Musnad Ahmad

Musnad 'Umar b. al-Khattab (ra)

مُسْنَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Musnad Ahmad 101
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Sesungguhnya 'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu melakukan shalat dua rakaat setelah shalat Ashar di perjalanan menuju Mekkah, lalu Umar radhiyallahu 'anhu melihatnya dan merasa murka terhadapnya, kemudian ia berkata, "Demi Allah, sungguh engkau tahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang hal tersebut."

Musnad Ahmad 102, 103
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Abu Bakar, semoga Allah meridhainya, menunaikan haji bersama kami pada masa kekhalifahannya, lalu ia menyebutkan hadis itu.

Musnad Ahmad 104
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Umar—semoga Allah meridainya—berkhutbah kepada orang-orang lalu berkata: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah memberikan keringanan kepada Nabi-Nya—semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya—apa yang Dia kehendaki, dan sesungguhnya Nabi Allah—semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya—telah pergi menempuh jalannya. Maka sempurnakanlah haji dan umrah sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla telah memerintahkan kalian, dan jagalah kesucian kemaluan para wanita ini.”

Musnad Ahmad 105
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, ditanya: abApakah seorang laki-laki boleh tidur ketika ia dalam keadaan junub?bb

Beliau bersabda: abYa, jika ia berwudu.bb

Musnad Ahmad 106
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ali radhiyallahu 'anhu shalat dua rakaat setelah shalat Ashar, lalu Umar radhiyallahu 'anhu marah kepadanya dan berkata, "Tidakkah engkau tahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang melakukannya?"

Musnad Ahmad 107
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Aku keluar untuk menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum aku masuk Islam, lalu aku mendapati beliau telah mendahuluiku ke masjid. Aku pun berdiri di belakang beliau, lalu beliau memulai bacaan dengan surah Al-Haqqah, dan aku mulai kagum terhadap susunan Al-Qur’an.

Aku pun berkata dalam hati: « Demi Allah, orang ini adalah seorang penyair, sebagaimana dikatakan oleh Quraisy. »

Lalu beliau membaca:

« Sesungguhnya ia benar-benar perkataan seorang rasul yang mulia, dan ia bukanlah perkataan seorang penyair; sedikit sekali kalian beriman » [Al-Haqqah, 69:40-41]

Aku berkata: « (Dia) seorang dukun. »

Lalu beliau membaca:

« Dan bukan pula perkataan seorang dukun; sedikit sekali kalian mengingat. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya Kami benar-benar akan memegangnya dengan tangan kanan, kemudian benar-benar Kami akan memutus urat nadinya, maka tidak ada seorang pun dari kalian yang dapat menghalangi (Kami) darinya » [Al-Haqqah, 69:42-47] hingga akhir surah.

Maka Islam pun tertanam dalam hatiku dengan kokoh sepenuhnya.

Musnad Ahmad 108
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Telah sampai kepadaku bahwa terdapat wabah yang sangat parah di Syams. Aku berkata: Jika ajalku tiba, sedangkan Abu 'Ubaidah bin al-Jarrah masih hidup, aku akan mengangkatnya sebagai penggantiku. Dan jika Allah bertanya kepadaku mengapa aku mengangkatnya sebagai pengganti untuk umat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, aku akan berkata: Aku mendengar Rasul-Mu Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: « Sesungguhnya setiap nabi memiliki orang kepercayaan, dan orang kepercayaanku adalah Abu 'Ubaidah bin al-Jarrah. » Kaum tersebut mengingkari hal itu dan berkata: Bagaimana dengan para tokoh terkemuka Quraisy? Maksud mereka Bani Fihr. Kemudian ia berkata: Jika ajalku tiba, sedangkan Abu 'Ubaidah telah wafat, aku akan mengangkat Mu'adz bin Jabal sebagai penggantiku. Jika Tuhanku 'Azza wa Jalla bertanya kepadaku mengapa aku mengangkatnya sebagai pengganti, aku akan berkata: Aku mendengar Rasul-Mu Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: « Sesungguhnya ia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat di hadapan para ulama sejauh satu lemparan batu. »

Musnad Ahmad 109
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Seorang anak laki-laki dilahirkan bagi saudara laki-laki Ummu Salamah, istri Nabi, semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya, lalu mereka menamainya Al-Walid.

Nabi, semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya, bersabda: “Kalian telah menamainya dengan nama-nama Fir'aun kalian. Sungguh akan ada di umat ini seorang laki-laki yang disebut Al-Walid, ia benar-benar lebih buruk bagi umat ini daripada Fir'aun terhadap kaumnya.”

