Sahih al-Bukhari

Panggilan Doa (Adhaan)

كتاب الأذان

Bab 115: Itmam At-Takbir (yaitu, mengakhiri angka Takbir atau mengucapkan Takbir dengan sempurna) saat membungkuk. [Lihat Fath al-Bari]

إِتْمَامِ التَّكْبِيرِ فِي الرُّكُوعِ

قَالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فِيهِ مَالِكُ بْنُ الْحُوَيْرِثِ.
Sahih al-Bukhari 785
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Salama

Ketika Abu Hurairah mengimami kami salat, beliau bertakbir setiap kali rukuk dan bangkit dari rukuk. Setelah selesai salat, beliau berkata, “Sungguh, salatku paling mirip dengan salat Rasulullah ﷺ dibandingkan dengan salat kalian semua.”

Bab 116: Itmam At-Takbir (yaitu, mengakhiri jumlah Takbir, atau mengucapkan Takbir dengan sempurna) pada saat bersujud. [Lihat Fath al-Bari]

إِتْمَامِ التَّكْبِيرِ فِي السُّجُودِ

Sahih al-Bukhari 786
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Mutarrif bin 'Abdullah

Abu an-Nu'man menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami, dari Ghailan bin Jarir, dari Mutarrif bin Abdullah, ia berkata: Aku salat di belakang Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, aku dan Imran bin Husain. Apabila ia sujud, ia bertakbir; apabila ia mengangkat kepalanya, ia bertakbir; dan apabila ia bangkit dari dua rakaat, ia bertakbir. Ketika selesai salat, Imran bin Husain memegang tanganku lalu berkata: 'Orang ini telah mengingatkanku tentang salatnya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.' Atau ia berkata: 'Dia telah salat bersama kami seperti salatnya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.'

Sahih al-Bukhari 787
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Ikrima

Telah menceritakan kepada kami Amr bin Aun, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hushaim, dari Abu Bisyr, dari Ikrimah, dia berkata: Aku melihat seorang laki-laki di dekat Maqam (Ibrahim) bertakbir pada setiap turun dan bangun, dan ketika berdiri dan ketika sujud. Lalu aku kabarkan kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: 'Bukankah itu shalat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam? Tidak ada ibumu.'

Bab 117: Mengucapkan Takbir pada saat bangkit dari sujud

التَّكْبِيرِ إِذَا قَامَ مِنَ السُّجُودِ

Sahih al-Bukhari 788
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Ikrima

Musa bin Isma'il menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammam mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari 'Ikrimah, dia berkata: Aku salat di belakang seorang syekh di Makkah, dan dia bertakbir dua puluh dua kali. Aku berkata kepada Ibnu 'Abbas: Dia bodoh. Dia berkata: Semoga ibumu kehilanganmu! Itu adalah sunnah Abul-Qasim (semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya). Dan Musa berkata: Aban menceritakan kepada kami, Qatadah menceritakan kepada kami, 'Ikrimah menceritakan kepada kami.

Sahih al-Bukhari 789
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Dan meriwayatkan Abu Huraira

Apabila Rasulullah ﷺ berdiri untuk shalat, beliau bertakbir ketika berdiri, kemudian bertakbir ketika ruku'. Kemudian ketika mengangkat punggungnya dari ruku', beliau mengucapkan: 'Sami'a llahu liman hamidah' (سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ), lalu sambil berdiri beliau mengucapkan: 'Rabbana laka-l-hamd' (رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ). (Abdullah bin Salih meriwayatkan dari al-Layth: 'Wa laka-l-hamd' (وَلَكَ الْحَمْدُ).) Kemudian beliau bertakbir ketika sujud, kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya, kemudian bertakbir ketika sujud, kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya. Beliau melakukan hal itu di seluruh shalat hingga menyelesaikannya. Dan beliau bertakbir ketika bangkit dari dua rakaat setelah duduk.

Bab 118: Untuk meletakkan tangan (telapak tangan) di kedua lutut sambil membungkuk.

وَضْعِ الأَكُفِّ عَلَى الرُّكَبِ فِي الرُّكُوعِ

وَقَالَ أَبُو حُمَيْدٍ فِي أَصْحَابِهِ أَمْكَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ مِنْ رُكْبَتَيْهِ.
Sahih al-Bukhari 790
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Mus'ab bin Sa'd

Abu al-Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami dari Abu Ya'fur, dia berkata: Aku mendengar Mush'ab bin Sa'd berkata: Aku salat di samping ayahku, lalu aku merapatkan kedua telapak tanganku dan meletakkannya di antara kedua pahaku. Ayahku melarangku dan berkata: Kami dahulu juga melakukan itu, tetapi kami dilarang darinya dan diperintahkan untuk meletakkan tangan di atas lutut.

