hasta.» Abu Bakr bin Abi Syaibah juga meriwayatkan kepada kami: Abu Muawiyah menyampaikan kepada kami dari al-A'masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dengan hadis yang serupa dengan riwayat Ibnu Fudhail dari Umarah.
Washil bin Abdul A'la, Abdullah bin Sa'id, dan Ali bin al-Mundzir berkata, meriwayatkan kepada kami: Muhammad bin Fudhail menyampaikan kepada kami dari Atha bin as-Sa'ib, dari Muharib bin Ditsar, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Al-Kautsar adalah sungai di surga. Kedua tepinya terbuat dari emas, alirannya berada di atas batu delima dan mutiara, tanahnya lebih harum daripada kesturi, dan airnya lebih manis daripada madu serta lebih putih daripada salju.»
Abu Umar adh-Dharir meriwayatkan kepada kami: Abdurrahman bin Utsman menyampaikan kepada kami dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Di surga terdapat sebuah pohon yang dalam naungannya seorang penunggang dapat berjalan selama seratus tahun tanpa melintasinya.» Bacalah jika kalian mau: «naungan yang terbentang luas dan air yang tercurah».
Hisyam bin Ammar meriwayatkan kepada kami: Abdul Hamid bin Habib bin Abi al-Isyrin meriwayatkan kepada kami: Abdurrahman bin Amr al-Auza'i menyampaikan kepadaku: Hassan bin Athiyyah menyampaikan kepadaku: Sa'id bin al-Musayyab menceritakan bahwa ia bertemu Abu Hurairah. Abu Hurairah berkata kepadanya, «Aku memohon kepada Allah agar Dia mengumpulkan aku dan engkau di pasar surga.» Sa'id bertanya, «Apakah di surga ada pasar?» Abu Hurairah menjawab, «Ya. Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) memberitahuku bahwa ketika penghuni surga memasukinya, mereka menempati tempat di sana sesuai keutamaan amal mereka. Mereka diberi izin pada waktu yang setara dengan satu hari Jumat di dunia. Mereka lalu mengunjungi Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia. Dia menampakkan Arasy-Nya kepada mereka dan memperlihatkan diri kepada mereka di sebuah taman dari taman-taman surga. Untuk mereka disediakan mimbar-mimbar dari cahaya, mutiara, batu delima, zamrud, emas, dan perak. Orang yang paling rendah kedudukannya di antara mereka—padahal tak seorang pun di antara mereka rendah—duduk di atas bukit-bukit pasir dari kesturi dan kapur barus. Mereka tidak menganggap orang-orang yang duduk di kursi memiliki tempat duduk lebih baik daripada mereka.» Abu Hurairah berkata, «Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Tuhan kita?” Beliau menjawab, “Ya. Apakah kalian meragukan melihat matahari dan bulan pada malam purnama?” Kami menjawab, “Tidak.” Beliau berkata, “Demikian pula, kalian tidak akan meragukan melihat Tuhan kalian Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia.” Tidak seorang pun tersisa dalam majelis itu melainkan Allah berbicara langsung kepadanya. Dia bahkan berkata kepada seseorang di antara kalian, “Wahai fulan, tidakkah engkau ingat hari ketika engkau melakukan ini dan itu?” Dia mengingatkannya pada beberapa pengkhianatan yang pernah dilakukannya di dunia. Orang itu berkata, “Wahai Tuhanku, bukankah Engkau telah mengampuniku?” Dia menjawab, “Benar. Dengan keluasan ampunan-Ku, engkau mencapai kedudukan ini.”»
Ketika mereka dalam keadaan demikian, awan menaungi mereka dari atas dan menurunkan hujan wewangian yang belum pernah mereka temukan aroma sepertinya. Kemudian Dia berfirman, «Bangkitlah menuju kemuliaan yang telah Kusediakan bagi kalian, dan ambillah apa yang kalian inginkan.» Kami pun mendatangi sebuah pasar yang dikelilingi para malaikat, berisi sesuatu yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, atau terlintas dalam hati. Apa pun yang kami inginkan akan dibawakan kepada kami; tidak ada yang dijual maupun dibeli di sana. Di pasar itu penghuni surga saling bertemu. Seorang laki-laki yang berkedudukan tinggi bertemu dengan orang yang berada di bawahnya—padahal tak seorang pun rendah di antara mereka—lalu ia terkejut melihat pakaian yang dikenakan orang itu. Sebelum percakapan mereka selesai, pakaian yang lebih bagus akan tampak dikenakan kepadanya, sebab tak seorang pun patut bersedih di sana.» Beliau bersabda, «Kemudian kami pulang ke tempat tinggal kami. Para istri kami menyambut dengan berkata, “Selamat datang! Engkau kembali dengan keindahan dan keharuman yang lebih baik daripada saat engkau meninggalkan kami.” Kami menjawab, “Hari ini kami duduk bersama Tuhan kami, Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia, dan memang patut kami kembali dalam keadaan seperti ini.”»
Hisyam bin Khalid al-Azraq, Abu Marwan ad-Dimasyqi, meriwayatkan kepada kami: Khalid bin Yazid bin Abi Malik menyampaikan kepada kami dari ayahnya, dari Khalid bin Ma'dan, dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Siapa pun yang Allah masukkan ke surga, Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia akan menikahkannya dengan tujuh puluh dua istri: dua dari kalangan bidadari bermata indah dan tujuh puluh dari bagian warisannya dari penghuni Neraka. Setiap dari mereka memiliki kemaluan yang menggairahkan, dan kemaluannya tidak melemah.» Hisyam bin Khalid berkata, «Tujuh puluh dari bagian warisannya dari penghuni Neraka maksudnya para lelaki yang masuk Neraka, sehingga penghuni surga mewarisi para istri mereka, sebagaimana istri Firaun diwarisi.»
Muhammad bin Basysyar meriwayatkan kepada kami: Mu'adz bin Hisyam meriwayatkan kepada kami: ayahku menyampaikan kepada kami dari Amir al-Ahwal, dari Abu ash-Shiddiq an-Naji, dari Abu Sa'id al-Khudri, bahwa Rasulullah (ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam) bersabda: «Jika seorang mukmin menginginkan anak di surga, masa kehamilan dan kelahirannya berlangsung dalam satu waktu, sesuai keinginannya.»