Musnad Ahmad 110
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Beberapa orang laki-laki yang diridai telah bersaksi di sisiku, di antara mereka terdapat ‘Umar, dan yang paling aku ridai di antara mereka adalah ‘Umar, bahwa Nabi Allah, semoga Allah bershalawat kepadanya dan memberinya salam, bersabda: “Tidak ada salat setelah salat Asar hingga matahari terbenam, dan tidak ada salat setelah salat Subuh hingga matahari terbit.”

Musnad Ahmad 111
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Umar — semoga Allah meridhainya — bertanya kepadanya : « Apa yang membuatmu datang? » Ia berkata : « Untuk bertanya kepadamu tentang tiga perkara. » Ia berkata : « Apa saja itu? »

Ia berkata : « Terkadang aku dan seorang perempuan berada dalam bangunan yang sempit lalu waktu salat tiba ; jika aku salat bersamanya, ia berada sejajar denganku, dan jika ia salat di belakangku, ia keluar dari bangunan itu. »

Umar berkata : « Tutuplah antara dirimu dan dia dengan sehelai pakaian, kemudian salatlah sejajar dengannya jika engkau mau. »

Dan tentang dua rakaat setelah Asar, ia berkata : « Rasulullah — semoga salawat Allah dan salam-Nya atasnya — telah melarangku dari keduanya. »

Ia berkata : « Dan tentang berkisah, karena mereka mendesakku untuk berkisah. » Ia berkata : « Terserah engkau », seolah-olah ia enggan melarangnya.

Ia berkata : « Aku hanya ingin berpegang pada ucapanmu. »

Ia berkata : « Aku khawatir engkau akan berkisah lalu merasa lebih tinggi daripada mereka dalam dirimu, kemudian engkau berkisah lalu merasa lebih tinggi, hingga dikhayalkan kepadamu bahwa engkau di atas mereka setinggi bintang Tsurayya, lalu Allah akan meletakkanmu di bawah kaki mereka pada Hari Kiamat sebanding dengan itu. »

Musnad Ahmad 112
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Umar bin Al-Khaththab, semoga Allah meridhainya, berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 0Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla melarang kalian bersumpah dengan (nama) bapak-bapak kalian.1

Umar berkata: Demi Allah, aku tidak pernah bersumpah dengannya sejak aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangnya, dan aku tidak pernah mengucapkannya baik atas inisiatif sendiri maupun dengan menukil dari orang lain.

Musnad Ahmad 113
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Diriwayatkan dari 'Umar bin Al-Khaththab, semoga Allah meridhainya, dan Hudzaifah bin Al-Yaman bahwa Nabi, semoga selawat dan salam Allah tercurah atas beliau, tidak memungut sedekah dari kuda dan budak.

Musnad Ahmad 114
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

'Umar bin Al-Khaththab, semoga Allah meridhainya, berkhutbah kepada orang-orang di Al-Jabiyah lalu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di tengah-tengah kami sebagaimana berdiriku di tengah-tengah kalian, lalu beliau bersabda:

“Berwasiatlah kalian untuk berbuat baik kepada para sahabatku, kemudian kepada orang-orang yang datang setelah mereka, kemudian kepada orang-orang yang datang setelah mereka. Kemudian dusta akan tersebar hingga sungguh seseorang akan memulai memberikan kesaksian sebelum ia diminta untuk itu. Barangsiapa di antara kalian menginginkan bagian tengah Surga, hendaklah ia berpegang teguh pada jamaah, karena setan bersama orang yang sendirian, sedangkan ia lebih jauh dari dua orang. Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita, karena setan adalah pihak ketiga dari keduanya. Dan barangsiapa yang kebaikannya menggembirakannya dan keburukannya menyusahkannya, maka ia adalah seorang mukmin.”

Musnad Ahmad 115
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Umar bin Al-Khaththab, semoga Allah meridhainya, berkata: Barangsiapa yang merasa senang untuk melihat petunjuk Rasulullah, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya, maka hendaklah ia melihat petunjuk Amr bin Al-Aswad.

Musnad Ahmad 116
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Umar berkata: Kami bersama Rasulullah, semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya, dalam suatu rombongan berkendara.

Seorang laki-laki berkata: “Tidak, demi ayahku!”

Seorang laki-laki berkata: “Janganlah kalian bersumpah dengan nama bapak-bapak kalian.”

Aku pun menoleh, dan ternyata dia adalah Rasulullah, semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya.