Bab 119: Tidak melakukan membungkuk dengan sempurna

إِذَا لَمْ يُتِمَّ الرُّكُوعَ

Sahih al-Bukhari 791
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Zaid bin Wahb

Hudzaifah melihat seseorang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujud. Dia berkata kepadanya, "Kamu belum shalat, dan jika kamu mati, kamu mati di atas agama selain agama Muhammad."

Bab : Bab tentang meluruskan punggung saat rukuk.

بَابُ اسْتِوَاءِ الظَّهْرِ فِي الرُّكُوعِ

وَقَالَ أَبُو حُمَيْدٍ فِي أَصْحَابِهِ رَكَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ هَصَرَ ظَهْرَهُ.

Bab 121: Dan apa yang dikatakan mengenai batas penyelesaian membungkuk dan menjaga punggung tetap lurus dan ketenangan yang dilakukannya.

حَدِّ إِتْمَامِ الرُّكُوعِ وَالاِعْتِدَالِ فِيهِ وَالاِطْمَأْنِينَةِ

Sahih al-Bukhari 792
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Al-Bara

Badal ibn al-Muhabbar menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami, dia berkata: Al-Hakam mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Abi Laila, dari al-Bara', dia berkata: Rukuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sujud beliau, duduk di antara dua sujud, dan apabila beliau bangkit dari rukuk – selain berdiri dan duduk – adalah hampir sama (lamanya).

Bab 122: Perintah Nabi (s.a.a.w) kepada seseorang yang tidak melakukan sujud dengan sempurna agar dia mengulangi Salat (shalat)

أَمْرِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم الَّذِي لاَ يُتِمُّ رُكُوعَهُ بِالإِعَادَةِ

Sahih al-Bukhari 793
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Huraira

Ketika Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam) masuk masjid, seorang laki-laki masuk, lalu shalat, kemudian datang dan memberi salam kepada Nabi. Nabi menjawab salamnya dan berkata, “Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.” Laki-laki itu shalat lagi, kemudian datang dan memberi salam kepada Nabi. Beliau berkata kepadanya tiga kali, “Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.” Laki-laki itu berkata, “Demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari ini. Maka ajari aku.” Beliau bersabda, “Apabila engkau berdiri untuk shalat, bertakbirlah, kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an, lalu rukuklah sampai engkau thuma’ninah dalam rukuk, kemudian bangkitlah sampai engkau berdiri tegak, lalu sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud, kemudian bangkitlah sampai engkau thuma’ninah dalam duduk, lalu sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud, dan lakukanlah itu dalam seluruh shalatmu.”

Bab 123: Doa dalam membungkuk.

الدُّعَاءِ فِي الرُّكُوعِ

Sahih al-Bukhari 794
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Aisha

Telah menceritakan kepada kami Hafs bin Umar, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Manshur, dari Abu Ad-Dhuha, dari Masruq, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengucapkan dalam rukuk dan sujudnya:

"سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي" (Subhanaka l-lahumma Rabbana wa bihamdika; Allahumma ghfir li) – "Maha Suci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dan dengan pujian-Mu; ya Allah, ampunilah aku."

Bab 124: Apa yang dikatakan Imam dan para pengikut tentang mengangkat kepala mereka dari membungkuk.

مَا يَقُولُ الإِمَامُ وَمَنْ خَلْفَهُ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ

Sahih al-Bukhari 795
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Huraira

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan: Apabila Nabi ﷺ mengucapkan: «سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ» (Allah mendengar orang yang memuji-Nya), beliau mengucapkan: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ» (Ya Allah, Rabb kami, milik-Mu segala pujian). Apabila rukuk dan apabila mengangkat kepalanya dari rukuk, beliau bertakbir (mengucapkan Allahu akbar). Dan apabila bangkit dari dua sujud, beliau mengucapkan: «اللَّهُ أَكْبَرُ» (Allah Mahabesar).

Bab 125: Keunggulan mengucapkan tangan Allahumma Rabbana lakal (Ya Allah, Tuhan kami!, Semua pujian dan terima kasih adalah untuk-Mu)

فَضْلِ اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Sahih al-Bukhari 796
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Huraira

Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila imam mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah’, maka ucapkanlah ‘Allahumma Rabbana lakal hamdu’. Sesungguhnya barangsiapa yang ucapannya bertepatan dengan ucapan malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Bab 126: Bab

Sahih al-Bukhari 797
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Salama

Abu Hurairah berkata, "Sungguh, aku akan menyerupakan shalatku dengan shalat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu biasa membaca qunut pada rakaat terakhir dari shalat Zuhur, shalat Isya, dan shalat Subuh, setelah mengucapkan, "Sami'allahu liman hamidah." Dia berdoa untuk orang-orang mukmin dan melaknat orang-orang kafir.