Musnad Ahmad 117
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ketika Rasulullah, semoga selawat Allah dan salam-Nya atas beliau, wafat, dan Abu Bakar berada setelah beliau, dan orang-orang yang kafir di antara orang-orang Arab menjadi kafir, Umar berkata: 1 Wahai Abu Bakar! Bagaimana engkau memerangi manusia, padahal Rasulullah, semoga selawat Allah dan salam-Nya atas beliau, telah bersabda: 1Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan: Tidak ada sesembahan selain Allah. Barangsiapa mengucapkan: Tidak ada sesembahan selain Allah, maka sungguh ia telah melindungi dariku hartanya dan jiwanya kecuali dengan haknya, dan hisabnya atas Allah Taala7? 7

Abu Bakar berkata: 1Demi Allah, sungguh aku akan memerangi 1 Abu al-Yaman berkata: Sungguh aku akan membunuh 1 siapa yang memisahkan antara salat dan zakat, karena sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka menolak memberiku seekor anak kambing yang dahulu mereka tunaikan kepada Rasulullah, semoga selawat Allah dan salam-Nya atas beliau, niscaya aku akan memerangi mereka karena penolakannya itu. 7

Umar berkata: 1Demi Allah, tidaklah itu kecuali bahwa aku melihat bahwa Allah, Maha Perkasa dan Maha Agung, telah melapangkan dada Abu Bakar, semoga Allah meridaninya, untuk berperang, lalu aku mengetahui bahwa itu adalah kebenaran. 7

Musnad Ahmad 118
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, bersabda: « Tidak ada salat setelah salat Subuh sampai matahari terbit, dan tidak ada (salat) setelah (salat) Asar sampai matahari terbenam. »

Musnad Ahmad 119
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Nabi, semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya, memutuskan bahwa pemilik hewan tunggangan lebih berhak atas bagian depannya.

Musnad Ahmad 120
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Umar bin al-Khattab pergi ke Syam setelah perjalanan pertamanya ke sana. Ketika ia telah mendekatinya, ia dan orang-orang yang bersamanya mendengar bahwa wabah sedang merebak di sana. Para sahabatnya berkata kepadanya: "Kembalilah dan janganlah engkau masuk ke dalamnya. Seandainya engkau memasukinya sementara wabah itu ada di dalamnya, tentu kami tidak menganggap baik bagimu untuk menarik diri darinya." Maka ia pun berbalik pulang ke Madinah dan beristirahat pada malam itu. Aku adalah orang yang paling dekat dengannya, dan ketika ia bangkit (untuk melanjutkan perjalanan), aku pun bangkit mengikutinya dari belakang, lalu aku mendengarnya berkata: "Mereka memalingkanku dari Syam setelah aku mendekatinya karena wabah ada di dalamnya. Adapun keberangkatanku meninggalkannya bukanlah penundaan bagi ajalku, dan kedatanganku bukanlah percepatan bagi ajalku. Seandainya aku telah tiba di Madinah dan menyelesaikan berbagai keperluan yang harus aku selesaikan darinya, sungguh aku akan berjalan hingga aku memasuki Syam, lalu aku akan singgah di Homs, karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Allah sungguh akan membangkitkan dari sana pada Hari Kiamat tujuh puluh ribu orang tanpa hisab dan tanpa azab atas mereka, tempat kebangkitan mereka adalah di antara pohon-pohon zaitun dan kebunnya di tanah merah di sana.'"

Musnad Ahmad 121
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Uqbah bin Amir pergi bersama Rasulullah (semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya) dalam ekspedisi Tabuk. Pada suatu hari Rasulullah (semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya) duduk berbicara dengan para sahabatnya, lalu bersabda: “Siapa yang bangun ketika matahari telah meninggi, lalu berwudu dan menyempurnakan wudunya, kemudian berdiri dan salat dua rakaat, niscaya dosa-dosanya diampuni dan ia menjadi seperti saat dilahirkan oleh ibunya.”

Uqbah bin Amir berkata, “Aku lalu berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku untuk mendengar ini dari Rasulullah (semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya).’”

Umar bin al-Khattab (semoga Allah meridainya), yang saat itu duduk di hadapanku, berkata kepadaku, “Apakah engkau merasa heran dengan hal ini? Sungguh, Rasulullah (semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya) telah mengatakan sesuatu yang lebih mengherankan daripada ini sebelum engkau datang.”

Aku berkata, “Apakah itu? Ayah dan ibuku menjadi tebusan bagimu.”

Umar berkata, “Rasulullah (semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya) bersabda, ‘Siapa yang berwudu dan menyempurnakan wudunya, kemudian mengangkat pandangannya ke langit lalu mengucapkan, “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,” maka dibukakan baginya delapan pintu surga dan ia masuk melalui pintu mana pun yang dia kehendaki.’”