Sahih al-Bukhari 798
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Riwayat Anas

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abi al-Aswad, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Isma'il, dari Khalid al-Hadzdza', dari Abu Qilabah, dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Qunut biasa dibaca pada salat Maghrib dan Subuh.

Sahih al-Bukhari 799
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Rifa'a bin Rafi' Az-Zuraqi

ʿAbdullāh bin Maslamah menceritakan kepada kami, dari Mālik, dari Nuʿaym bin ʿAbdullāh al-Mujmir, dari ʿAlī bin Yaḥyā bin Khallād az-Zuraqī, dari ayahnya, dari Rifāʿah bin Rāfiʿ az-Zuraqī, dia berkata: Suatu hari kami salat di belakang Nabi ṣallallāhu ʿalaihi wa sallam. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari rukuk, beliau mengucapkan: “Samiʿa l-Lāhu liman ḥamidah” (Allah mendengar orang yang memuji-Nya). Seorang laki-laki di belakang beliau berkata: “Rabbanā wa laka l-ḥamdu, ḥamdan katsīran ṭayyiban mubārakan fīh” (Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji, pujian yang banyak, baik, dan diberkahi). Ketika beliau selesai salat, beliau bertanya: “Siapakah yang berbicara?” Laki-laki itu menjawab: “Saya.” Beliau bersabda: “Aku melihat lebih dari tiga puluh malaikat berlomba-lomba untuk menuliskannya lebih dahulu.”

Bab 127: Berdiri tegak dengan tenang saat mengangkat kepala dari membungkuk

الاِطْمَأْنِينَةِ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ

قَالَ أَبُو حُمَيْدٍ رَفَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتَوَى جَالِسًا حَتَّى يَعُودَ كُلُّ فَقَارٍ مَكَانَهُ.
Sahih al-Bukhari 800
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Thabit

Anas pernah memperagakan kepada kami shalat Nabi ﷺ. Apabila beliau mengangkat kepalanya dari ruku', beliau berdiri lama sehingga kami berkata bahwa beliau lupa (sujud).

Sahih al-Bukhari 801
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Al-Bara'

Abu al-Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami, dari al-Hakam, dari Ibnu Abi Laila, dari al-Bara' radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rukuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sujudnya, ketika beliau mengangkat kepalanya dari rukuk, dan jarak antara dua sujud itu hampir sama.

Sahih al-Bukhari 802
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Aiyub

Abu Qilabah berkata: Malik bin Huwairits biasa memperlihatkan kepada kami cara shalat Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) di luar waktu shalat wajib. Maka ia berdiri dan menyempurnakan berdiri, lalu rukuk dan menyempurnakan rukuk, kemudian mengangkat kepalanya dan berdiri tegak sejenak. Ia berkata: Ia shalat bersama kami seperti shalat syekh kami ini, Abu Burayd. Dan Abu Burayd apabila mengangkat kepalanya dari sujud terakhir, ia duduk tegak kemudian berdiri.

Bab 128: Orang harus mengucapkan Takbir saat bersujud.

يَهْوِي بِالتَّكْبِيرِ حِينَ يَسْجُدُ

وَقَالَ نَافِعٌ كَانَ ابْنُ عُمَرَ يَضَعُ يَدَيْهِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ.
Sahih al-Bukhari 803
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Bakar bin 'Abdur Rahman Ibnu Harith bin Hisyam dan Abu Salama bin 'Abdur Rahman

Abu al-Yaman menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'aib menceritakan kepada kami, dari az-Zuhri, dia berkata: Abu Bakar bin Abdurrahman bin al-Harits bin Hisyam dan Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku bahwa Abu Hurairah biasa bertakbir pada setiap salat, baik yang wajib maupun yang sunnah, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Beliau bertakbir ketika berdiri untuk salat, lalu ketika rukuk. Kemudian beliau mengucapkan: «سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ», dan sebelum sujud beliau mengucapkan: «رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ». Lalu beliau bertakbir ketika sujud, ketika mengangkat kepala dari sujud, kemudian bertakbir lagi ketika sujud dan ketika mengangkat kepala dari sujud. Beliau juga bertakbir ketika berdiri dari duduk pada rakaat kedua. Beliau melakukan hal itu pada setiap rakaat hingga menyelesaikan salatnya. Ketika selesai salat, beliau berkata: «Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya salatku adalah yang paling menyerupai salat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di antara kalian, dan ini adalah salat beliau hingga beliau meninggalkan dunia.»